<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910</id><updated>2011-07-08T18:51:36.039+07:00</updated><title type='text'>SOLID SHOT</title><subtitle type='html'>Janganlah hidup dalam ilusi seolah dengan memelihara janggut seperti nabi, atau berjubah seperti beliau – kalian sudah cukup Islam. 

Berakhlaklah seperti beliau.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6342782183850222553</id><published>2010-07-01T08:32:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T08:33:14.921+07:00</updated><title type='text'>It's Time to Change</title><content type='html'>Bangsa Indonesia yang di masa lalu mampu membangun bangunan megah seperti Borobudur dan Prambanan, serta kompleks candi di Dieng dan Jambi tanpa bantuan komputer atau teknologi yang canggih, .......... kini mengharap bantuan dari negara asing untuk membangun jembatan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan percaya dengan takhayul yang dikatakan oleh orang-orang idiot bahwa Borobudur didirikan dengan bantuan tentara jin atau makhluk halus. Pernyataan itu adalah penghinaan atas prestasi agung leluhur kita. Nyatanya bangunan yang cuma terbuat dari batu tersebut sampai sekarang masih berdiri kokoh dan belum hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah Anda bahwa leluhur kita di masa lampau telah membina kerjasama perdagangan internasional hingga ke Afrika? Sementara bangsa biadab berotak bebal, sok suci, dan jarang mandi, yang hidup di gurun pasir masih mencari nafkah dengan cara menjarah dan merampok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa saat kesultanan Aceh dipimpin oleh perempuan, Aceh menjadi begitu damai, aman, dan stabil. Aceh tidak pernah mempermasalahkan kepemimpinan perempuan. Namun sayang sekali Aceh yang kini berkiblat ke sebuah “negeri antah berantah” justru berubah menjadi begitu ganas dan mengerikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya merubah cara Anda dalam berdoa. Terimalah setiap kepedihan dan tantangan dalam hidup Anda. Berdoalah supaya Anda diberi kekuatan untuk semua tantangan itu. JANGAN berdoa supaya tantangan atau rintangan tersebut diringankan atau ditiadakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin berat tantangan yang Anda hadapi, jiwa Anda akan semakin kuat. Justru dengan cara itu Tuhan memperkuat jiwa Anda. Terimalah tantangan sebagai berkah dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula saat Anda melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak, janganlah berdoa agar Tuhan mengampuni kesalahan Anda. Berdoalah supaya Anda ditindak dan diganjar dengan tegas supaya Anda sadar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memohon pengampunanNya setiap saat, sesungguhnya Anda melemahkan jiwa Anda sendiri.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah adalah aliran kehidupan. Kualitas hidup atau kesehatan kita ditentukan dari kualitas darah kita. Hampir segala macam penyakit dapat dideteksi hanya melalui pemeriksaan darah. Darah adalah cerminan kehidupan kita. Kebersihan dan kemurnian darah menentukan kesehaan raga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mencemari otak dengan makanan yang tidak bergizi. Bebaskan diri Anda dari jebakan mie instan. Makanlah sayuran yang bergizi supaya Anda dapat berpikir dengan jernih dan berkarya dengan optimal untuk Ibu Pertiwi. &lt;br /&gt;Hal ini bukanlah perkara sepele. Makanan adalah bahan bakar yang dibutuhkan oleh badan dan otak supaya dapat bekerja dengan baik. Bahan pengawet dan MSG dalam makanan yang tidak bergizi telah melemahkan otak Anda selama bertahun-tahun. Berhentilah mengkonsumsi makanan yang sengaja dirancang agar Anda tidak dapat berpikir dengan jernih dan puncaknya Anda dapat dijajah dengan iming-iming rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah juga berperan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Tetapi transportasi oksigen juga menuntut adanya darah yang bersih. Darah yang tidak bersih tidak akan dapat mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Jadi generasi mie instan harus segera diakhiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6342782183850222553?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6342782183850222553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/its-time-to-change.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6342782183850222553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6342782183850222553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/its-time-to-change.html' title='It&apos;s Time to Change'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8728155558668480308</id><published>2010-07-01T08:31:00.001+07:00</published><updated>2010-07-01T08:31:54.375+07:00</updated><title type='text'>Terlahir Sebagai Jenius Bukan Jaminan Menjadi Sukses</title><content type='html'>Majalah Chip edisi 02/2010 menyajikan sebuah artikel yang sangat menarik. Artikel yang diletakkan pada bagian Opini dan ditulis oleh Hermawan Sutanto tersebut berjudul “Syarat Sepuluh Ribu Jam”. Artikel tersebut menyajikan teori yang diusulkan oleh Malcolm Gladwell bahwa kesuksesan dari tokoh-tokoh besar di dunia ini tidak jatuh dari langit seperti rejeki durian runtuh. Kesuksesan adalah buah proses berlatih selama durasi 10.000 jam yang telah mengasah kemampuan mereka hingga menjadi ahli. Contohnya tentu tidak asing lagi, Mozart dan Bill Gates adalah sebagian di antara orang-orang yang menghabiskan waktu lebih dari 10.000 jam mengasah keahlian mereka hingga mampu melahirkan karya-karya besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah para tokoh besar yang dibumbui dengan berbagai dongeng ajaib dan sosok mereka yang dianggap memiliki kesempurnaan dari “sono”nya akan mulai dapat diputarbalikkan. Kesuksesan adalah hasil cucuran darah dan keringat yang diperas selama 10.000 jam yang disertai dengan berbagai kegagalan dan kepedihan. Tiba saatnya mereka melalui penderitaan 10.000 jam semacam itu, mereka akan menumbangkan semua kompetitor mereka dengan mudah. Arena pertarungan antara kita dengan para legenda tersebut kini menjadi lebih adil. Tidak lagi diperlukan keberuntungan untuk dilahirkan sebagai orang jenius untuk menggapai kesuksesan. Aturannya sangat mudah dan jelas, siapa saja yang berlatih dan belajar dengan keras selama minimal 10.000 jam akan menjadi yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya akan saya sajikan sebuah contoh nyata (walaupun nampaknya cukup ekstrim), yaitu kisah seorang legenda Judo bernama Masahiko Kimura. Kimura adalah seorang judoka yang memiliki prinsip “San bai no Do ryoku” atau Triple Effort, artinya adalah Kimura bertekad untuk menjalani latihan tiga kali lebih berat daripada kompetitornya. Sebagai contoh, apabila pesaingnya berlatih judo selama 3 jam per hari, maka Kimura akan menjalani latihan selama sekitar 9 jam yang berarti 3 kali lebih lama dan lebih berat dari pesaingnya. Latihan yang dijalani Kimura juga sangat ekstrim, Kimura mampu menjalani pushup hingga 1000 kali, bunny hop sejauh 1 km, dan 1000 pukulan ke makiwara. Latihan tidak wajar semacam inilah yang menjadikan lengan Kimura kokoh seperti baja. Latihan yang ia jalani tidak terbatas pada judo semata, Kimura juga menjalani latihan Shotokan Karate (di bawah asuhan Gichin Funakoshi) dan Gojuryu Karate. Sebuah catatan menarik mengungkapkan bahwa seorang legenda karate pendiri Kyokushin Karate, yaitu Masutatsu Oyama, pada mulanya juga berlatih bersama Kimura di bawah asuhan Funakoshi sensei. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan fisik Kimura sungguh luar biasa dan menjadikan dirinya ditakuti para atlet judo. Sering dilaporkan para atlet top level dari institut Kodokan, Universitas Meiji, Universitas Waseda, dan Kepolisian Tokyo bertumbangan dibanting Kimura sampai tidak sadarkan diri. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila Masahiko Kimura dianugerahi Championship Flag atas prestasinya menjadi juara All Japan Judo Championship tiga kali berturut-turut pada tahun 1937-1939. Gelar All Japan yang pertama ia dapatkan pada usia 20 tahun. Pada periode berikutnya, dalam usia yang tidak lagi muda, Kimura masih mampu menjuarai turnamen Ten Ran Shiai di tahun 1940 dan  West Japan Judo Championship di tahun 1947. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik klimaks dalam kehidupannya terjadi saat dirinya mendapat tantangan untuk berduel dengan jawara Brazilian Jiu Jitsu bernama Helio Gracie dalam sebuah turnamen tahun 1951 di Sao Paulo, Brazil. Anggota keluarga Gracie adalah atlet jiu jitsu legendaris yang tercatat telah menundukkan ratusan orang di berbagai turnamen. Duel antara Kimura dan Gracie berlangsung alot. Namun pada akhirnya Kimura berhasil menahan Gracie dalam posisi kuzure kamishiho gatame, kemudian mematahkan lengan Gracie dengan ude garami. Walau Kimura dinyatakan sebagai pemenang secara TKO, Kimura juga mengakui fighting spirit Gracie yang luar biasa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masahiko “The Ghost of Judo” Kimura telah menjalani latihan judo hingga lebih dari 10.000 jam dalam kehidupannya dan hingga saat ini belum ada orang yang mampu menyamai rekor 3 kali juara All Japan berturut-turut miliknya. Kimura adalah bukti nyata bahwa darah, keringat dan upaya keras adalah kunci kemenangannya. Kini segalanya menjadi lebih jelas, tidak ada lagi yang namanya hoki dan nasib sial. Anda adalah penentu nasib Anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;Sutanto, Hermawan. 2009. Syarat Sepuluh Ribu Jam. Majalah Chip Edisi 02/2010. &lt;br /&gt;Situs Judoinfo.com (www.judoinfo.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8728155558668480308?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8728155558668480308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/terlahir-sebagai-jenius-bukan-jaminan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8728155558668480308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8728155558668480308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/terlahir-sebagai-jenius-bukan-jaminan.html' title='Terlahir Sebagai Jenius Bukan Jaminan Menjadi Sukses'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-9125896110685380858</id><published>2010-07-01T08:29:00.002+07:00</published><updated>2010-07-01T08:31:19.874+07:00</updated><title type='text'>Dimensi Spiritual: Puncak Evolusi Seni Bela Diri</title><content type='html'>Apakah anda mengenal cabang olahraga MMA (Mixed Martial Arts)? MMA adalah cabang olahraga hybrid fighting arts yang menggabungkan unsur standup fighting (dari kickboxing dan karate) dan ground fighting (dari gulat, jujutsu, dan judo). Salah satu turnamen MMA yang popular di planet ini adalah Ultimate Fighting Championship atau UFC yang masih rutin diselenggarakan di Amerika Serikat hingga saat ini. Sejak dirintis pada tahun 1993, turnamen ini secara perlahan telah berevolusi menjadi trend baru di industri televisi dan mulai bersaing dengan industri raksasa gulat profesional WWE yang telah mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain UFC dan organisasi serupa semacam PRIDE dan K-1 juga menuai kritikan keras dari para pakar seni bela diri. Banyak yang menganggap bahwa turnamen ini tidak lebih dari sekedar arena adu jotos para pria bertubuh kekar. Argumen ini bukannya tanpa alasan, sebagian besar para atlet MMA adalah atlet bela diri dengan kekuatan fisik yang mengerikan dan perangai yang buas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh duel yang cukup sadis ditunjukkan pada UFC 5 (kalau tidak salah pada tahun 1995) yang mempertemukan Dave Benetau (dari cabang gulat) dan Asbel Cancio (dari cabang kungfu). Pertarungan berlangsung sangat cepat, sejak awal Benetau merapatkan diri untuk melakukan clinch dan berhasil merobohkan Cancio ke matras. Dalam sekejap Benetau mengambil posisi mount (menindih), lalu dengan tanpa ampun menghajar pelipis kiri Cancio hingga menimbulkan sobekan menganga dan pendarahan. Wasit segera menghentikan pertarungan dan Benetau dinyatakan menang TKO sementara Cancio cuma tertuntuk meratapi wajahnya yang berlumuran darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya masih banyak ahli seni bela diri yang prihatin dengan kondisi semacam ini. Abdul Wahid yang menulis buku berjudul “Shotokan” pada tahun 2007 juga merasakan keprihatinan ini. Beliau berpendapat bahwa seni bela diri, khususnya karatedo sesungguhnya memiliki dimensi spiritual yang belum disadari oleh sebagian besar pengikutnya. Umumnya orang mempelajari karate sebatas pada taraf olah fisik dan tidak memperhatikan dimensi spiritualnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini juga pernah saya alami. Pada saat saya masih di bangku SMA pada tahun 1998, saya membeli buku berjudul “Teknik Oyama Karate Seri Kihon” yang ditulis oleh JB Sujoto. Pada bagian cover belakang buku tersebut terdapat wejangan dari Masutatsu Oyama (pendiri Oyama Karate) yang berbunyi “Jalan seni bela diri (bushido) diawali dan diakhiri dengan kesantunan. Oleh karena itu jagalah sikap santun dengan sungguh-sungguh di setiap waktu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu saya masih belum memahami makna kalimat tersebut, para remaja seperti saya nampaknya hanya dapat memahami seni bela diri sebagai ajang unjuk kebolehan beradu tinju dan tendangan. Biar kelihatan macho. Kemudian pada tahun 2005, saya mulai mengenal tulisan-tulisan Anand Krishna, dan salah satu tulisannya menceritakan bahwa hampir semua cabang seni bela diri berakar dari latihan-latihan fisik yang diajarkan Bodhidharma untuk para biksu di vihara Shaolin. Sesungguhnya kungfu adalah salah satu bentuk latihan yoga yang dinamis yang diformulasikan untuk memuntahkan sifat kekerasan dan kekacauan dari jiwa para biksu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa tersebut banyak biarawan Shaolin yang berasal dari kalangan prajurit dimana kekerasan masih mengalir dalam darah mereka. Oleh karena itu Bodhidharma memberikan latihan-latihan keras untuk mengeluarkan kekerasan tersebut karena sifat keras tidak bisa dikeluarkan lewat latihan yang lembut. Latihan kungfu purba tersebut bertujuan menciptakan manusia yang dinamis namun lembut jiwanya; berilmu namun tidak angkuh dan arogan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Wahid dalam bukunya menceritakan bahwa sang pendiri Shotokan Karate, Gichin Funakoshi, juga merasakan kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai spiritual karatedo di antara murid-muridnya. Selain mendalami karate, Funakoshi gemar mempelajari filsafat dan sastra untuk memperdalam pencarian jiwanya akan kemurnian nilai Budo. Dalam hal ini Funakoshi sangat berpegang teguh pada sistem pendidikan karate tradisional yang terfokus pada latihan Kata (rangkaian jurus karate) yang mengasah dimensi mental dan kedisiplinan. Sebaliknya karate tradisional tidak mengajarkan Kumite (latihan sparring atau duel) yang cenderung mengembangkan unsur kekerasan dan berpotensi mengakibatkan cedera permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga diamini oleh pendiri Aikido, Morihei Ueshiba, beliau juga mengharamkan pelaksanaan bentuk latihan sparring yang disebut Randori. Ueshiba berpendapat bahwa teknik Aikido dapat menyebabkan cedera serius bila digunakan dalam duel. Sebaliknya Ueshiba sangat menitikberatkan pengajaran nilai-nilai filsafat Aikido kepada murid-muridnya. Aikido menurut Utomo (2001) pada hakikatnya adalah menyebarkan nilai-nilai perdamaian, bukan untuk mengundang marabahaya. Aikido menuntut pengikutnya untuk menundukkan nafsu dan ego pribadi. Disinilah terletak kemenangan sejati Aikido dan kemenangan sejati tidak membutuhkan pengakuan dalam bentuk apapun (seperti piala dan medali). Nama aikido sendiri bermakna Jalan Keselarasan dengan Alam Semesta.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi JKA (Japan Karate Association) yang dirintis Funakoshi pada tahun 1949 secara perlahan mulai berevolusi menjadi industri olahraga berorientasi bisnis. Hal ini ditandai pada tahun 1952, dimana murid-murid Funakoshi mulai merintis penyelenggaraan turnamen karate yang mempertandingkan nomor kumite sebagai alat promosi. Funakoshi sensei menolak dengan keras hal ini. Oleh karena itu didampingi beberapa muridnya, Funakoshi menyatakan dirinya keluar dari JKA dan menyepi dalam sebuah dojo yang dinamakan Shotokai. Melalui Shotokai, beliau tetap mempertahankan keaslian ajaran dan pandangannya tentang karatedo, yaitu tidak mengenal adanya pertandingan untuk mengukur pencapaian karateka.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi spiritual seni bela diri memiliki nilai yang universal. Seorang pakar kungfu Bajiquan (Kungfu Delapan Mata Angin) berkebangsaan Jepang, Ryuchi Matsuda, menyampaikan ajaran-ajaran spiritual kungfu China dalam serial komik “Kenji” yang disusunnya bersama Yoshihide Fujiwara (komik ini sangat populer pada periode tahun 1990-an). Beberapa butir yang dapat saya sampaikan adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;1.Orang yang hanya mengejar kekuatan kelak akan melukai orang lain dan suatu ketika dirinya akan dilukai pula (hukum karma)&lt;br /&gt;2.Mengejar kekuatan adalah tahapan pertama dalam seni bela diri, kelak tahapan tersebut harus dilampaui. Orang yang hanya mengejar kekuatan hanya akan mendapatkan kehampaan. &lt;br /&gt;3.Orang yang telah melepaskan keterikatan dengan obsesi kekuatan selanjutnya akan dapat mengungkap kebenaran alam semesta (Tao). &lt;br /&gt;4.Kungfu China mengekspresikan hukum alam dalam gerakan-gerakannya. Dengan demikian berlatih kungfu sesungguhnya memahami hukum alam melalui tubuh. &lt;br /&gt;5.Kungfu diciptakan bukan untuk mencari musuh, tetapi untuk mencari kawan. &lt;br /&gt;6.Kasih sayang adalah keberanian dan keperkasaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya para maestro seni bela diri di China dan Jepang, leluhur bangsa Indonesia juga sangat menekankan aspek spiritual dalam mengembangkan pencak silat. Leluhur kita sangat paham bahwa latihan silat juga berpotensi mengembangkan kekerasan dalam jiwa pesilat. Untuk menekan dimensi kekerasan dalam pencak silat, maka latihan pencak silat diselingi dengan unsur seni tari dan musik. Tarian pencak dan permainan musik gendang mengembangkan dimensi estetika dan kelembutan yang akan meredam kekerasan dalam jiwa para pendekar pencak. Pertarungan antara dua pesilat dalam sebuah arena mengharuskan keduanya mempertontonkan tarian pencak dahulu sebelum jual beli pukulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya saya teringat semboyan Shorinji Kempo yang dahulu pernah saya pelajari:&lt;br /&gt;Taklukkan dirimu sebelum menaklukkan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-9125896110685380858?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/9125896110685380858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/dimensi-spiritual-puncak-evolusi-seni.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/9125896110685380858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/9125896110685380858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/dimensi-spiritual-puncak-evolusi-seni.html' title='Dimensi Spiritual: Puncak Evolusi Seni Bela Diri'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-228731078503122392</id><published>2010-07-01T08:29:00.001+07:00</published><updated>2010-07-01T08:29:50.141+07:00</updated><title type='text'>Cara Membentuk Pola Pikir Manusia</title><content type='html'>Sinaps-sinaps saraf dalam jaringan otak manusia berperan mengatur lalu lintas informasi impuls saraf dari berbagai macam stimulus. Bila kita membombardir otak kita dengan informasi tertentu, maka lama kelamaan informasi tersebut akan mempengaruhi susunan dan struktur sinaps otak kita. Hal inilah yang membentuk pola pikir dan kepribadian kita. Boleh percaya atau tidak, struktur sinaps yang kita miliki kelak juga akan kita wariskan pada keturunan kita. Susunan sinaps dalam otak ternyata juga akan terekam dalam DNA manusia dan diwariskan pada keturunannya. Maka jangan heran bila muncul ungkapan “like father, like son” atau “buah apel yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES BOMBARDIR SUATU INFORMASI TERTENTU DENGAN CARA DIULANG DAN TERUS MENERUS (REPETITIF DAN INTENSIF) adalah kunci membentuk pola pikir manusia. Inilah cara kerja para ahli periklanan, mereka membombardir otak manusia dengan informasi tentang apa yang mereka iklankan. Televisi adalah mesin bombardir yang canggih. Selama sepanjang hari otak kita dijejali dengan berbagai iklan secara terus-terusan hingga tanpa kita sadari hal inilah yang mempengaruhi otak kita untuk membeli produk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan informasi secara terus menerus adalah kunci penentu pembentukan mental manusia. Teknik ini memang sederhana dan mungkin anda remehkan. Tetapi metode inilah yang dipakai para teroris untuk mendoktrin “calon pengantin” mereka. Jejali saja otak anak-anak muda yang masih polos dengan conditioning bahwa Republik Indonesia adalah negara kafir penyembah berhala, yakinkan bahwa mereka berkewajiban berjihad memerangi pemerintah RI, yakinkan bahwa mereka adalah harapan demi runtuhnya NKRI dan terbentuknya khilafah Islam. Secara perlahan namun pasti para “calon pengantin” ini akan bertindak sebagai zombie. Mereka tidak akan gentar sedikitpun untuk menyalakan bom yang melekat pada tubuh mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara serupa kita juga dapat memanfaatkan teknik ini untuk kebaikan kita. Kini seharusnya Anda paham mengapa pada berbagai tradisi agama mengajarkan pembacaan kalimat suci dengan cara berulang-ulang dan terus menerus. Tentu saja pembacaan kalimat suci ini bertujuan membentuk mental dan mindset manusia. Teknik ini universal dan akan anda temukan pada berbagai tradisi agama dalam tata cara yang beragam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada tradisi agama tertentu dianjurkan untuk semakin intens membaca kitab suci dan mengulang kalimat suci di malam hari. Suasana malam yang sejuk dan tidak bergolak akan makin memperkuat efek dari teknik ini. Metode ini juga akan membantu meredakan pikiran anda saat bergejolak menghadapi stress.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-228731078503122392?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/228731078503122392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/cara-membentuk-pola-pikir-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/228731078503122392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/228731078503122392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/cara-membentuk-pola-pikir-manusia.html' title='Cara Membentuk Pola Pikir Manusia'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-7678747349316110696</id><published>2010-07-01T08:28:00.001+07:00</published><updated>2010-07-01T08:28:17.548+07:00</updated><title type='text'>Pahlawan tidak butuh penghargaan</title><content type='html'>Sekalipun tanpa pengakuan dari masyarakat, &lt;br /&gt;keberhasilan tetap saja dapat dicapai,&lt;br /&gt;sesungguhnya dunia ini penuh dengan para pahlawan &lt;br /&gt;yang tidak dikenal dan tidak diakui,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pekerja rendahan pun akan menjadi seorang pahlawan tanpa ia sadari, &lt;br /&gt;bila ia menjalani tugasnya dengan semangat melayani umat manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan dari suatu pekerjaan tidak akan berkurang, &lt;br /&gt;hanya karena tidak ada yang membunyikan gendang &lt;br /&gt;saat kau memasuki medan laga dunia ini  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada yang menyambutmu &lt;br /&gt;saat kau kembali dari medan laga&lt;br /&gt;setelah meraih kemenangan atau kegagalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-7678747349316110696?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/7678747349316110696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/pahlawan-tidak-butuh-penghargaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7678747349316110696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7678747349316110696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/pahlawan-tidak-butuh-penghargaan.html' title='Pahlawan tidak butuh penghargaan'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6540028215610976301</id><published>2010-07-01T08:26:00.001+07:00</published><updated>2010-07-01T08:27:54.772+07:00</updated><title type='text'>Think about this</title><content type='html'>My God, guard my tongue from evil and my lips from speaking deceitfully. To those who curse me, let my soul  be silent; and let my soul be like dust to everyone. &lt;br /&gt;(Amidah, Jewish Standing Prayer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And lead us not into temptation, but deliver us from the evil one&lt;br /&gt;(The Lord’s Prayer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The great compassionate heart is the essence of Buddhahood&lt;br /&gt;(Gandavyuha Sutra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love your neighbor as yourself. There is no commandment greater than these&lt;br /&gt;(Mark 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All things are our relatives, what we do to everything , we do to ourselves. All is really one&lt;br /&gt;(Native American Spirituality)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is no need for temples, no need for complicated philosophies. My brain and my heart are my temples; my philosophy is kindness.&lt;br /&gt;We can live without religion and meditation, but we cannot survive without human affection. &lt;br /&gt;(His Holiness the 14th Dalai Lama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be charitable to all beings&lt;br /&gt;Love is the representative of God &lt;br /&gt;(Kojiki Hachiman Kasuga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokaa samastaa sukhino bhavantu&lt;br /&gt;Berbahagialah alam semesta dengan segala isinya &lt;br /&gt;ancient sanskrit prayer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta ini adalah rumah-Nya&lt;br /&gt;dengan sekian banyak pintu dan jendela&lt;br /&gt;kemana pun aku menoleh&lt;br /&gt;yang terlihat hanyalah Dia&lt;br /&gt;(Shah Abdul Latif of Sindh, Pakistan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6540028215610976301?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6540028215610976301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/think-about-this.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6540028215610976301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6540028215610976301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/think-about-this.html' title='Think about this'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-2283852905070337964</id><published>2010-07-01T08:25:00.001+07:00</published><updated>2010-07-01T08:25:55.296+07:00</updated><title type='text'>Ajaran Sufi Hazrat Inayat Khan</title><content type='html'>Orang yang berhati tulus menyebarkan keharuman yang tercium oleh mereka yang berhati tulus pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jiwamu selaras dengan Tuhan, tindakanmu akan berirama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin mengikuti jejak orang-orang suci, kau harus belajar “seni memaafkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati manusia ibarat tempat ibadah. Bila pintunya tertutup bagi sesama manusia, maka tertutup pula ia bagi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatimu adalah pintu gerbang Tuhan. Ketuklah pintu hatimu dan Ia pun akan segera menyapamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sia-sialah sembah sujud seseorang terhadap Allah bila ia menganggap rendah sesama manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan manusia terhadap agama tidak menjamin perkembangan spiritual dalam dirinya, spiritualitas adalah hasil keselarasan diri manusia dengan alam semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar kecilnya seorang manusia tergantung di mana ia arahkan kepeduliannya, .... pada hal yang mulia atau hal yang tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membahagiakan orang lain, aku merasakan kebahagiaan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini adalah wujud kasih Allah, oleh karena itu melayani sesama makhluk berarti melayani Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih, pelayanan yang diberikan tanpa mengharap imbalan, kebaikan yang dibuat tanpa memikirkan penghargaan, dan cinta yang dibagikan tanpa syarat memiliki nilai tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Hazrat Inayat Khan (Baroda,1882-New Delhi,1927) adalah maestro sufi dan ahli musik. Beliau lahir dari keluarga muslim yang taat dan masih merupakan keturunan Sultan Mysore di India.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-2283852905070337964?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/2283852905070337964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/ajaran-sufi-hazrat-inayat-khan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/2283852905070337964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/2283852905070337964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/ajaran-sufi-hazrat-inayat-khan.html' title='Ajaran Sufi Hazrat Inayat Khan'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8923081036485407084</id><published>2010-07-01T08:24:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T08:25:02.371+07:00</updated><title type='text'>Intisari Bhagavad Gita</title><content type='html'>Bila kau hanya berkarya demi kepentingan pribadi, tak pernah berbagi dan tak peduli terhadap alam semesta yang senantiasa memberi, maka sesungguhnya kau seorang maling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaryalah dengan semangat menyembah. Persembahkan hasil karyamu pada Yang Mahakuasa. Waspadai setiap tindakanmu. Bertindaklah dengan penuh kesadaran. Inilah persembahan yang dapat mengantarmu pada kepuasan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau puas dengan diri sendiri dan tidak lagi mencari kepuasan dari sesuatu di luar diri, maka kau akan berkarya tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang pekerja tanpa pamrih sudah tidak terbelenggu oleh dunia. Jiwanya bebas namun ia tetap berkarya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Bhagavad Gita (Gita Ilahi) adalah naskah kuno berusia 5000 tahun dari tradisi Hindu yang berisi ajaran kebijaksanaan Sri Krishna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8923081036485407084?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8923081036485407084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/intisari-bhagavad-gita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8923081036485407084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8923081036485407084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2010/07/intisari-bhagavad-gita.html' title='Intisari Bhagavad Gita'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6751273041405876986</id><published>2009-12-10T17:28:00.003+07:00</published><updated>2009-12-10T17:28:55.385+07:00</updated><title type='text'>The Sufi Message</title><content type='html'>Sufi, meaning wisdom, is the only hope for the future of humanity. Sufi is Love, and that is the only solution. Hatred and violence have divided us, separated man from man. How can we live under one roof and fight each other all the time? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We must learn to live in harmony. We share one sky and one earth (We are one family, one earth, one sky, one humankind), this is the sufi message. This is the end of all religions, the sum total of all teachings. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are here, on this planet, to learn the lesson of living in harmony (of Union and Unity). The differences among us are unparallel opportunities given us to learn this very art. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is a gift of love from the Greatest Artist.... Look at the creation around you, and you will agree with me that our Beloved is the Greatest Artist. Living is Art. It is only when we live artfully, and in harmony with one and all that we can aspire to meet our Beloved, The Artist. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let there be unity among us. Let us learn our lessons and work together with great energy, with enduring spirit and courage. Let us not find faults in one another, but help each other in overcoming our weaknesses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let there be peace on earth, in the skies above, all around us and beyond us. Let peace prevail in the human hearts, so we can act compassionately and lovingly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let us all realize Love, let us practice Love, let us live in Love, let us fill the space with Love. For there is no energy greater than Love, there is no truth higher than Love, and there is no religion outside of Love. Love is All there is. Love, Love, Love, and only Love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(This is the sufi message of Sheikh Baba, sufi mystic, an ice vendor, a Sufi who made his living by selling ice blocks in the city of Lucknow in India)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6751273041405876986?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6751273041405876986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/12/sufi-message.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6751273041405876986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6751273041405876986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/12/sufi-message.html' title='The Sufi Message'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4530505177852214886</id><published>2009-12-10T17:28:00.001+07:00</published><updated>2009-12-10T17:28:37.109+07:00</updated><title type='text'>Message from Anand Krishna</title><content type='html'>Bagimu, barangkali, sekadar Tanah-Air… Sebidang tanah yang dapat kau jual-belikan, dapat kau gadaikan demi kepingan emas… Dan, air yang tidak perlu kau tahu sumbernya, asal dapat kau minum. Hari ini kau masih memijakkan kakimu di atas tanah ini, besok kau akan memijakkan kakimu di atas tanah yang lain, dan melupakan tanah ini. Hari ini kau masih minum air dari sumur yang satu ini, besok kau bisa memilih sumur yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, Indonesia adalah Ibu Pertiwi. Aku tidak dapat menggadaikan ibu demi surga, demi agama, demi apa saja - apalagi demi kepingan emas yang tak bermakna. Aku lahir “lewat” ibu kandungku, namun yang “melahirkan”ku sesungguhnya Ibu Pertiwi. Bagiku, Dialah Wujud Ilahi yang Nyata sekaligus Tak-Nyata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kukatakan sebelumnya, mengabdi kepada-Nya adalah bagian dari Imanku… Sekarang harus kuralat pernyataanku tadi. Mengabdi kepada-Nya, kepada Ibu Pertiwi, itulah imanku, satu-satunya imanku. Itulah agamaku, itulah kepercayaanku. Engkau yang masih mencari surga, kenikmatan surgawi. Kuucapkan selamat kepadamu. Bagiku, pengabdian kepada Ibu Pertiwi, itulah surga. Itulah kenikmatan yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembah Sujudku pada-Mu, Ibu Pertiwi..&lt;br /&gt;Bende Mataram, Bende Mataram …&lt;br /&gt;(Anand Krishna, pendiri National Integration Movement)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4530505177852214886?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4530505177852214886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/12/message-from-anand-krishna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4530505177852214886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4530505177852214886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/12/message-from-anand-krishna.html' title='Message from Anand Krishna'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6215698714012160830</id><published>2009-12-10T17:27:00.000+07:00</published><updated>2009-12-10T17:28:13.846+07:00</updated><title type='text'>Quotes of Today</title><content type='html'>Spiritualitas seseorang haruslah dinilai dari kemampuannya untuk menjinakkan dan mengendalikan pikiran.&lt;br /&gt;(Tenzin Gyatso, 14th Dalai Lama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bersemayam dalam diri yang mengasihi &lt;br /&gt;(Sri Sathya Sai Baba, hindu mystic)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan hidupmu seperti bunga mawar, ia berbicara lembut dalam bahasa keharuman &lt;br /&gt;(Sri Sathya Sai Baba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berisik, jangan banyak bicara, jadilah seperti bunga, tidak berisik, tidak banyak bicara. Ia menyampaikan pesannya dalam bahasa keharuman.&lt;br /&gt;(Baba Nanak, sufi mystic)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepunyaan Allah timur dan barat, maka kemana saja kamu menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (Rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;(Al Quran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaryalah demi tugas dan kewajiban, bukan demi surga, apalagi demi kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;Janganlah kau merisaukan hasil akhir, tak perlu memikirkan kemenangan ataupun kegagalan. &lt;br /&gt;Dengan jiwa seimbang dan tak terikat pada suka maupun duka, berkaryalah dengan penuh semangat. &lt;br /&gt;(Bhagavad Gita)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6215698714012160830?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6215698714012160830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/12/quotes-of-today.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6215698714012160830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6215698714012160830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/12/quotes-of-today.html' title='Quotes of Today'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-1826153305813363498</id><published>2009-11-28T12:46:00.000+07:00</published><updated>2009-11-28T12:47:32.078+07:00</updated><title type='text'>Gus Dur-The Man of God</title><content type='html'>Saya ingin sedikit mencuplik sebagian dari kehidupan Gus Dur yang saya kutip dari buku Biografi Gus Dur yang ditulis oleh Greg Barton dan diterbitkan oleh LKiS tahun 2002. Entah mengapa di saat banyak orang mencaci maki tokoh ini, saya tetap tidak terpengaruh dan bagi saya beliau adalah unik. Berikut adalah beberapa kutipan dari tulisan Greg Barton yang saya anggap sangat menarik sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia gemuk, atau agak gendut. Perutnya yang sedikit buncit seperti perut Budha hampir-hampir menonjol keluar membuat kemeja batik murahnya tidak bisa terkancingkan di bagian itu. Pada akhir tahun 1980-an ia mengenakan kacamata berwarna hitam yang agak tidak pas, dengan pinggir yang tebal. Mata kirinya hampir tertutup sempurna dan bahwa penglihatan mata kanannya juga tidak terlalu baik. Jelas Gus Dur bukanlah seorang fotogenik. Giginya tidak rata dan agak kuning. Rambutnya hitam berombak dan tidak tersisir rapi. Tahun-tahun berikutnya saya memotretnya berpuluh atau bahkan mungkin beratus kali, namun hampir tidak ada potretnya yang bisa menggambarkannya dengan pas. Ada sesuatu mengenai kehadirannya yang bagai magnit tetapi jarang sekali dapat terekam dalam potret. Foto-foto Gus Dur yang terbaik selalu adalah foto-foto yang menggambarkan dirinya sedang tertawa. Meskipun penampilannya sederhana, kehadirannya selalu menyita perhatian. Ia bukanlah seorang yang mengesankan--malah justru sebaliknya--tetapi kehangatan yang terpancar dari dirinya yang santai, sikapnya yang bergairah, ditambah dengan rasa humornya yang tinggi dan kecerdasan berpikirnya merupakan alasan mengapa saya menyukainya.    &lt;br /&gt;...........................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kekurangan uang, demikian kenang Nuriyah, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu agar dapat menutupi kekurangan  itu. Saat itu, terpikir olehnya untuk menjual makanan kecil di rumahnya. Bukankah ada ribuan pelajar di Jombang? Ia memilih menjual ’kacang tayamum’, yang dibuat dengan menggoreng kacang tanah di pasir panas. Setiap malam, ia dan suaminya duduk di meja dapur untuk menyiapkan kacang tayamum ini untuk keesokan harinya. Gus Dur memasukkan kurang lebih 25 butir kacang ke tiap kantong plastik sementara Nuriyah menutupnya dengan cara menggerakkan bagian atas kantong plastik tersebut di atas lilin yang menyala. Setelah itu mereka menyiapkan es lilin. Ibu Gus Dur memberikan kepadanya skuter Vespa. Gus Dur menggunakan skuter ini untuk mengantar 15 termos es yang diisi penuh dengan es lilin ke tempat-tempat strategis di segenap kota. Es lilin ini cepat menjadi populer dan dikenal sebagai “Es Lilin Gus Dur”.&lt;br /&gt;...........................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir Gus Dur di istana tampaknya biasa-biasa saja. Pada pagi hari, pendeta-pendeta Budhis datang berkunjung mengawali serangkaian kunjungan oleh pemimpin-pemimpin agama dan umatnya. Kemudian datang pemimpin-pemimpin Islam. Mereka mendoakan kesejahteraannya. Yang lebih mengejutkan adalah kedatangan seorang pekerja biasa yang beragama Kristen. Dengan suara bergetar, ibu ini membacakan sesuatu dari Injil dan kemudian meletakkan tangannya pada diri Gus Dur seraya mendoakannya. Akhirnya ia memoleskan minyak di dahi Gus Dur (sebenarnya bukan minyak, tetapi minyak wangi yang bermerek “Eternity” [keabadian]). Kemudian Gus Dur duduk untuk terakhir kalinya di ujung ruang dansa yang luas di tengah istana. &lt;br /&gt;...........................................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-1826153305813363498?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/1826153305813363498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/11/gus-dur-man-of-god.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/1826153305813363498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/1826153305813363498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/11/gus-dur-man-of-god.html' title='Gus Dur-The Man of God'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-113985559099420076</id><published>2009-09-25T10:09:00.000+07:00</published><updated>2009-09-25T10:10:35.300+07:00</updated><title type='text'>Kemiskinan di Indonesia</title><content type='html'>Sungguh sangat mudah bagi seorang pejabat untuk mengatakan, “ikhlas, sabar…” rakyat memang mesti ikhlas, harus sabar. Bagaimana dengan para pejabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persilahkan seorang wakil rakyat yang mewakili rakyat berdiri bersama rakyat yang memilihnya – apakah ia mewakili kemiskinan, kemelaratan dan kekurangan juga? Lihat penampilan wakil rakyat dan lihatlah penampilan rakyat yang memilihnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mesti diikhlaskan, apa yang mesti ditanggapi dengan sabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan di Indonesia bukanlah kutukan Allah, sehingga rakyat mesti berdoa bersama setiap kali ada bencana, musibah, atau apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh mismanagement yang terjadi. Bangsa yang memiliki sumber alam yang berlimpah- masih harus menjadi jongos di negerinya sendiri- sungguh sangat ironis, tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, lihat apa yang terjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Banyak aset Negara sudah berpindah tangan menjadi milik Negara asing. Tidak hanya yang kurang menguntungkan, tetapi juga yang sangat menguntungkan - bahkan memiliki prospek yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Telekomunikasi adalah bidang yang sangat prospektif – saat ini hampir seluruh sektor dikuasi entah oleh Singapura, atau oleh Malaysia. Bahkan, pemain baru Saudi pun sudah ada. Begitu juga dengan sektor perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Para pengusaha kita lebih suka jadi calo dan jual ijin – daripada mengelola perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Industri kita dihancurkan oleh para pengusaha dari luar, yang saat ini malah memasuki sektor ritel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5. Dari pakaian, bolam lampu, hingga sayur-mayur pun diimpor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6. Raksaksa Cina dibiarkan menghancurkan seluruh infrastruktur industri lokal dengan diperbolehkan mengekspor apa saja, termasuk sayur-mayur dengan harga dumping. Ini jelas-jelas dapat dikategorikan sebagai unfair trade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7. Para politisi selama 2 tahun terakhir ini sudah memikirkan pemilu 2009. Kesejaterahan rakyat sudah tidak terpikir sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    8. Para pejabat yang jelas-jelas korup, perusahaan milik keluarganya tidak berjalan dengan baik sebelum mereka menjadi pejabat dan kemudian tiba-tiba berkat “lampu wasiat aladin jabatan” menjadi sehat – dibiarkan tetap berada dalam kabinet. Padahal, ulahnya sudah jelas-jelal menyusahkan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    9. Wakil rakyat lebih suka mengurusi dan membicarakan RUU yang tidak berguna, daripada memikirkan nasib Negara dan keutuhan wilayahyang sudah terancam oleh ulah bupati yang menggolkan perda-perda yang tidak sesuai dengan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ini terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi, Kolusi, Nepotisme – semuanya terjadi karena satu alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah tidak lagi memiliki hubungan batin dengan Ibu Pertiwi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita pun membiarkan Bunda Pertiwi diperkosa berulangkali – di depan mata kepala kita sendiri. Perhiasannya dilucuti, harta bendanya dicuri. Kita berdiri diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, kita ingin memerangi Kemiskinan, maka mau-tak-mau mesti memulainya dengan menghubungkan kembali diri kita dengan Bunda Pertiwi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Negara bukanlah Tanah-Air saja – tetapi adalah Ibu kita. Hubungan kita dengan negeri ini mesti didasari oleh ikatan batin. Setiap anak bangsa mesti mencintai negeri ini sebagaimana ia mencintai ibu kandungnya sendiri. Bahkan lebih dari itu, karena Bunda Pertiwi adalah Bunda Agung yang memberi kehidupan kepada seluruh bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Sistem Pendidikan kita mesti diperbaiki, sehingga dapat menghasilkan anak-anak yang tahan banting dan tidak malas-malasan. Para pejabat yang berkuasa saat ini adalah hasil dari sistem pendidikan yang keliru yang lebih banyak memikirkan kulit luar agama, dari pada keagamaan. Adalah tidak cukup bila seseorang beribadah secara teratur, kepedulian dia terhadap sesama adalah tolak ukur keagamaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Koperasi mesti dihidupkan kembali.  Kita tidak membutuhkan corporations, tetapi co-operation untuk itu, instansi yang terkait harus menyelenggarakan kursus-kursus untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Demokrasi memang tidak bisa ditawar lagi. Kendati demikian, Integrasi Negara mesti berada di atas segala agenda yang lain. Apa arti demokrasi, bila integrasi Negara terancam? Otak para teroris masih berkeliaran bebas, berkat siapapun jua, adalah bukti nyata akan ketidakberhasilan demokrasi.  Demokrasi yang tidak bertanggung jawab adalah bencana bagi Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5. Landasan Negara, Pembukaan UUD ’45 dan Motto Negara, Bhinneka Tunggal Ika – Mesti dinyatakan FINAL. Dan tidak boleh di gugat-gugat lagi oleh siapapun jua. Sehingga,  ketertiban dan keamanan Negara terjamin dan bisa menarik lebih banyak investor dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6. Kementrian yang sudah uzur dan tidak berguna, malah merepotkan, seperti Departemen Agama mesti dibubarkan. Urusan Haji ditangani oleh komisi dibawah Deplu. Ini akan menghemat anggaran Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7. KTP kita dibebaskan dari beban Kolom Agama, sehingga tidak terjadi diskriminasi seperti yang masih terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.aumkar.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-113985559099420076?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/113985559099420076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/kemiskinan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/113985559099420076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/113985559099420076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/kemiskinan-di-indonesia.html' title='Kemiskinan di Indonesia'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5676841483512287507</id><published>2009-09-25T10:06:00.000+07:00</published><updated>2009-09-25T10:07:48.643+07:00</updated><title type='text'>Emansipasi Menghina Kaum Perempuan</title><content type='html'>Karena, dalam banyak hal perempuan lebih hebat daripada laki-laki. Emansipasi, justru, merendahkan martabat dan membuatnya setara dengan laki-laki. Emansipasi menjadikan “Laki-laki” sebagai tolok ukur. Ini satu kata yang kotor, karena ini tidak memperhitungkan potensi seorang perempuan. Standar dan martabat perempuan, keduanya tak pernah disadari. Kaum perempuan dibuat, dan lebih dipaksa untuk memenuhi tolok ukur kaum lelaki. Pertanyaannya adalah : Untuk apa? Kenapa seorang perempuan&lt;br /&gt;harus berjuang untuk memenuhi tolok ukur itu? Bukankah ia memiliki tolok ukurnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang spiritual “Perempuan dan Lelaki adalah sama”. Di sana pertanyaan emansipasi tak pernah muncul. Pada titik itu, masalah tolok ukur, status juga tak relevan. Dan tak berguna untuk dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa melampaui semua pembahasan dan penjelasan. Ini tak butuh persetujuan ataupun penyangkalan. Ini adalah ini. Dan Ini Utuh dalam Dirinya sendiri. Tak ada perdebatan di sana, tak ada apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, kita perlu mendiskusikan sesuatu, tapi bukan yang tak ada apa-apa melainkan jiwa dalam bentuknya yang paling kasat. Ya…kekasatannya yang kita bisa diskusikan di sini. Dalam bentuknya yang halus, jiwa-jiwa mereka, lelaki dan perempuan tetaplah sama. Mereka tak beda. Tapi dalam bentuknya yang kasat, mereka sama sekali berbeda. Kekasatanlah yang membuat perbedaan. Dan, kita harus menatap tajam guna menembus kekasatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengatakan bahwa perempuan lebih hebat dari lelaki di beberapa bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, aku coba juga mengatakan bahwa di beberapa bidang tlain lelaki juga lebih hebat dari perempuan. Ada wilayah di mana perempuan lebih hebat, dan ada wilayah di mana lelaki lebih hebat. Masing-masing unik. Masing-masing memiliki kualitas tertentu. Yang membuat mereka saling mengisi satu sama lain. Itu pula yang membuat perempuan dan lelaki saling melengkapi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pertama kali mari kita tinggalkan debat tentang superioritas dan inferioritas. Perempuan tak lebih rendah ketimbang lelaki, dan sebaliknya lelaki tak lebih rendah dari perempuan. Masing masing superior - dalam pembawaannya masing-masing, di wilayah mereka masing-masingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena aku menulis tentang perempuan, maka dalam artikel ini aku akan menegaskan pada diriku sendiri bahwa perempuan memang lebih hebat dan aku akan mendiskusikan tentang lelaki hanya jika memang dibutuhkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita kembali ke pokok bahasan “kekasatan” tadi yang menjelaskan kenapa perempuan lebih hebat dalam banyak hal…pertama, mari kita periksa otaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Ini ilmiah, lebih spesifiknya, secara bilogis, terbukti kini bahwa otak bagian depan perempuan lebih besar ketimbang yang dimiliki lelaki. pada kaum perempuan, bagian ini lebih cepat dewasa ketimbang lelaki. Menariknya lagi, bagian ini berkaitan dengan kemampuan untuk melatih Pengendalian-Diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mengacu pada kitab-kitab suci, Veda, Tao, Buddhis, Jain, Kristiani, dan Islam, apapun - mereka semua sepakat bahwa “Pengendalian Diri” adalah “Kebajikan Tertinggi“. Sayang sekali terjadi pula kesalahpahaman dan juga mispersepsi tatkala seseorang mengutip kitab-kitab suci yang sama untuk membuktikan inferioritas perempuan dan meletakkannya di bawah telapak kaki lelaki. Asumsi semacam itu adalah pernyataan yang paling awal, umum dan universal ditemukan di semua kitab-kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dengan menggunakan keunggulan yang satu ini, perempuan bisa menjadi pemimpin yang lebih baik, mereka bisa mencapai ketinggian yang tak berbatas. Dan, kabar baiknya adalah, mereka bisa mewujudkannya lebih awal dan cepat ketimbang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Amydala dalam otak perempuan membuatnya lebih kalem dan tak gampang marah, dan yang terakhir yang perlu diingat,&lt;br /&gt;   2. Bagian Insula di otak, yang memang lebih besar dan aktif, membuat mereka lebih intuitif. Tak seperti lelaki, perempuan dapat menyingkap tabir Kebenaran secara utuh, sehingga tak perlu repot bekerja dengan aneka fakta dan data yang terpisah-pisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dapat menjadi hakim yang lebih baik, advokat dan pengacara handal, mereka lebih baik dalam pekerjaan di mana kemampuan pengambilan keputusan amatlah penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kurang berotot, makanya tentu saja tak cocok menjadi kuli ataupun tukang angkut barang. Pekerjaan semacam itu biarlah untuk lelaki. Tak masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kurang menggunakan rasio, ia bukan seorang filsuf, makanya seorang pria menjadi Plato dan Socrates. Tak masalah juga. Perempuan lebih perasa, perasaanya lebih peka, mereka bisa mencintai dengan lebih baik - dan itulah yang dunia kita saat ini butuhkan. Itulah yang dibutuhkan tiap saat. Perempuan mampu memenuhi kebutuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kromosom perempuan X-X, 23-23 - ia lengkap, utuh.&lt;br /&gt;Lelaki X-Y, 23-22 - ia kurang satu kode. Kita ketahui bersama bahwa kromosom “X” dalam diri pria diwarisinya dari Ibu. X adalah energi feminin, yang membuat kita berkembang. Seorang lelaki tak bisa exist tanpa X, ia tak bisa exist hanya dengan Y-Y. Sedangkan perempuan bisa tetap exist tanpa kehadiran Y, ia dapat exist hanya dengan X-X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acapkali ada seorang perempuan di belakang seorang pria yang sukses.&lt;br /&gt;Dan, ini alamiah sekali - karena perempuan adalah personifikasi dari Kekuatan. Dalam tradisi Vedanta, ia di sebut Shakti. Dan, Shakti berarti Energi, Daya, Kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan mereka terletak pada kelembutan dan kehalusannya, yang membuatnya penuh rasa kasih dan empati. Perempuan merupakan perawat yang telaten. Mereka bisa merawat dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang Ibu ia menjaga dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;Sebagai seorang adik atau kakak perempuan, ia memberi dukungan.&lt;br /&gt;Sebagai seorang istri atau kekasih, ia menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya-tanya apakah mereka yang ingin meletakkan perempuan di telapak kaki laki-laki cukup sadar dan paham akan fakta-fakta semacam ini. Dan bisa jadi inilah sebab utama kenapa mereka berupaya menindas perempuan, menjadikannya berada di bawah subordinasi lelaki. Karena mereka tahu bahwa mereka tak bisa bertahan dalam persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa negara perempuan dibelenggu karena alasan semacam itu. Mereka tak diijinkan bergerak bebas dan berkembang. Mereka ditempatkan di balik pintu yang terkunci rapat, di bawah kerudung tertutup. Mereka dibentengi dengan 4 tembok tebal. Betapa menyesakkan! Sayangnya, beberapa perempuan mulai percaya bahwa memang itulah takdirnya. Ini amat memalukan. Memalukan bagi yang percaya dan bagi kita yang membuat mereka mempercayai hal tersebut. Tak ada kejahatan yang lebih besar dari tindakan semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan harus tahu kekuatan mereka. Mereka harus memahami peran mereka dalam menentukan takdir dunia, masa depan dunia. Mereka bukanlah makhluk yang tak berdaya yang hanya bisa hidup dari belas kasihan lelaki. Mereka berada di dunia ini untuk sama-sama berbagi dan menghadapi segala tantangan hidup serta berpartisipasi dalam evolusi kemanusiaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini bukan hanya milik lelaki.&lt;br /&gt;Ini milik semua lelaki dan perempuan. Dunia ini milik semua binatang melata di darat dan burung-burung di udara. Seorang perempuan, yang tak menyadari hal ini, tak menghargai Tugas dan Peran yang dianugerahkan oleh Sang Keberadaan sendiri - Ini menghina derajat kaum perempuan. Dan, perempuan semacam ini tak bisa ditolong. Tapi, seorang perempuan sejatinya memang tak membutuhkan pertolongan sama sekali. Ia mampu mengangkat dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berhentilah berjuang untuk emansipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa itu tak berarti dan tiada berguna. Keperempuanmu sudah menjadi milikmu/takdirmu. Tak ada yang perlu diperjuangkan/direbut. Dan, keperempuanan adalah kekuatanmu. Kamu sudah kuat. Yang diperlukan hanyalah kesadaran, jadilah sadar akan kekuatanmu. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Terjemahan oleh Nunung)&lt;br /&gt;Sumber: www.aumkar.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5676841483512287507?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5676841483512287507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/emansipasi-menghina-kaum-perempuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5676841483512287507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5676841483512287507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/emansipasi-menghina-kaum-perempuan.html' title='Emansipasi Menghina Kaum Perempuan'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4451475394792780937</id><published>2009-09-25T10:04:00.002+07:00</published><updated>2009-12-10T17:31:28.372+07:00</updated><title type='text'>Agamamu, Agamaku, Agama-Agama Kita</title><content type='html'>“Dibuat khusus untuk Jurnal Edukasi - Alternatif Wacana Pendidikan, Volume IV, Nomor 1, April 2007 ”&lt;br /&gt;- Sebuah Renungan Spiritual, Bukan Tulisan Ilmiah - (www.oneearthmedia.net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God is too Big&lt;br /&gt;to be contained in one single container.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dirasakan oleh sekuntum bunga yang baru saja mekar? Bahagia…. Kebahagiaan yang tak terjelaskan lewat kata-kata. Itulah pertama kalinya ia mengalami sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang tak akan dialaminya lagi. Sesuatu yang terjadi hanya “sekali” saja. Ia bersuka-cita, ia menari dan menyanyi riang….. Ia mengumpulkan para sahabat dan kerabat untuk berbagi berita baik itu dengan mereka: “Lihat, lihat…. Aku telah mekar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi, How did it happen?&lt;br /&gt;Entah apa yang terjadi, entah bagaimana….. Ia berusaha untuk mejelaskan, tetapi tidak mampu. Ketika Kabir, mistik sufi asal India Utara itu ditanya, “Apa yang kau rasakan saat itu?” Ia menjawab, “Kulihat sungai Ganga yang berbada lebar itu terbakar, dan ikan-ikannya memanjat pohon!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanak, yang kelak akan dikaitkan dengan agama Sikh, salah satu diantara agama-agama baru yang berusia dibawah enam abad, menjawab dengan cara lain: “Aku melihat langit terbelah, dan turun hujan cahaya….. Cahaya Murni!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, mereka pun menyadari bahwa pengalaman mistik mereka tidak berarti apa-apa jika tidak bermanfaat bagi orang lain. Maka, terpaksa, mereka berusaha untuk meng-“akal”-kan sesuatu yang sungguhnya berada diluar akal, supaya kita dapat memahaminya. Supaya “masuk-akal” kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama, dan kitab-kitab suci,” kata Murshidku, Sheikh Baba, seorang tukang es di Lucknow (Pusat Peradaban Islam di India Utara), “adalah hasil upaya seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, “Agama dan kitab-suci adalah sarana, bukan tujuan. Gunakan mereka sebagai pemicu untuk memicu kesadaran di dalam dirimu. Untuk memicu kehausan dan kerinduan di dalam dirimu. Untuk apa? Untuk mengalamai sendiri apa yang dialami oleh para rasul, para sufi, juga para yogi, para suci dan mistik dari semua agama, semua tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kau menganggap agama dan kitab suci sebagai tujuan, kau akan menduakan Allah. Itulah yang dilakukan banyak orang saat ini. Tujuan adalah Allah. Dari-Nya kita berasal, kepada-Nya kita kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang agama seperti inilah yang menjadikan agama Berkah atau Rahmat bagi Alam Semesta. Tafsir ini menjadikan agama Jalan Raya, Jalan Tol yang dapat dilalui siapa saja, kapan saja…. Jalan bebas hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara atau menulis tentang agama, atau tepatnya “pemahamanku tentang agama”, aku tidak dapat tidak mengutip Guruku, Murshidku, Sheikhku. Segala apa yang kumiliki saat ini hanyalah karena berkahmu, Guru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah penjual es, miskin materi, berpakaian compang-camping, robek sana, robek sini yang kemudian disulam dengan rapi oleh keponakannya….. Tidak seperti para ustad muda jaman kita yang sering muncul di layar teve. Tata Rias oleh ……. Busana oleh …….. Tepuk Tangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, setting panggung dan busana penuh gemerlap itu jarang menunjukkan kegemerlapan hati sebagaimana pernah kusaksikan dalam diri Murshidku. Seorang tukang es, penjual es balok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang remaja dari keluarga Hindu menyampaikn niatnya untuk “masuk Islam”, ia pun tertawa: “Kata siapa kau belum masuk Islam? Ingat, Penyerahan Diri dan Kedamaian Hati itulah Islam. Penyerahan Diri terhadap Kehendak Ilahi dan Kedamaian Hatimu sendiri – dan, kau, nak, memiliki keduanya. Kau sudah menyatakan niatmu untuk masuk Islam, dan Allah telah mendengar niatmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi,” nah ini yang luar biasa, yang barangkali jarang didengar di negeri kita, “janganlah sekali-kali menymbongkan dirimu sebagai Muslim. Biarlah Allah yang menentukan apakah Penyerahan Dirimu sudah sampurna atau tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin lebih dekat denganmu, Guru!” remaja itu masih ngotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau sudah dekat dengan Allah.&lt;br /&gt;Tugasku selesai sudah. Dengar nak, aku pun, hingga saat ini masih ber-jihad untuk menjadi seorang Muslim. Aku pun masih menunggu fatwa-Nya apakah aku diterima sebagai Muslim atau tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad, bagi Guruku, berarti Koshish dalam bahasa Urdu, To Strive, To Struggle, bukan To Fight, “Jihad berarti ‘Berupaya dengan Sungguh-Sungguh’. Jihad bukan berantam, bukan berkelahi,bukan mencaci-maki, apalagi membunuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggunakan bahasa sederhana, bahasa populer, bahasa gaul untuk jaman itu….. maklum, umunya para murid adalah remaja, anak-anak muda….. dan, yang termuda, yang baru berusia 11-12 tahun, seorang anak yang berasal dari Solo, Jawa-Tengah, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi, ada juga ayat yang mengatakan bahwa di yang diridhai Allah hanyalah Agama Islam.” Murid yang paling tua, berusia 30-an tahun, mengingatkan sang Guru akan satu ayat dari kita yang memang bunyinya kurang-lebih begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru tersenyum, “Bukan diridhai, tidak ada istilah ridha dalam ayat itu. Ridha itu bahasa Arab, dan Al-Qur’an dalam bahasa Arab. Jika memang Allah ingin menggunakan istilah ridha, Ia akan menggunakannya. Aku memaknai, memahami ayat itu seperti ini: Bagi Allah yang ada hanyalah Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah meng-klaim sebagai penafsir Kitab Suci, “Siapakah kita ini hingga dapat menafsirkan Firman Allah? Kita hanya dapat memahami Firman-Nya sesuai dengan tingkar kesadaran kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab itu,” ia pun selalu menasihati kita, “janganlah sekali-kali merasa sudah ‘khatam’, sudah selesai dengan kitab-sucimu. Kitab-kitab suci bukan untuk dibaca seperti buku-buku umum lainnya. Kita-kitab suci harus diulangi. Terus-menerus, sepanjang hidupmu….. karena, setiap kali kau membacanya, jika kesadaranmu telah meningkat, kau akan memperoleh makna baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu pula, beliau selalu menganjurkan kita untuk membaca kitab-suci, bahkan mengaji dalam bahasa Urdu, salah satu dari sekian banyak bahasa nasional India, “Karena, dengan cara itu kalian dapat lebih memahami arti kitab suci.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis-majelis ulama di India maupun Pakistan tidak mengharamkan pengajian dalam bahasa Urdu, bahakan bahasa daerah lainnya. Sehingga, seperti yang dikatakan oleh Guru, “Kalian tidak seperti burung beo, hanya menghafal saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, Guru, untung kau lahir di India.&lt;br /&gt;Kalau lahir di Indonesia, barangkali sudah diperkarakan oleh mereka yang merasa lebih tahu dan memonopoli ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada beliau, “Ya, di mata Allah yang ada hanyalah satu, yaitu Islam. Dan, semua Nabi adalah Muslim. Hazrat Isa yang ajarannya menjadi inspirasi bagi agama Masihi, Hazrat Musa yang syariatnya menjadi agama Yahudi – mereka semua adalah Muslim. Tanpa kecuali. Bahkan, nabi-nabi lain, dari tradisi-tradisi lain yang tidak disebut dalam Al-Qur’an. Karena, Allah pun berfirman bahwa tidak semua nabi dijelaskan lewat Al-Qur’an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengartikan Islam sebagai “sifat dari agama”. Dan, “sifat”-nya itu satu. “Seperti,” Beliau jelaskan, “gula hanya memiliki satu sifat, ‘Manis’. Itu saja. Apapun bahan baku yang digunakan untuk membuat gula, jika tidak manis, ya bukan gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Din adalah sifat Mazhab.&lt;br /&gt;Din adalah Keagamaan, inti sari agama, agama yang dilakoni, dijalankan. Mazhab adalah wahananya, alirannya. Yang mengalir adalah Air Kehidupan Din. Mazhab adalah agama, aliran. Din adalah keagamaan, air yang mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apapun Mazhabmu,&lt;br /&gt;Jika kau menjalankannya dengan baik, maka kau telah menemukan Din. Dan, Din itulah yang diperhatikan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agak tidak tepat jika Din diartikan sebagai agama.&lt;br /&gt;Karena, ketika Al-Qur’an diterima oleh Kekasihku,” Ya, ‘Kekasihku’, atau Mere Mehboob dalam bahasa Urdu, dengan julukan itulah beliau sering menyebut Rasul Allah, Muhammad yang kumuliakan…… “saat itu sudah ada agama Masihi, ada agama Yahudi, ada kelompok-kelompok lain pula. Kendati demikian, Firman Allah jelas dan tegas bahwa Isa yang dijunjung tinggi oleh kelompok Masihi, dan Musa yang dijunjung tinggi oleh kelompok Yahudi, adalah Muslim, Nabi. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang rendah. Semua Nabi, semua Rasul sama adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Din adalah ‘laku-agama’, perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Dan, ajaran agama sungguh sangat luas, tidak dapat dijadikan monopoli salah satu kelompok. Maka, Allah pun menasihati kita supaya melakoni agama sesuai degan kesadaran kita, dan membiarkan orang lain melakoninya sesuai dengan kesadaran dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh sangat tidak bijak jika kita mengharuskan seorang anak yang baru berusia 5 tahun untuk melakoni agama dan memahami ajaran agama sebagaimana dilakoni dan dipahami oleh seorang dewasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, pemahaman agama seperti itu terasa “oke-oke” saja. Masuk akal sih, walau usia saya baru 11-12 tahun. Beberapa tahun kemudian, kembali ke Indonesia, saya baru sadar betapa revolusionernya pemahaman Guruku, Murshiduku, Sheikhku…. Waheguru, Wah Guru, Engkau sungguh hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain kesempatan ia merestui perkawinan antara dua orang muridnya yang beda agama. Perkawinan seperti itu memang tidak dilarang oleh konstitusi negara India, kendati sebagian masyarakat masih belum dapat menerimanya. Saat itu, seorang murid lain berkomentar, “Baba, bagaimana jika kelompok fundamental menyerangmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, kelompok fundamental….&lt;br /&gt;Apa benar mereka fundamental? Jika benar fundamental, mereka tidak akan menyerang. Karena mereka tahu persis ketika Mere Mehboob kawin dengan Khadija, ritual Agama Islam pun belum ada. Perkawinan mereka itu sesuai dengan ritual agama yang mana? Apakah perkawinan mereka tidak sah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, yang dapat menyerang saya bukanlah kelompok fundamental. Tetapi, segerombolan orang-orang yang belum memahami agama. Kasihan. Ya, mereka patut dikasihani. Aku akan menerima serangan mereka, dan akan berusaha untuk menjelaskan sebatas kemampuanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bukanlah seorang Guru yang suka memasang senyuman plastik. Ketika gusar, ia tidak berusaha untuk menyembunyikan kegusarannya. Seperti ketika ia menghadapi teman-teman dari kelompok Wahabi yang meneruskan sekte Hambali yang alot, keras, kaku. Mereka mengaku sebagai satu-satunya kelompok dalam Islam yang masih setia pada Al-Qur’an dan Hadis. Mereka tidak relah jika ada yang melakukan ijtihad dan berusaha untuk memahami ayat-ayat suci sesuai dengan kesadarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah kelompok yang selalu berseberangan dengan Cak Nur, Gus Dur, Cak Nun, Dawam, Ma’rif. Mereka selalu membela para penjahat dan teroris seperti Amrozi, Samudra dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mereka, Sang Guru mengatakan , “Janganlah hidup dalam ilusi seolah dengan memelihara janggut seperti nabi, atau berjubah seperti beliau – kalian sudah cukup Islam. Berakhlaklah seperti beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi mengangkat pedang hanya untuk melawan kezaliman, demi kebebasan dan kemerdekaan….. Apa yang kalian lakukan? Setiap tahun mengejar teman-teman kita dari kelompok Shi’a. Tidak pernah berhenti sebelum jatuhnya korban, sebelum ada nyawa yang melayang. Mencaci-maki kelompok-kelompok lain. Kalian adalah Daag pada wajah Islam.” Daag dalam bahasa Urdu berarti “Noda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1960-an memang masih sering terjadi pertikaian antara kelompok Shi’a dan Sunni, khususnya menjelang hari berkabung bagi kelompok Shi’a dimana mereka memperingati kematian Hassan dan Hussein, cucu Nabi, Mere Mehboob, Kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau, Guruku, sungguh merupakan ensiklopedi kebijakan. Suatu ketika ia menjelaskan, “Nabi kita begitu rendah hati, begitu sopan, santun, sehingga siapapun yang datang kepada-Nya, ia akan berkata, ‘Doakanlah diriku, keluargaku, sahabatku’…. Padahal, bukanlah beliau yang membutuhkan doa kita. Kitalah yang membutuhkan doa beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang, apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Telah menjadi kebiasaan kita untuk setiap kali mendoakan beliau. Tidak apa, baik-baik saja. Asal kita tidak menjadi sombong, tidak menjadi angkuh seolah beliau membutuhkan doa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tisak, beliau tidak membutuhkan doa kita.&lt;br /&gt;Kitalah yang membutuhkan doa beliau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kemudian, ia pun selalu mengingatkan kita, “Janganlah kalian membingungkan teman-teman yang belum siap untuk pelajaran ini. Mereka yang belum siap dengan materi yang kita dapatkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam setiap tradisi, dalam agama manapun, kita selalu diingatkan supaya tidak melemparkan mutiar kepada kawanan babi. Bhagavad Gita pun mengatakan, janganlah menyebarluaskan ajaran ini di tengah masyarakat yang belum siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Babi diberi mutiara, apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Ia tidak tahu nilai mutiara, ia memakannya, keselek, dan ia tidak dapat benapas. Ia gusar dan akan menyerangmu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan mutiara kepada mereka yang mengerti nilai mutiara. Kepada mereka yang mengapresiasinya. Kepada mereka yang akan menghargainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang yang memiliki pengetahuan dan tidak berbagi dengan orang lain yang siap untuk menerimanya, adalah seorang kikir, pelit. Berbagilah dengan mereka yang siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan ada dimana-mana, di Barat dan di Timur, di Selatan dan di Utara. Wajah-Nya ada dimana-mana, tetapi untuk pemusatan kesadaran kita membutuhkan kiblat…. maka, dalam setiap agama ada kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jagalah tali persahabatan dengan sesama manusia….. ya, dengan mereka yang berjiwa manusia, bukan berbadan manusia saja……” Beliau selalu menasihati kita untuk menjauhi mereka yang hanya berbadan manusia. Tidak perlu membenci mereka, hanya menjauhi saja, “Karena, kehewanian mereka bagaikan penyakit menular. Nanti, pada suatu ketika, jika kau sudah memiliki kemampuan untuk mengobati mereka, silakan mendekati mereka…. Tetapi, jangan dulu, jangan sekarang…. Kemampuan seperti itu belum ada dalam diri kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Din, atau melakoni agama, menjalani ajaran agama, bagi beliau adalah proses seumur hidup, “Jika kau menganggap dirimu sudah menjadi Ulama, sudah memiliki Ilmu – maka kau akan mati dengan ilmumu itu. Segitu-gitu saja yang kau miliki. Kau tidak akan berkembang lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang Ulama Sejati tidak pernah berhenti menggali diri…. Ia menemukan pemahaman-pemahaman baru dalam dirinya, bukan saja dengan membaca ulang kitab suci, tetapi dengan memahami ayat-ayat Allah yang bertebaran di alam semesta. Dimana-mana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Ayat-Ayat Allah bertebaran dimana-mana, “Ada yang dirangkum dan ditulis, dicetak…. Kita menyebutnya Al-Qur’an, Bacaan Mulia. Ada yang menyebutnya Bhagavad Gita, Nyanyian Mulia. Ada pula yang menyebutnya Injil, Berita Mulia. Semuanya mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku percaya,” lanjut Guruku, “bahwa semua itu berasal dari Satu, dari Allah. Semuanya, tanpa kecuali, berasal dari Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu, aku pun sering mempersoalkan teman-teman Hindu yang kuanggap memuja berhala….. Tetapi, kemudian kupahami bahwa apa yang kuanggap berhala, adalah kiblat mereka. Mereka menggunakan semua itu sebagai sarana untuk memusatkan kesadaran mereka, sebagaimana aku menggunakan kaligrafi, bahkan gambar Mekah Shariff sebagai sarana untuk pemusatan kesadaranku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bekal pemahaman agama seperti inilah aku kembali ke negeri asalku, ke tanah air, ke Indonesia….. dan, awal-awalnya masih oke….. tetapi, lambat-laun, pemahaman agama yang berkembang disini sungguh membingungkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama tidak lagi menjadi sarana.&lt;br /&gt;Agama disejajarkan dengan Tuhan, dianggap absolut. Begitu pula dengan kitab suci…. Dan, yang lebih celaka lagi, Manusia Indonesia, oleh lembaga yang merasa paling kompeten, tidak lagi diperkenankan untuk memahami aajaran agama sesuai dengan kesadarannya. Ia tidak diperkenankan untuk berijtihad. Pemahaman agama dibungkus rapi dalam kapsul, di pak, dan diberi tanda, “Sesuai dengan …..” Dan, hanyalah pak atau botol bertanda “Sesuai dengan ……” itulah yang diperjual-belikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama menjadi komoditas. Mereka yang merasa memiliki monopoli terhadap agama, menjajahnya di pasar untuk diperjualbelikan. Para politisi menggunakannya dengan cermat. Para pengusaha pun idak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Lia Aminuddin diperkerakan, Ahmadiyah dikejar-kejar….. Jika Guruku disini, barangkali darahnya sudah dinyatakan halal. Terlepas dari setuju atau tidaknya kita terhadap apa yang dikatakan oleh Lia dan apa yang didakwahkan oleh Ahamadiyah, jangan lupa apa yang kita katakan dan dakwahkan pun tidak diseutujui semua orang. Ya, kebetulan saja kita mayoritas, sehingga minoritas mati kutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama, sebagaimana kita pahami dan praktekkan saat ini, jelas tidak menjadi Rahmat bagi Alam Semesta. Jangankan Alam Semesta, bagi negara kita pun tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama sebagaimana dipraktekkan oleh kelompok-kelompok militan di Timur Tengah misalnya, menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan bagai seluruh rakyat Palestina dan Lebanon. Saat ini, silakan berpihak pada mereka – kelak, jika Bangsa Palestina dan Lebanon bangkit, namamu akan dimasukkan dalam daftar para pengkhianat bangsa dan negara. Kewarasan kita tidak setuju dengan serangan agresor Israel, tetapi kewarasan kita juga tidak setuju dengan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok militan sehingga selalu memicu perang di kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina, Lebanon, Irak….. negara-negara di Teluk yang merasa tertindas saat ini, harus mengupayakan kelahiran seorang Gandhi. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, dan kejahatan yang menyerangmu akan kehabisan energi. Mereka akan berhenti sendiri. Saat ini, kejahatan Israel malah mendapatkan energi dari kelompok-kelompok militan di Timur Tengah. Mereka memperoleh alasan untuk melakukan agresi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu kemalangan bahwa kelompok-kelompok militan seperti itu, ada juga di tanah-air kita. Ada juga tokoh-tokoh yang menyebarluaskan kebencian dengan menggunakan dalih agama. Ayat-ayat suci diselewengkan artinya, dan penyelewengan itu disebut ilmiah. Baru keluar dari penjara, sudah berkarya kembali. Seribu orang menghadiri Tabligh Akbar yang digelarnya. Tepuk Tangan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama adalah Berkah.&lt;br /&gt;Ia menjadi Rahmat yang menyebarkan Kasih, atau menjadi Laknat yang penuh Kebencian – karen ulah manusia, karena kita. Karena pemahaman kita, karena laku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama merupakan Rahmat bagi Alam Semesta.&lt;br /&gt;Agama-agama, setiap agama, agamaku dan agamaku, agama kita semua – yang intinya adalah satu, Penyerahan Diri pada Kehendak Ilahi – tanpa kecuali merupakan Berkah dan berpotensi sebagai Rahmat bagi Alam Semesta. Berpotensi. Benih Potensi itu mau ditanam, disiriami air kehidupan, dipupuki dengan cinta…… atau dibiarkan jatuh diatas tanah yang gersang, dan mati dalam kekeringan…… semuanya kembali pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama adalah sesuatu yang bersifat sangat individu, dalam pengertian setiap orang harus menjalaninya sendiri. Ia tidak dapat diwakilkan. Tidak ada yang menjadi perantara antara khalaq, ciptaan Allah, dan Khaaliq, Gusti Allah., Sang Maha Cipta. Institusi-institusi yang saat ini berperan sebagai perantara tak akan bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Manusia Indonesia, bangkitnya kesadaran dalam diri kita – akan mengakhiri peran institusi-institusi tersebut. Dan, institusi-institusi tersebut pun menyadari hal ini. Mereka memahaminya betul. Mereka tahu bahwa institusi-institusi mereka melanggar Hukum Alam, bertentangan dengan Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah dan Rahmat adalah dari Allah.&lt;br /&gt;Berkah tidak dapat diinstitusikan. Rahmat tidak dapat dilembagakan. Segala upaya ke arah itu hanya membuktikan ketololan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana agama yang konon diakui sebagai rahmat bagi seluruh alam, dapat diinstitusikan? Bagaimana dapat dilembagakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenyataan di lapangan, ground facts, membenarkan bahwa setiap agama telah diinstitusikan, dilembagakan…… Apa iya? Jika memang demikian, bagaimana dengan Firman Allah bahwa Agama adalah Rahmat bagi Seluruh Alam? Apa iya, Rahmat Allah dapat diinstitusikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu.&lt;br /&gt;Yang jelas, pelembagaan semacam itu telah menyusahkan banyak orang. Memecah-belah umat, memicu pertikaian, pertengkaran, bahkan perang atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan, dalam kegagapanku aku berpikir, jangan-jangan yang mereka anggap agama dan dilembagakan itu bukan agama….. ini memang pemikiranku yang sangat bodoh dan tidak ilmiah….. Jangan-jangan yang mereka lembagakan dan institusikan itu hanyalah “ego” mereka, kesombongan mereka, keakuan mereka yang merasa sudah tahu segala sesuatu tentang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia yang masih merupakan konsep, masih harus berjuang untuk menjadi final,” kata seorang teman, “malah berusaha untuk menciptakan konsep tentang Tuhan.” Inilah kesia-siaan kita. Inilah kekacauan pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga dan institusi-institusi kita hanya menyandang nama agama. Identitas agama digunakan oleh pengusaha dan pedagang bagi usaha mereka, warung mereka. Digunakan oleh para politisi sebagai asas partai mereka. Bahkan pembela para penjahat pun menggunakannya secara bebas. Tidak ada yang menegur mereka? Kenapa? Karena, kita semua melakukan kesalahan yang sama. Kita semua, sama-sama gila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama adalah Rahmat bagi seluruh Alam.&lt;br /&gt;Alas, sayang, kita belum beragama…. Kita belum merasakan Rahmat-Nya….. Turunnya Hujan Berkah tidak memberi manfaat apa-apa kepada kita, karena kita berdiri tegak seperti gunung, bukit. Kita tetap gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadilah Lembah,” kata Lao Tze, “rendahkan dirimu, dan kau akan menjadi subur….. Air hujan akan menggenang, kau dapat menampungnya!” Kemudian, agama pun betul-betul menjadi Rahmat bagi Alam Semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama manapun,&lt;br /&gt;Agamamu dan Agamaku, Agama-Agama kita….. Agama yang merupakan jalan, dan setiap jalan menuju tujuan yang satu dan sama – Allah! Kau menyebutnya Allah, ada yang menyebutnya Bapa di Surga, Hyang Widhi, Tao, Buddha, Satnaam, Ahura Mazda, Gusti – apa saja – Ia Satu dan Sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Jalan, Satu Tujuan.&lt;br /&gt;Namun, jangan pula berhenti di pinggir jalan sembari mengagung-agungkan semua jalan. Pilihlah salah satu diantaranya, dan mulailah berjalan…… Saat itu, Agama sunggu menjadi Rahmat bagimu. Bagiku. Bagi kita semua!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4451475394792780937?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4451475394792780937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/agamamu-agamaku-agama-agama-kita.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4451475394792780937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4451475394792780937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/agamamu-agamaku-agama-agama-kita.html' title='Agamamu, Agamaku, Agama-Agama Kita'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-181260052609284771</id><published>2009-09-17T11:29:00.000+07:00</published><updated>2009-09-17T11:30:10.767+07:00</updated><title type='text'>Recent Medical Studies on Circumcision – Terjemahan</title><content type='html'>Artikel ini diterjemahkan dari SOURCE:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.circumcision.org/studies.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Penelitian ilmiah untuk membuka wawasan baru dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung masalah kepercayaan. Komentar yang menyinggung masalah kepercayaan tidak dimuat. Terima Kasih. Triwidodo (triwidodo.wordpress.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitan menghilangkan bagian-bagian paling sensitif dari penis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian pada sensitivitas penis pria dewasa yang dikhitan dan yang tidak dikhitan menunjukkan bahwa penis yang tidak dikhitan secara signifikan lebih sensitif daripada yang dikhitan. Bagian paling sensitif dari penis yang dikhitan adalah bagian bekas luka khitan. Lima bagian pada penis yang belum dikhitan yang biasanya dihilangkan pada saat pengkhitanan ternyata secara signifikan lebih sensitif dibandingkan dengan bagian yang paling sensitif dari penis yang dikhitan.&lt;br /&gt;Selain itu, kepala dari penis yang dikhitan kurang sensitif terhadap sentuhan lembut dibandingkan dengan bagian kepala penis yang tidak dikhitan. Ujung dari kulit penis adalah bagian yang paling sensitif dari penis yang dikhitan. Khitan menghilangkan bagian-bagian paling sensitif dari penis.&lt;br /&gt;Penelitian ini menampilkan pengujian pertama yang dilakukan secara luas mengenai efek sentuhan ringan pada bagian permukaan penis orang dewasa. Instrumen-instrumen pengujian monofiliment telah disesuaikan dan juga telah digunakan untuk menguji sensitifitas alat kelamin wanita dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorrels, M.et al., “Fine-Touch Pressure Thresholds in the Adult Penis,” BJU International 99 (2007):864-869&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan mengenai khitan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor Psikologi masyarakat&lt;br /&gt;Perdebatan mengenai perlu tidaknya khitan di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris umumnya terfokus pada faktor-faktor kesehatan yang potensial. Pernyataan-pernyataan yang disampaikan dari oleh komisi-komisi dari organisasi-organisasi kesehatan nasional diharapkan berdasar pada bukti ilmiah; akan tetapi kesinambungan dari debat yang terus berlangsung ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain juga terlibat didalamnya. Beragam faktor potensial yang terkait dengan psikologi, sosiologi, agama dan budaya juga bisa menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan. Faktor-faktor ini bisa berdampak pada penilaian dan sikap dari para anggota komisi, proses penilaian pada dunia medis, serta dunia medis itu sendiri. Meskipun para profesional dibidang kesehatan sangat menjunjung tinggi rasionalitas, tetaplah sulit untuk melakukan sebuah penilaian yang rasional dan obyektif pada sebuah topik yang emosional sekaligus kontroversial seperti issue tentang khitan ini. Kompromi yang dilakukan antara faksi-faksi dalam komisi yang sudah terpolarisasi dapat mengetengahkan faktor-faktor tambahan yang terkait dengan psikologi massa. Kemungkinan-kemungkinan ini bersifai spekulatif adanya, dan tidak bersifat konklusif. Sebuah diskusi terbuka tentang faktor-faktor psikologi masa ini seyogyanya dilakukan sehingga kesimpangsiuran pendapat dari anggota komisi dapat diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goldman, R., ”Circumcision Policy: Psychosocial Perspective,” Paediatric &amp; Child Helath 9 (2004): 630-633&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitan bukanlah Kebijakan Kesehatan yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah analisa penggunaan biaya, yang didasarkan pada data yang dikeluarkan oleh peneltian-penelitian yang berskala luas yang membandingkan antara anak laki-laki yang dikhitan sejak lahir dengan yang tidak dikhitan, dilakukan dengan menggunakan sebuah skala kualitas hidup, analisa Markov, kasus acuan standard, serta perspektif sosial. Bayi laki-laki yang langsung dikhitan ternyata menaikkan ongkos $828.42 tiap pasiennya dan menghasilkan ongkos tambahan 15.30 pertahun per 1000 bocah laki-laki. Kalau pun khitan itu bebas biaya, bebas dari rasa sakit, dan tidak ada dampak-dampak langsungnya, tetap saja biayanya lebih mahal daripada tidak dikhitan. Menggunakan analisa sensitifitas, tidaklah mungkin untuk membuat skenario bahwa pengkhitanan sejak lahir bisa secara efektif menghemat biaya. Pengkhitanan sejak lahir bukanlah kebijakan kesehatan yang tepat, dan dukungan bagi pengkhitanan sejak lahir untuk menjadi sebuah prosedur medis tidak bisa dibenarkan baik secara finansial maupun secara medis.&lt;br /&gt;Van Howe, R., ”A Cost-Utility Analysis of Neonatal Circumcision,” Medical Decision Making 24 (2004):584-601&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitan mengakibatkan kerugian signifikan pada jaringan erogenous&lt;br /&gt;Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh British Journal of Urology (Disiplin ilmu tentang alat kelamin—pent) mengukur jenis dan jumlah jaringan yang hilang dari penis pria dewasa yang dikhitan dengan menguji kulit penis pria dewasa dengan metode otopsi. Para peneliti menemukan bahwa khitan menghilangkan sekitar satu setengah dari jaringan erogenous pada batang penis. Kulit penis, menurut penelitian tersebut, melindungi kepala penis dan terdiri bagian-bagian unik beberapa jenis syaraf khusus yang penting untuk kepekaan seksual yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taylor, J. Et al., ”The Prepuce: Specializes Mucosa of the Penis and Its Loss to Circumcision,” BJU 77 (1996):291-295.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitan berpengaruh pada perilaku seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang muncul dalam Jurnal Asosiasi Medis Amerika menemukan bahwa khitan tidak berpengaruh pada pencegahan penyakit dan pria yang dikhitan cenderung gemar melakukan beragam praktek seksual. Khususnya, pria yang dikhitan lebih cenderung untuk melakukan masturbasi dan melakukan oral sex dengan pasangannya dibandingkan dengan pria yang tidak dikhitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laumann, E. Et al., ”Circumcision in the U.S.: Prevalence, Prophylactic Effects, and Sexual Practice,” JAMA 277 (1997): 1052-1057.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti menjelaskan efek-efek traumatis dari khitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tim peneliti asal Kanada membeberkan bukti baru bahwa dapat berpengaruh secara traumatis dalam jangka panjang. Sebuah artikel yang terdapat dalam jurnal kesehatan internasional, The Lancet, melaporkan bahwa dampak dari bayi laki-laki yang dikhitan terhadap reaksi anak tersebut pada rasa sakit selama vaksinasi rutin berikutnya berlangsung. Peneliti melakukan pengujian pada 87 bayi yang berumur 4 atau 6 bulan. Para bayi laki-laki yang telah dikhitan tersebut lebih sensitif terhadap rasa sakit dari pada bayi yang tidak dikhitan. Perbedaan dari kedua kelompok tersebut tampak jelas terlihat dari ekspresi wajah, lama menangis dan penilaian terhadap rasa sakit.&lt;br /&gt;Para penulis meyakini bahwa ”pengkhitanan pada waktu bayi baru lahir dapat menyebabkan perubahan-perubahan jangka panjang terhadap perilaku bayi dalam merespon rasa sakit disebabkan perubahan-perubahan pada proses pusat syaraf bayi terhadap stimulus rasa sakit.” Mereka juga menyebutkan bahwa ”konsekwensi-konsekwensi jangka panjang dari proses pembedahan tanpa anestesia akan cenderung menyebabkan stress traumatik lanjutan dan juga menyebabkan rasa sakit. Maka dari itu, kemungkinan bahwa respon terhadap vaksinasi yang lebih besar pada bayi-bayi yang dikhitan tanpa anestesia menunjukkan kecenderungan yang dapat dialami bayi terhadap gangguan stress traumatik lanjutan yang dipicu oleh pengalaman rasa sakit dan trauma serta pengalaman yang berulang terhadap rasa sakit yang serupa selama masa vaksinasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taddio, A. Et al., ”Effect of Neonatal Circumcision on Pain Response during Subsequent Routine Vaccination,” The Lancet 349 (1997):599-603.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang khitan yang terhenti karena trauma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti mendapati bahwa khitan begitu traumatik sehingga mereka mengakhiri penelitian lebih awal sehingga tidak menyebabkan lebih banyak bayi lagi yang menjalani operasi tanpa anestesi. Bayi-bayi yang dikhitan tanpa anestesi tersebut tidak hanya mengalami rasa sakit yang luar biasa mengalami peningkatan resiko sesak nafas. Penemuan-penemuan ini dipublikasikan oleh Jurnal asosiasi kesehatan Amerika. Sampai 96 % bayi di beberapa wilayah di Amerika Serikat tidak diberi anestesi selama proses pengkhitanan. Tidak adanya anestesi yang digunakan dalam khitan sekarang ini berdampak nyata selama bagian yang paling menyakitkan dalam proses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lander, J.et al., ”Comparison of Ring Block, Dorsal Penile Nerve Block, and Topical Anethesia for Neonatal Circumcision,” JAMA 278 (1997): 2157-2162.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penis yang dikhitan membutuhkan perawatan lebih pada anak laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penis yang dikhitan membutuhkan perhatian dan perawatan lebih dibandingkan penis yang tidak dikhitan selama tiga taun pertama masa kehidupan, menurut sebuah laporan dari British Journal of Urology. Penemuan-penemuan klinis dari seorang dokter anak asal Amerika menunjukkan bahwa anak laki-laki yang dikhitan memiliki kecenderungan lebih untuk mengalami kulit yang lengket, kemudian mengelupas, iritasi pada saluran kencing, dan radang pada kepala penis dari pada anak yang tidak dikhitan. Lebih lanjut, karena terdapat ragam masalah kesehatan yang luas pada anak-anak yang dikhitan, maka khitan untuk alasan-alasan kosmetik juga tidak dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Van Howe, R., ”Variability in Penile Appearance and Penile Findings: A Prospective Study,” BJU 80 (1997):776-782.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polling yang dilakukan terhadap pria-pria yang dikhitan mengungkap adanya kerugian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Polling yang dilakukan terhadap para pria yang dikhitan, yang diterbitkan oleh British Journal of Urology menunjukkan dampak-dampak yang merugikan kesehatan dan kualitas hidup para pria. Penemuan ini menunjukkan konsekwensi-konsekwensi yang luas secara fisik, seksual, serta secara psikologis. Beberapa responden melaporkan adanya dampak luka yang sangat jelas serta masalah kulit yang parah. Dampak seksualnya meliputi hilangnya sensitifitas secara signifikan serta masalah disfungsi seksual. Keguncangan emosional merupakan akibat langsung dari perasaan bahwa mereka telah kehilangan bagian yang penting dari penis mereka. Juga muncul dampak-dampak lain seperti, rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri, kemarahan, keengganan untuk melakukan hubungan intim, serta depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hammond, T., ”A Preliminary Poll of Men Circumcised in Infancy or Chilhood,” BJU 83 (1999): SUPPL. 1:85-92&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak-dampak terhadap psikologi masyarakat dari penelitian tentang khitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah artikel yang berjudul ”The Psychological Impact of Circumcision” menjelaskan bahwa khitan berdampak pada perubahan perilaku pada bayi dan dampak-dampak psikologis jangka panjang yang tidak dapat dikenali pada para pria dewasa. Arikel tersebut mengetengahkan kembali penelitian medis tentang respons bayi terhadap khitan dan menyimpulkan, ”terdapat bukti kuat bahwa khitan dapat menimbulkan rasa sakit dan dampak traumatis yang luar biasa.” Artikel tersebut menjelaskan bahwa para bayi menunjukan perubahan-perubahan perilaku paska khitan dan beberapa pria dewasa menunjukkan perasaan marah, malu, rasa tidak percaya diri serta kesedihan yang kuat. Lebih lanjut, khitan dijelaskan dapat merusak ikatan ibu dan bayi, dan beberapa ibu melaporkan adanya perasaan tertekan yang berat setelah mengijinkan anaknya dikhitan. Faktor-faktor psikologis lah yang menjadi alasan untuk mempertahankan khitan. Menurut sang penulis, ”tetap mempertahankan khitan membutuhkan usaha untuk meminimalkan atau menghilangkan kerugian dan mengeluarkan klaim-klaim medis yang dibuat-biuat mengenai perlindungan dari dampak buruk di masa yang akan datang. Penolakan yang sedang berlangsung membutuhkan penerimaan terhadap kepercayaan-kepercayaan yang salah dan kesalahfahaman terhadap fakta-fakta yang ada. Faktor-faktor psikologis berpengaruh pada para profesional, anggota kelompok-kelompok agama, dan para orang tua yang terlibat dalam praktek khitan ini.&lt;br /&gt;Ekspresi dari para pria yang dikhitan biasanya kurang karena sebagian besar pria yang dikhitan tidak memahami apa khitan itu sebenarnya, tekanan-tekanan emosional menjauhkan mereka dari kesadaran akan yang sebenarnya, atau para pria ini sebenarnya sadar akan perasaan-perasaan ini namun belum siap untuk menerima kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goldman, R., ”The Psychological Impact of Circumcision,” BJU 83 (1999): SUPPL. 1:93-102&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak-dampak serius yang teruji secara klinis dari trauma khitan pada pria dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan empat contoh kasus yang khas diantara klien-kliennya, seorang psikiatris menunjukkan penemuan-penemuan klinis terkait dengan permasalahan yang serius dan terkadang dampak ketidak berfungsian jangka panjang somatis, emosional, dan psikologis yang disebabkan oleh khitan pada saat baru lahir pada pria dewasa. Dampak-dampak ini serupa dengan gangguan kejiwaan lanjutan yang kompleks dan muncul selama proses psikoterapi difokuskan pada penyelesaian masalah trauma yang berkembang. Gejala-gejala pada pria dewasa yang dikaitkan dengan trauma khitan ini meliputi rasa malu, marah, takut, ketak-berdayaan, ketidak-percayaan, penghargaan terhadapp diri sendiri yang rendah, kesulitan dalam menjalin hubungan, dan keengganan dalam berhubungan seksual. Psikoterapi jangka panjang terkait dengan penyelesaian terhadap trauma awal ini tampaknya efektif untuk menyembuhkan dampak-dampak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhinehart, J., ”Neonatal Circumsion revisited,” Transactional Analysis Journal 29 (1999): 215-221&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan mengenai fungsi serta anatomi kulit penutup kepala penis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah artikel baru menjelaskan kulit penutup kepala penis sebagai bagian alami dan tidak terpisahkan dari alat kelamin mamalia. Ia merupakan jaringan khusus, pelindung, serta peka terhadap rangsangan seksual. Sebuah penjelasan mengenai struktur jaringan syaraf yang komplek dari penis menunjukkan mengapa anestesia tidak bisa digunakan untuk menanggulangi rasa sakit secara sempurna saat pengkhitanan berlangsung. Memotong kulit penutup kepala penis merupakan penghilangan terhadap banyak reseptor-reseptor yang peka yang ada dipenis dan berakibat pada penebalan pada bagian luar jaringan. Fungsi dan anatomi kulit penutup kepala penis yang kompleks mensyaratkan khitan agar dihindari atau setidaknya ditunda sampai orang yang bersangkutan dapat membuat keputusan yang dapat dipertanggung-jawabkan sebagai orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cold, C. and Taylor, J., ”The Prepuce,” BJU 83 (1999):SUPPL. 1 : 34-44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penjelasan mengenai fungsi serta anatomi kulit penutup kepala penis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah artikel baru menjelaskan kulit penutup kepala penis sebagai bagian alami dan tidak terpisahkan dari alat kelamin mamalia. Ia merupakan jaringan khusus, pelindung, serta peka terhadap rangsangan seksual. Sebuah penjelasan mengenai struktur jaringan syaraf yang komplek dari penis menunjukkan mengapa anestesia tidak bisa digunakan untuk menanggulangi rasa sakit secara sempurna saat pengkhitanan berlangsung. Memotong kulit penutup kepala penis merupakan penghilangan terhadap banyak reseptor-reseptor yang peka yang ada dipenis dan berakibat pada penebalan pada bagian luar jaringan. Fungsi dan anatomi kulit penutup kepala penis yang kompleks mensyaratkan khitan agar dihindari atau setidaknya ditunda sampai orang yang bersangkutan dapat membuat keputusan yang dapat dipertanggung-jawabkan sebagai orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cold, C. and Taylor, J., ”The Prepuce,” BJU 83 (1999):SUPPL. 1 : 34-44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak- dampak khitan pada pria terhadap kenikmatan seksual yang dirasakan oleh wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survey terhadap wanita yang pernah berhubungan seksual dengan pria yang dikhitan dan yang tidak dikhitan menunjukkan bahwa penis yang tidak dikhitan lebih dipilih dibandingkan dengan penis yang dikhitan. Tanpa kulit penutup kepala penis, hubungan seksual dengan penis yang dikhitan mengakibatkan ketidak-nyamanan pada wanita dari gesekan, lecet dan sekresi yang tidak alami. Para responden sepenuhnya sepakat bahwa mekanisme koitus berbeda antara dua kelompok pria ini. Pria yang tidak dikhitan cenderung dapat melakukan penetrasi dengan lebih lembut dengan stroke-stroke yang lebih pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O’Hara, K. and O’ Hara, J., ”The Effect of Male Circumcision on the Sexual Enjoyment of the female Partener,” BJU 83 (1999): SUPPL. 1:79-84&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Investigasi terhadap khitan pada pria dan dampak psiko-seksualnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhitanan pada bayi laki-laki yang baru lahir terus berlanjut terlepas dari keraguan-keraguan yang terus berkembang tentang alasan medisnya. Khitan yang biasanya dilakukan tanpa analgesik maupun anastesi terbukti menimbulkan rasa sakit. Tampaknya pemotongan pada alat kelamin ini juga memiliki dampak-dampak fisik, seksual, maupun psikologis. Beberapa penelitian mengaitkan beberapa kasus khitan pada pria yang tidak direncanakan sebelumnya dengan perasaan-perasaan negatif dan bahkan gangguan jiwa traumatis lanjutan. Beberapa pria yang dikhitan telah menjelaskan apa yang mereka rasakan saat itu dengan bahasa kekerasan, keguncangan, mutilasi, dan kekerasan seksual. Mengingat resiko-resiko akut dan berjangka panjang dari khitan dan pertanggung-jawaban hukum yang mungkin akan muncul, inilah saatnya bagi para profesional di bidang kesehatan dan para ilmuwan untuk menguji kembali bukti-bukti dari issue ini dan mengambil bagian dalam debat tentang tepat tidaknya proses pembedahan ini dilakukan pada bayi yang belum bisa mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boyle, G., Goldman, R., Svoboda, J.S., and Fernandez, E., ”Male Circumcision: Pain, Trauma, and Psychosexual Sequelae,” Journal of Helath Psychology 7 (2007): 329-343.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey-survey yang menunjukkan dampak-dampak merugikan dari khitan baik secara sexual maupun psikologis&lt;br /&gt;Sebuah survey terhadap 35 wanita dan 42 gay yang merupakan partner sexual dari pria yang dikhitan dan yang tidak dikhitan, dan sebuah survey terpisah terhadap 53 pria yang dikhitan dan yang tidak dikhitan, dan sebuah survey terpisah terhadap 30 pria yang tidak dikhitan menunjukkan bahwa para pria yang dikhitan mengalami sensasi sexual yang berkurang secara signifikan bersama dengan dampak-dampak emosional jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boyle, G. and Bensley, G., ”Adverse Sexual and Psychological Effects of Male Infant Circumcision,”. Psychological reports 88 (2001): 1105-1106&lt;br /&gt;Kulit pelindung kepala penis mengurangi tekanan yang dibutuhkan sat penetrasi dan meningkatkan kenikmatan seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masters dan Johnson meneliti bahwa kulit pelindung kepala penis membuka saat berhubungan seksual. Namun, mereka mengabaikan penelitian bahwa penetrasi dapat lebih mudah dengan itu. Untuk menguji penelitian ini sebuah penetrasi buatan dilakukan. Pengukuran yang berualang-ulang menunjukkan sepuluh kali pengurangan gaya gesek dengan penis yang tidak dikhitan dibandingkan dengan penis yang dikhitan. Karena kulit pelindung kepala penis berguna untuk mengurangi gaya gesek yang dibutuhkan, ia harus menutupi seluruh batang penis ketika penis berereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taves, D., ”The Intromission Function of the Foreskin,” Med Hypotheses 59 (2002): 180&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Survey terhadap para pria yang dikhitan ketika sudah dewasa yang menunjukkan hasil campuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang dikhitan ketika sudah dewasa disurvey untuk mengetahi fungsi ereksi, kepekaan seksual, aktivitas seksual dan kepuasan secara menyeluruh. Lebih dari 80% dari pria-pria ini di khitan untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Rata-rata responsnya 44% diantara responden potensial. Rata-rata usia para responden saat dikhitan adalah 42 tahun dan 46 tahun saat disurvey. Khitan saat sudah dewasa tampak berakibat pada fungsi ereksi yang lebih buruk, berkurangnya kepekaan seksual, tak ada perubahan pada aktivitas seksual, dan tak ada peningkatan kepuasan. Dari jumlah tersebut, 50 % melaporkan adanya keuntungan sementara 38% merasa rugi. Secara keseluruhan 62% pria puas karena telah dikhitan. Catatan: Hasilnya bisa dipengaruhi oleh fakta bahwa tidak ada sampel dari pria sehat yang tidak dikhitan sebagai pembanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fink, K., Carson, C., De Vellis, R., ”Adult Circumcision Outcomes Study: Effect on Erectile Function, Penile Sensivity, Sexual Activity and Satisfacton,” Jurol 167 (2002): 2113-2116.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey menemukan bahwa khitan mempunyai peran pada kekeringan vagina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dilakukan terhadap dampak pada pengkhitanan pada pria pada kekeringan vagina saat koitus. Kami melakukan survey terhadap 35 wanita berusia antara 18 sampai 69 tahun yang pernah berhubungan seksual dengan pria yang dikhitan maupun yang tidak dikhitan. Para wanita ini melaporkan bahwa mereka memiliki kecenderungan lebih menngalami kekeringan vagina ketika berhubungan seksual dengan pria yang dikhitan dibandingkan dengan yang tidak dikhitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bensley, G. and Boyle, G., ”Effects of Male Circumcision on Female Arousal and Orgasm,” N Z Med J116 (2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan di masa awal kehidupan dapat menyebabkan perkembangan otak serta perilaku yang tidak normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku yang merugikan diri dalam masyarakat saat ini telah memicu diadakannya sebuah pencarian faktor-faktor psiko-biologis yang mendasari penyakit dalam masyarakat ini. Otak bayi yang baru lahir rapuh terhadap pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakkan, yang menyebabkan perkembangan otak dan perilaku yang tidak normal.Meskipun beberapa temuan telah mengaitkan komplikasi yang dialami bayi dengan perilaku abnormal saat dewasa, pemahaman kita tentang mekanisme yang mendasari fenomena ini masih belum lengkap. Model-mdel dari pengalaman sebelumnya, seperti rasa sakit berulang, sepsis maupun pemisahan induk dan bayi pada binatang pengerat dan pada spesies yang lain telah menjelaskan perubahan drastis pada otak orang dewasa terkait dengan jenis-jenis tingkah laku bergantung pada seberapa lama dan parah pengalaman tidak mengenakkan itu berlangsung. Mekanisme-mekanisme yang menyebabkan perubahan-perubahan pada bayi yang baru lahir tersebut masih belum terfahami dengan baik. Pemisahan induk dengan bayi, isolasi indera (dibawah pengaruh stimuli) dan penekanan pada rasa sakit secara berulang dapat menyebabkan perubahan pada perkembangan otak. (Khitan dijelaskan sebagai sebuah intervensi dengan dampak-dampak neurobehavorial jangka panjang) Perubahan-perubahan ini menghasilkan dua jenis perilaku yang dikenali dengan kegelisahan yang meningkat, kepekaan terhadap luka yang berubah, gangguan jiwa, hyperaktif/atau kecenderungan mencari perhatian yang tidak wajar, yang menyebabkan kemampuan sosial yang bermasalah serta perilaku merusak diri sendiri. Tujuan klinis dari mekanisme-mekanisme ini terletak pada pencegahan terhadap pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan di masa awal kehidupan dan treatment yang efektif pada rasa sakit maupun tekanan yang di alami oleh bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anand, K. and Scalzo, F., ”Can Adverse Neonatal Experiences Alter Brain Development and Subsequent Behavior? Biol Neonate 77 (2000): 69-82.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh Rahmad Darmawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-181260052609284771?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/181260052609284771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/recent-medical-studies-on-circumcision.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/181260052609284771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/181260052609284771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/recent-medical-studies-on-circumcision.html' title='Recent Medical Studies on Circumcision – Terjemahan'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8176019027824715618</id><published>2009-09-17T10:36:00.000+07:00</published><updated>2009-09-17T10:38:20.054+07:00</updated><title type='text'>Assalamualaikum dan Seluruh Alam Menyapa Kita</title><content type='html'>Kecerdasan alami pada semua benda baik yang hidup maupun yang dianggap mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Amerika menghubungkan kedua elektrode ”lie detector” pada sebatang bunga Adhatoda Vasica, kemudian menyiramkan air pada bagian akar bunga, setelah itu dia menemukan pena elektronik dari “lie detector” dengan cepat menggoreskan suatu garis lengkung. Garis lengkung ini persis sama dengan garis lengkung dari otak manusia ketika dalam waktu yang sangat pendek mengalami suatu rangsangan maupun kegembiraan. Selanjutnya, dia meletakkan dua tanaman dalam pot dan salah seorang siswa diminta menginjak-injak salah satu tanaman sampai mati, dan kemudian tanaman yang masih hidup dipindah ke dalam ruangan dan dipasangi lie detector. Empat orang siswa diminta masuk ruangan satu per satu. Ketika giliran siswa kelima, siswa yang menginjak tanaman masuk ke dalam, belum sampai berjalan mendekat, pena elektronik segera menggoreskan suatu garis lengkung, suatu garis lengkung yang terjadi saat manusia merasa ketakutan. Luar biasa, tanaman mempunyai emosi, tanaman mempunyai kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air pun dapat mengungkap perasaan dan telah dibuktikan oleh Dr. Masaru Emoto. Ungkapan penuh kasih terhadap air akan direspon dengan membentuk kristal hexagonal yang indah. Kalau kita memperhatikan es yang padat menjadi air yang berupa cairan dan berubah menjadi uap air yang tidak nampak oleh penglihatan, sejatinya semuanya adalah bentuk dari air. Dan salah satu tanda makhluk hidup adalah mengandung air. Pada hakikatnya Ruang, Udara, Api, Cairan dan Benda Padat adalah vibrasi energi dengan beda kerapatan dan amplitudonya. Bagian terkecil semua benda adalah atom dengan elektron yang selalu bergerak berputar. Pada dasarnya semua benda bergetar. Pikiran manusia pun juga berupa getaran, vibrasi. Vibrasi pikiran yang ditujukan kepada setiap benda akan direspon. Seorang Mistik Sufi berkata, menjadi peka-lah karena sebetulnya setiap benda ingin berbicara kepada kita. Pakaian yang kita cuci, seterika dan kita pakai berbicara pada kita. Dia berbahagia ketika kita menghormatinya. Hal ini selaras dengan Hukum Alam, Hukum Sebab-Akibat, segala sesuatu akan bereaksi sesuai tindakan kita kepadanya. Ketika kita membersihkan kamar mandi dan memberi pengharum ruangan, vibrasi tindakan kita akan direspon oleh semua benda termasuk ruangan di kamar mandi, mereka akan bahagia. Dalam Surat al Baqarah ayat 286, Laa yukallifallahahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alaihaa mak tasabat ……. Allah tiada memberati manusia, melainkan sesuai kesanggupannya (yang selaras dengan alam). Baginya kebajikan yang diusahakannya dan di atasnya kejahatan yang diperbuatnya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kepada Alam Semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, damai rahmat dan berkah kepada seluruh alam. Pikiran, ucapan, tindakan dan perasaan yang berupa vibrasi yang penuh perhatian akan direspon alam dengan sebanding. Penghormatan kepada manusia, tumbuhan dan semuanya yang berupa pikiran, ucapan, perbuatan dan perasaan kasih kepada segalanya akan direspon sebanding. Salam kepada manusia disunahkan mendahului yang diberi salam. Salam kepada seluruh alam minimal dilakukan 5 kali sehari semalam. Semuanya untuk melatih kepekaan manusia. Luar biasa, sekedar salam yang dipraktekkan akan membawa dunia kepada kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triwidodo&lt;br /&gt;triwidodo.wordpress.com&lt;br /&gt;Juli 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8176019027824715618?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8176019027824715618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/assalamualaikum-dan-seluruh-alam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8176019027824715618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8176019027824715618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/assalamualaikum-dan-seluruh-alam.html' title='Assalamualaikum dan Seluruh Alam Menyapa Kita'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6860081750162960867</id><published>2009-09-08T13:01:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T13:01:26.251+07:00</updated><title type='text'>The Gospel of Obama</title><content type='html'>Mendengarkan pidato bersejarah Presiden Obama di Kairo pada tanggal 4 Juni, saya harus mengambil kesimpulan bahwa ia akan termasuk ke dalam catatan sejarah umat manusia sebagai salah satu orang hebat yang pernah dilahirkan, seorang jiwa besar, seorang jiwa mulia.Ia memiliki kelemahan, kekurangan dan kegagalannya. Ia boleh jadi tak lebih baik posisinya ketimbang Presiden Amerika Serikat terdahulu dalam membangun landasan ekonomi yang kuat bagi bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun hingga saat ini ia dan bangsanya masih bergantung pada belas-kasihan Federal Reserve System yang mengendalikan ekonomi Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bisa jadi tak mampu membebaskan saudara-saudari sebangsanya dari cengkraman sistem yang berkarat. Mesin Federal Reserve System akan melanjutkan kekuasaannya terhadap negara tersebut dan juga seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ia akan tetap dikenang sebagai negarawan kelas dunia, jika ia mampu menterjemahkan kata-katanya itu ke dalam tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai dengan pertanyaan menarik yang dikirim oleh seseorang di sebuah forum media on line, yang menanyakan kenapa pilihan Obama jatuh pada  Mesir dan bukan pada negara Muslim yang lebih berpengaruh lainnya, terutama salah satu yang telah mengadopsi sistem demokrasi, seperti misalnya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pertanyaannya ialah: “Kenapa memilih Mesir untuk mengucapkan pidato yang ditujukan kepada “Dunia Muslim?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini sesunguhnya dapat dengan mudah terjawab jika kita mendengarkan secara saksama pidato Presiden Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghindari istilah “Dunia Muslim” dan lebih memilih “Negara-negara yang mayoritas berpenduduk dan memiliki komunitas Muslim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ditekankan oleh Ed Hussain dan teman-temannya di Yayasan Quilliam, “Tak ada komunitas Muslim monolitik,  ataupun entitas tunggal homogen yang dikenal sebagai “Dunia Muslim”, yang ada ialah komunitas Muslim yang berbeda dan beraneka ragam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama tampaknya mengetahui fakta ini. Jadi, memilih Mesir sebagai tempat pidato bersejarahnya sangatlah bisa dimengerti. Ia sesungguhnya mengalamatkan kepada komunitas tertentu di dalam dan di sekitar Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui fakta bahwa kita semua hidup di dunia yang satu dan sama, dan bahwa kita semua tak tinggal di dunia Muslim atau Kristen atau Hindu atau Buddhis yang berbeda, Presiden Obama mengidentifikasikan dirinya sebagai warga dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini luar biasa. Dan, jika kita memahami poin ini dengan jelas, kemudian pidatonya memberikan sebuah warna baru seluruhnya, warna kemanusiaan, kemanusiawian dan bela rasa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengawali pidatonya dengan sebuah salam dalam bahasa Arab - ini layak mendapat pujian. Berprilaku sebagai Romawi di Roma; para pemirsa mengelu-elukannya. Tapi, di Indonesia bahkan hal ini bisa menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ditulis oleh Endy M. Bayuni (The Jakarta Post, 13 Maret 2009): “Beberapa tahun lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa umat Muslim tak boleh menyahut salam assalamualaikum (damai besertanya) saat itu diucapkan oleh non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUI menyatakan bahwa ungkapan itu suci, sakral dan sangat Islami, dan oleh sebab itu hanya boleh dipakai oleh orang Muslim saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tak mengikat, banyak orang Muslim di Indonesia telah mengikuti fatwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah pertemuan RT di mana saya tinggal, pemimpin RT tersebut seorang Kristiani, membuka pendapatnya dengan salam assalamualaikum untuk menghormati peserta yang mayoritas Muslim. Beberapa orang di dalam ruang menyahut. Ini bukan sebuah paduan suara yang seseorang akan dengar jika seorang Muslim mengatakan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki pengalaman berbisnis dengan Orang Arab di Saudi dan di tempat lainnya dan kami selalu bertukar salam dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak masalah sama sekali; tapi, tidak di Indonesia. Ini secara jelas membuktikan kebhinekaan yang dipahami oleh Presiden Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal ini saja, “Pemahaman atas kebhinekaan” dan kesadaran untuk tidak memaksakan sistem kepercayaan kita kepada orang lain dapat menjadi landasan untuk membangun kedamaian dan harmoni. Presiden Obama memahami fakta ini dan oleh sebab itu, bahkan ketika berbicara tentang demokrasi ia berkata:”….tak ada sistem pemerintahan yang dapat atau harus dipaksakan kepada satu negara oleh negara lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikiaan, ia juga mengerti tentang hak-hak asasi dan nilai-nilai manusiawi, termasuk persamaan derajat dan keadilan untuk semua. Ia menyatakan keyakinannya bahwa semua orang merindukan hal-hal seperti “kemampuan menyuarakan” gagasan mereka dan memiliki aspirasi dalam bagaimana mereka “diperintah” dan itu sangatlah jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini, sesungguhnya, ialah isu yang nyata terjadi. Makhluk manusia pada hakikatnya ialah jiwa yang bebas, dan mereka tak dapat diperbudak oleh doktrin, dogma atau sistem monarki pemerintahan otoriter sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ialah aktivis spiritual, pengarang 120 buku lebih (www.anandkrishna.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anand Krishna, Jakarta | Kamis, 11/6/2009 | Opini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.thejakartapost.com/news/2009/06/11/the-gospel-obama.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan oleh Nugroho Angkasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6860081750162960867?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6860081750162960867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/gospel-of-obama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6860081750162960867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6860081750162960867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/gospel-of-obama.html' title='The Gospel of Obama'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8747067530589199726</id><published>2009-09-08T12:59:00.002+07:00</published><updated>2009-09-08T13:00:28.316+07:00</updated><title type='text'>Di Balik Pengeboman</title><content type='html'>Beberapa saat setelah hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton dibom Jumat lalu, juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng menyampaikan keprihatinan Presiden Susialo Bambang Yudhoyono di televisi, dan mengatakan Presiden akan mengunjungi lokasi kejadian secepatnya, tapi karena ini “hari Jumat, dan hampir saatnya sholat”, kunjungan ditunda setelah sholat selesai.&lt;br /&gt;Akhirnya kunjungan tetap ditunda sampai pada hari berikutnya, karena alasan “pertimbangan keamanan”, seperti disampaikan sendiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers yang ditayangakan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak membahas masalah agama di sini, saya hanya melakukan sebuah introspeksi kecil: apa yang akan saya lakukan dalam situasi yang sama? Bila seseorang yang saya cintai tinggal di salah satu hotel tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pertimbangan dikesampingkan, saya akan bergegas menuju lokasi kejadian. Saya tak perlu rujukan ayat suci apapun yang menganjurkan saya untuk meninggalkan doa saya untuk melakukannya. Jawaban saya ini bukan hipotesis, tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah melakukan blunder yang fatal dengan mendefinisikan ritual sebagai agama, dan memprioritaskannya di atas tanggungjawab terhadap dharma kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual-ritual ialah sarana untuk membangkitkan semangat keberagamaan di dalam diri kita, itu bukanlah akhir dari agama. Dengan menjadi ritualistik, saya belum tentu menjadi beragama. Tangan-tangan yang menolong lebih baik ketimbang bibir yang berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa beribadah sembari berkarya, dan berdoa selama menunaikan dharma saya, tak hanya untuk keluarga dekat saya, tapi juga terhadap negaraku, bangsaku dan keluarga besar umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogianya, saya dapat menunaikan dharma saya dalam semangat devosi dan bhakti. Dharma dan devosi, ibadah dan urusan duniawi, doa dan menunaikan dharma - semuanya itu dapat berjalan bersama. Agama harus dibebaskan dari dari kungkungan kloset buatan manusia, dan membawanya ke tengah pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih pada hari Jumat yang sama, seorang pembaca berita di televisi terus-menerus mengulangi salah ucap kata “Syailendra”, nama sebuah restoran di Marriot. “Syailendra” bukanlah istilah Prancis. Salah ucap kata “Syailendra”, salah satu dinasti terbesar di kepulauan ini, membuktikan betapa rendahnya penghormatan dan penghargaan kita terhadap sejarah dan kebudayaan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembaca berita muda itu barangkali Mandala Borobudur tak berarti apa-apa. Barangkali ia merupakan salah satu orang yang tetap menyalahpahami Borobudur sebagai sebuah kuil atau candi semata, dan tak mengerti arti dari Mandala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bisa jadi memandang remeh hal ini dan menganggapnya tak begitu signifikan. Tidak demikian adanya. Sebuah bangsa yang memiliki penghargaan yang rendah terhadap nilai-nilai budaya , warisan leluhur dan sejarah masa lalu ialah sebuah bangsa yang tak berakar. Bangsa semacam ini tak memiliki jati diri. Dan inilah yang terjadi pada diri kita hari ini. Kita lebih suka dan lebih merasa nyaman dengan identitas impor, entah itu dari Arab, India, Barat ataupun China, ketimbang dengan identitas kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaku bom bunuh diri tersebut, teroris, radikal dan ektrimis di negara kita juga menderita penyakit krisis identitas. Dan sistem pendidikan kita bertanggungjawab atas hal ini. Apa yang kita butuhkan hari ini ialah sebuah sistem pendidikan berbasis “nilai-nilai keagamaan yang universal”, dan bukannya berdasarkan “ritual keagamaan” tertentu.  Buku sejarah kita harus ditulis ulang untuk membuat anak-anak kita merasa bangga dengan kebudayaan mereka dan sejarah yang setidaknya berusia 5.000 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus membangun kembali bangsa kita di atas fondasi kokoh warisan leluhur kita, kearifan lokal, nilai-nilai budaya dan spiritual. Kita menghormati nilai-nilai dari budaya yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa belajar dari mereka. Tapi kita tak punya alasan apapun untuk membangun di atas landasan impor semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih memantengi televisi, saya menonton dengan rasa jijik dan cemas rekaman video amatir pertama yang ditayangkan. Sangat menyedihkan melihat “orang kita” sibuk mengambil gambar ketimbang bergegas membawa para korban ke rumah sakit. Barangkali gambar tersebut menampilkan presiden direktur PT Holcim Indonesia Timothy David Mackay, yang meninggal di rumah sakit, atau bisa jadi salah satu orang yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan lebih suka percaya bahwa itu bukan Mackay. Saya lebih suka percaya orang yang ada di video itu ialah orang yang selamat. Tapi bagaimana bila ia sungguh Mackay? betapa sakitnya hati mereka yang mengenalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya hal itu saja tidak cukup, salah satu stasiun televisi mengundang dua orang yang membuat rekaman tersebut. Saya sangat terkejut melihat mereka tertawa-tertiwi cekikikan selama beberapa menit mereka berada di “pertunjukan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka orang biasa seperti saya, rakyat jelata istilah dalam bahasa Indonesianya. Tapi mereka ternyata tak sendiri. Pada malam harinya, ketika seorang menteri tampil di televisi, ia lebih sering ketawa-ketiwi cekikikan lagi. Pejabat negara itu mengklaim bahwa ia mempunyai hubungan yang baik dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan lebih suka bercerita kepada para pemirsa bahwa peristiwa pengeboman itu tak akan “begitu banyak” mempengaruhi industri dan ekonomi di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah rasa empati kita? Saya meminta maaf. Saya meminta maaf atas ketidakmampuan saya menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu dari negri seberang yang tinggal di negara saya. Saya meminta maaf karena saya tetap bisa mencari waktu untuk mengucapkan doa-doa saya sebelum bergegas ke tempat kejadian atau ke rumah sakit di mana korban yang luka-luka sedang dirawat. Saya  saat ini menyadari bahwa saya tak sensitif mendengarkan tangisan dan linangan air mata dari anggota keluarga yang direnggut dan menjadi korban luka-luka di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meminta maaf karena merasa lebih penting mengambil gambar, ketimbang membantu Timothy Mackay dari Holcim. Secara langsung atau tidak lansung, saya bertanggungjawab atas kematiannya. Saya meminta maaf karena menyebarkan rekaman gambar tersebut lewat televisi sembari ketawa-ketiwi cekikikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meminta maaf karena membiarkan anak-anak kita dicuci otaknya dan dilatih menjadi pelaku bom bunuh diri. Saya meminta maaf karena tak cukup waspada terhadap orang yang menyebarkan kebencian atas nama agama dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga meminta maaf karena pernyataan saya  yang tak bijaksana, cenderung mencari kambing hitam atas insiden tersebut, ketimbang menyalahkan ketidakmampuan saya sendiri dalam mengamankan tetangga saya. Saya sekarang menyadari bahwa peristiwa ini secara cermat direncanakan, dan itu barangkali dilakukan selama berbulan-bulan. Saya dapat melihat dengan jelas pola yang menghubungkannya dengan serangan serupa di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah: Nugroho Angkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anand Krishna ,  Jakarta   |  Tue, 07/21/2009 2:28 PM  |  Opinion&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8747067530589199726?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8747067530589199726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/di-balik-pengeboman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8747067530589199726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8747067530589199726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/di-balik-pengeboman.html' title='Di Balik Pengeboman'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-925819662938586003</id><published>2009-09-08T12:59:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T12:59:33.071+07:00</updated><title type='text'>Beda Bogor, Beda Bali</title><content type='html'>Walikota Bogor H Diani Budiarto dikabarkan sedang, atau telah (tergantung berita mana yang Anda percayai) mematangkan pencanangan Kota Halal.&lt;br /&gt;Saya beranda-andai saja, bagaimana bila Bali ikut mematangkan pencanangan Pulau Halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sama-sama halal, tentu matrix yang digunakan oleh Bali akan beda dari matrix yang digunakan oleh Bogor. Rujukannya beda, pihak yang diajak untuk membantu dalam pencanangan pun sudah tentu beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Walikota Bogor diberitakan sedang atau telah mematangkan hal ini dengan pihak Majelis Ulama Indonesia, maka Bali barangkali mesti berkiblat pada Parisada Hindu Dharma Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, urusan Halal dan Haram itu akan dikaitkan dengan apa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Makanan: Bila Bogor mengharamkan babi, maka Bali bisa saja mengharamkan sapi. Atau, bila pendapat mereka yang mengutamakan diet vegetarian dipakai, maka semua jenis daging bisa diharamkan.&lt;br /&gt;* Minuman: Nah, disini barangkali Bogor dan Bali akan bertemu. Yang sudah pasti dilarang adalah minuman keras. Kendati, dalam hal menentukan apa yang dianggap “keras” itu, Bali dan Bogor bisa beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman Tradisional Brem Bali itu akan dimasukkan dalam kategori minuman keras atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, selain makanan dan minuman, apa saja yang akan ditentukan halal dan haramnya? Mungkinkah busana? Nampaknya sulit. Busana tradisional kita yang “asli” Nusantara, memang beda dari busana impor ala Barat, Arab, India, maupun Cina. Tradisi mereka lain, tradisi kita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau salah satu diantara beberapa tradisi impor itu dipakai sebagai rujukan, maka jelas tradisi-tradisi lokal kita, semuanya dan “tanpa kecuali” mesti dinyatakan haram. Susah juga ya? Berarti, leluhur kita semuanya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal busana ini memang serba sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh seorang aktivis partai politik, “Di Aceh sana, tari-tarian tradisional dari Jawa dan Bali sudah tidak dapat dipanggungkan lagi. Karena, busana tradisional yang dipakai oleh para penari putri dianggap tidak sesuai dengan dress-code disana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi ya?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan perilaku manusia? Adakah penentuan halal dan haram akan merembet ke wilayah tersebut, atau mandeg di wilayah makanan, minuman, dan barangkali busana saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebelum beranjak ke soal perilaku – bagaimana dengan soal merokok? Itu halal atau haram? Rokok sudah jelas terbukti tidak baik bagi kesehatan. Lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Dalam hal ini, mudharat rokok tidak sebatas bagi para perokok saja. Asap rokok bisa mencelakakan siapa saja yang berada dekat si perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, sinap-sinap kecanduan yang berkembang dalam otak manusia karena rokok, minuman keras maupun narkoba – itu pada prinsipnya sama saja. Kecanduan adalah kecanduan. Objek candunya keras, ringan, apa saja – ketergantungan tetaplah ketergantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kita mengharamkan rokok?&lt;br /&gt;Ikatan dokter dimana-mana sudah menyatakan rokok berbahaya bagi kesehatan. Bukti-bukti ilmiahnya sudah jelas. Tidak perlu lagi keluar biaya untuk meneliti ulang. Kita bisa mengharamkannya kapan saja. Kapan ya? Susah kan? Tapi, apa susahnya ya? Jangan-jangan, yang mengeluarkan peraturan saja masih merokok.. Siapa tahu? Jangan disomasi ya, saya tidak menyebut nama siapa-siapa. Saya tidak menuding siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang soal perilaku, soal akhlak. Ini menyangkut korupsi, kolusi, nepotisme, penyelewengan di segala bidang, penipuan berkedok agama, tindakan-tindakan teror yang biadad, penggunaan agama untuk membenarkan kekerasan, radikalisme dan eksterimisme yang kian bertambah terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat kita tentang semuanya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang halal dan mana yang haram?&lt;br /&gt;Para penjahat berdarah dingin seperti Amrozi, Imam Samudra, Muchlas, dan “inkarnasi-inkarnasi” mereka, termasuk yang baru saja membom Hotel Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta itu tindakannya haram atau halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koq bisa ya, masih ada “om” saya yang menganggap mereka sebagai martyr. Koq boleh ya? Aneh ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda Bogor, Beda Bali…. Beda Walikota Bogor, beda Bupati, Walikota dan Gubernur Bali. Mana halal, mana haram… ah pusing….. Asal tindakanku tidak menyakitimu, saya tidak secara sengaja mencelakakan siapa saja – itulah tindakan yang halal bagiku…. Biarlah aku hidup dengan definisiku tentang halal dan haram. Pendapatmu bagimu, pendapatku bagiku. Definisimu bagimu, definisiku bagiku. Sekian dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Radar Bali, Senin 20 Juli 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-925819662938586003?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/925819662938586003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/beda-bogor-beda-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/925819662938586003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/925819662938586003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/beda-bogor-beda-bali.html' title='Beda Bogor, Beda Bali'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8259245163665516614</id><published>2009-09-08T12:58:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T12:58:36.244+07:00</updated><title type='text'>Manipulasi Pikiran</title><content type='html'>Dalam sejarah modern, adalah Adolf Hitler (1889-1945) yang pertama kali menggunakan mind manipulation atau manipulasi pikiran sebagai senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat komputer, mind atau ”gugusan pikiran” manusia dapat dimanipulasi, dapat di-hack, bahkan dapat disusupi virus untuk merusak seluruh jaringannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam otobiografinya (Mein Kampf), Hitler menulis, ”Teknik propaganda secanggih apa pun tak akan berhasil bila hal yang terpenting tidak diperhatikan. Yaitu, membatasi kata-kata dan memperbanyak pengulangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan besar, Hitler telah mempelajari penemuan Pavlov, ilmuwan asal Rusia dan peraih hadiah Nobel 1904 untuk psikologi dan ilmu medis. Melalui teorinya tentang conditioned reflex atau involuntary reflex action, sang ilmuwan membuktikan, ”perilaku manusia dapat diatur atau dikondisikan” sesuai ”proses pembelajaran yang diperolehnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Pavlov terinspirasi oleh law of association atau ”hukum keterkaitan” yang banyak dibahas para pujangga dan ilmuwan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hukum itu, ”suatu kejadian” dalam hidup manusia atau bentuk kehidupan lain —tetapi tidak terbatas pada hewan dan tumbuhan—dapat dikaitkan dengan ”keadaan” atau ”perangsang” atau ”apa saja” yang sebenarnya tidak terkait secara langsung dengan kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seekor anjing diberi makanan, ia mengeluarkan air liur. Ini disebut refleks yang lazim atau unconditioned reflex. Ia tak perlu menjalani proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada saat yang sama bila dibunyikan lonceng, terjadilah proses pembelajaran. Anjing itu mulai ”mengaitkan” bunyi lonceng dengan makanan dan air liurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali mengalami kejadian serupa, maka saat mendengar bunyi lonceng, air liurnya keluar sendiri meski tidak diberi makanan. Ini disebut conditioned reflex, refleks tak lazim. Keluarnya air liur itu tidak lazim, tidak ada makanan. Namun, ia tetap mengeluarkan air liur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran ini harus diulang beberapa kali agar ”keterkaitan” yang dihendaki tertanam dalam gugusan pikiran atau mind hewan, atau… manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tak salah bila Adolf Hitler menganjurkan ”pengulangan”. Dalam ilmu psikologi dan neurologi modern, pengulangan atau repetition juga dikaitkan dengan intensity. Apa yang hendak ditanam harus terus diulangi secara intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian bila seekor anjing dapat mengeluarkan air liur yang sesungguhnya tak lazim, manusia pun dapat dikondisikan, dipengaruhi untuk berbuat sesuatu di luar kemauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Franklin Delano Roosevelt pernah menyangkal, ”Pengulangan tidak dapat mengubah kebohongan menjadi kebenaran.” Betul, tetapi pengulangan dapat membuat orang percaya pada kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitler membuktikan keabsahan sebuah pepatah lama dari Tibet, ”Bila diulangi terus-menerus, kebohongan pun akan dipercayai orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kita mungkin ada yang masih ingat kasus iklan Old Joe yang digunakan produsen rokok merek Camel pada tahun 1988. Saat itu, tokoh kartun tersebut memang amat populer di kalangan remaja. Jelas, sang produsen ingin membidik kelompok itu. Dan, mereka berhasil. Jumlah perokok remaja langsung bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, warga Amerika Serikat yang konon super power pun tidak sadar bila gugusan pikiran mereka sedang dimanipulasi melalui iklan yang ditayangkan berulang kali setiap hari dan di banyak media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 10 tahun kemudian, setelah muncul desakan dari masyarakat dan LSM-LSM yang ”sadar”, Federal Trade Commission dan Kongres AS baru tercerahkan dan menyatakan bahwa periklanan seperti itu tidak etis dan tidak bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camel pun mengalah dan menarik kembali iklan itu pada 1997. Hampir satu dekade setelah iklan yang tidak etis dan tidak bermoral itu berjalan dan menelan sekian banyak korban remaja. Sungguh amat disayangkan, ”periklanan yang tidak etis dan tidak bermoral” seperti ini pun terjadi di negeri kita, baik selama kampanye pemilihan umum maupun pemilihan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya membahas hal ini dengan seorang teman baik di salah satu lembaga negara yang memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi kepada para pelaku, ia pun mengeluh: ”Apa yang dapat kami lakukan bila tidak ada keluhan dari masyarakat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah masyarakat yang dimaksud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda, dan saya. Adakah keberanian untuk bersuara bila keberhasilan yang dicapai, atau kemenangan yang diraih dengan memanipulasi gugusan pikiran dan otak sesama warga bangsa? Keberhasilan dan kemenangan seperti itu semu adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap, saya berdoa, agar para menteri kita dalam kabinet mendatang, para wakil rakyat, anggota MPR, dan pejabat lain, termasuk yang duduk dalam KPU dan MK, Presiden, Wakil Presiden, dan rakyat Indonesia, sesama warga negara, senantiasa diberkahi pikiran dan perasaan yang jernih. Tidak saling memanipulasi dan mengeksploitasi, tetapi saling membantu untuk membangun Indonesia Baru yang lebih beradab, lebih sopan, lebih santun, lebih manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran Anda bertindak sesuai dengan nurani Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Kompas&lt;br /&gt;Sabtu, 15 Agustus 2009 | 05:01 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8259245163665516614?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8259245163665516614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/manipulasi-pikiran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8259245163665516614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8259245163665516614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/manipulasi-pikiran.html' title='Manipulasi Pikiran'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4029062696008326664</id><published>2009-09-08T12:56:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T12:57:11.840+07:00</updated><title type='text'>Terorisme: Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?</title><content type='html'>Pemakaman para teroris dihadiri oleh ratusan orang. Seorang ustad  mendoakan mereka supaya “mendapat pahala dan ampunan” dari Gusti Allah, karena “mereka tetap pejuang…..” dan telah  “memperjuangkan syariat …….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun, sebelumnya ustad yang sama memang mengaku, bila ijtihad (=metode, upaya, cara) yang dilakukan para teroris, oops, syuhda itu berbeda dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad, dalam pengertian saya, adalah seorang Guru. Dan, seorang Guru semestinya menjadi positive role model. Perilakunya dicontohi oleh para murid. Ia menjadi panutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi bila seorang Guru menyatakan bahwa teroris adalah pejuang, mereka telah berjasa terhadap agama, mereka gugur sebagai martyr? Sinyalmen apa yang kiranya diterima oleh murid-murid lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum tidak berdaya, karena membutuhkan bukti. Pemerintah tidak berdaya, karena adanya sekian banyak kepentingan politik. Namun, Anda dan saya tidak boleh menyerah. Kita mesti melindungi anak-anak kita dari para Guru yang telah melupakan tugas kewajiban mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai role model, seorang Guru semestinya “berkembang” dan membantu “perkembangan diri” anak-didiknya. Untuk itu, adalah sangat penting bila seorang Guru memiliki kemampuan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Menstimulasi Rasa Cinta. Karena, cinta adalah kekuatan batin yang dapat membantu pengembangan diri seorang anak secara utuh. Adakah sang ustad dalam bahasan kita ini berhasil menumbuh-kembangkan rasa cinta di dalam diri anak-didiknya? Kita tahu sendiri bila sejumlah teroris yang sudah mati, dalam tahanan, maupun yang masih berkeliaran bebas – pernah berhubungan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Menemukan Potensi Diri. Saya tidak percaya bila radikalisme, fanatisme, ekstremisme dan sebagainya adalah potensi diri manusia. Kekerasan di dalam diri manusia justru mesti diolah menjadi kelembutan lewat pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Menumbuhkembangkan Rasa Percaya Diri. Untuk apa? Yang jelas bukanlah untuk menjadi egois dan hanya mementingkan diri. Tidak menjadi arogan dan menganggap dirinya saja yang paling benar, atau agama yang dianutnya saja yang paling mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Merasakan Persatuan. Bukan dengan sesama manusia saja, tetapi dengan sesama makhluk, dengan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas empat pilar kemampuan inilah seorang Guru membangun karakter diri, dan membantu pembentukan karakter anak didiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter macam apa yang telah dan tengah dibangun oleh sang guru dalam bahasan kita ini? Adakah ia patut menjadi role model atau panutan? Bila ia memang tidak setuju dengan perbuatan mereka, maka untuk apa mengagung-agungkan kematian mereka dan menyatakan mereka mati syahid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya mendengar para guru di sekolah mengeluh: “Para siswa berada di sekolah selama beberapa jam saja, selebihnya mereka di rumah dan bersama teman-teman mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan itu, mereka seolah bebas dari tanggung-jawab. Tidak, tidak bisa. Seorang guru ibarat tukang kebun “kesadaran” di dalam diri setiap anak didiknya. Seorang tukang kebun tidak perlu berada di kebun sepanjang hari. Cukup beberapa jam saja untuk mengawasi tanaman yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan dan pergaulan memang bisa merusak kesadaran kita. Maka, adalah kewajiban seorang guru untuk mengarahkan anak didiknya supaya mereka dapat memilah mana yang baik, dan mana yang tidak baik bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering memberi contoh seorang anak yang baru masuk sekolah. “Namamu siapa?” tanya guru yang menjadi wali kelas. Anak itu langsung menjawab, “Jangan John.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh, kenapa “Jangan” John?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan polosnya, anak itu menjelaskan, “Soalnya, di rumah aku mau apa juga,  ibu selalu bilang, ‘jangan John, jangan John…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah melarang seorang anak untuk melakukan sesuatu yang tidak baik itu menjadi haram? Apakah kita mesti membiarkan anak didik kita menjadi penjahat dan pelaku aksi kekerasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kepandaian, kemampuan, dan “kreatifitas” seorang Guru Sejati teruji. Ia mesti mampu menghindarkan anak didiknya dari segala perbuatan yang tidak baik, dengan cara menumbuhkan kesadaran mereka terhadap hal-hal yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat contoh, cerita, permainan dan aktivitas lainnya, seorang guru dapat memberi kesadaran kepada anak didiknya, “Begini lho, kalau kamu bersifat seperti Duryodhana dan Durshashana. Dan, begini jadinya kalau kamu seperti Krishna dan Arjuna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali pada pertanyaan kita, pada judul tulisan ini: Siapakah yang paling bertanggung jawab atas terjadinya aksi kejahatan, terorisme dan lain sebagainya? Kita yang menjadi guru, entah guru TK, SD, SMP, SMU, dosen, guru besar, atau guru spiritual, guru apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, sebagai guru, bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang dilakukan oleh Imam Samudera, Muchlas, Amrozi, Ibrohim, Eko, dan Noordin. Kita telah gagal sebagai guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan bersama, bagaimana merubah kegagalan kita selama ini menjadi keberhasilan? Hanya ada satu cara, yaitu dengan mengembangkan di dalam diri kita masing-masing, apa saja yang hendak kita kembangkan dalam diri anak-didik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menginginkan mereka jadi Soekarno, Hatta, Syahrir dan Pane – maka janganlah bersikap seperti guru di dalam bahasan kita ini.&lt;br /&gt;Oleh Anand Krishna*&lt;br /&gt;(Radar Bali, Rabu 26 Agustus 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4029062696008326664?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4029062696008326664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/terorisme-siapa-yang-paling-bertanggung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4029062696008326664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4029062696008326664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/terorisme-siapa-yang-paling-bertanggung.html' title='Terorisme: Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4330611249966821830</id><published>2009-09-08T12:53:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T12:55:07.731+07:00</updated><title type='text'>Harmoni Lintas Agama dan Kepercayaan Global</title><content type='html'>Sekitar 60 tahun lalu, dulu presiden Sukarno menyindir penjaga toko di India yang merasa bangga memamerkan agama mereka di pintu masuk, “Kedai Teh Hindu”, “Restoran Muslim”, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Pada saat yang hampir sama, dulu presiden Radhakrishnan dari India terkagum-kagum pada bagaimana cara kita di kepulauan ini menjaga budaya dan tradisi kita, yang berakar dalam kebudayaan kuno di peradaban Lembah Indus, terlepas dari afiliasi agama dan kepercayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu ialah realitas dulu, tapi sekedar mitos sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, realitas nyatanya ialah seorang ustad yang terkenal, tak tahu sama sekali tentang kebudayaan dan tradisi kita yang sudah berumur panjang itu, dapat berbicara di depan publik membuat ancaman bahwa bom bunuh diri akan terus berlanjut kalau kita tak mengadopsi sistem pemerintahan berbasis syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya-upaya polisi yang intensif untuk memberantas terorisme tak direstui oleh orang yang mengaku Insan Kamil ini. Ia justru memberkahi para pelaku bom bunuh diri dan menyebut mereka martir. Dalam bahasanya sendiri, “Saya tak sepenuhnya menyalahkan para pembom di Indonesia, karena tujuan mereka bagus, yakni untuk membela Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan semacam ini bersebrangan sekali dengan apa yang diyakini oleh Mahatma Gandhi: “Terorisme dan tipu muslihat ialah bukan senjata orang yang kuat tapi mereka yang lemah. Tindakan religius tak bisa ditunjukkan dengan bantuan bayonet atau bom.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta nyata lainnya ialah bahwa pemerintah kita merasa tak berdaya menghadapi satu orang saja karena kepopulerannya, yang telah membajak image negara kita. Atau mungkin ia  tak seorang diri. Barangkali ada orang lain di baliknya. Atau beberapa partai politik, orang yang berpengaruh di atas sana, kekuatan-kekuatan di luar negara kita - siapakah mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan pejabat tinggi mengatakan pada saya bahwa itu bukan duduk perkaranya. Jadi apa masalahnya? Ini soal kemauan politik. Tak ada kemauan politik untuk mengakhiri semua ini.” Barangkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analis terpelajar kita dan para cendekiawan berargumentasi bahwa fanatisme, radikalisme dan terorisme tidaklah sama. “Tak semua radikal,” kata mereka, “ialah teroris.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan oleh Prof. Greg Barton, di buku apik hasil penelitiannya, Jamaah Islamiyah: Islamisme Radikal di Indonesia, kyai terkenal kita itu disebutkan juga pernah berkata, “Saya membuat banyak pisau, saya menjual banyak pisau, tapi saya tak bertanggungjawab bagaimana mereka digunakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai yang moderat mempertahankan bahwa terorisme dan kekerasan tak ada hubungannya dengan agama. Mereka secara hati-hati menghindari diskusi-diskusi tentang perkembangan fanatisme. Mereka tak akan beresonansi dengan Gandhi, “Fanatisme yang menolak perbedaan ialah negasi dari semua ideal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara di forum internasional, pemimpin lembaga keagamaan kita pun enggan untuk mengakui bahwa perkembangan fanatisme dan radikalisme telah memecah-belah masyarakat kita, di mana harmoni lintas agama dan kepercayaan tak pernah menjadi sebuah isu belaka, tapi sungguh menjadi sebuah gaya hidup yang dilakoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak memiliki kelompok lintas agama dan kepercayaan lebih dahulu, tapi kita sudah mempunyai harmoni lintas agama dan kepercayaan. Ini ialah realitasnya dulu, dan sekedar mitos sekarang. Kini, realitasnya ialah bahwa kita memiliki beberapa kelompok lintas agama dan kepercayaan, tapi tak ada harmoni lintas agama dan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka atau tidak, agama telah dipakai untuk membenarkan tindakan teror. Agama telah ditampilkan seperti itu, dan oleh pengikutnya sendiri, bahwa ini telah kehilangan arti sesungguhnya dan kegunaannya sebagai kekuatan yang mempersatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bersebrangan dengan kain latar itu,  pada Desember tahun ini, Parlemen Agama-agama di Dunia akan bertemu di Merlbourne Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mengingat kembali pada tahun 1893, parlemen bertemu untuk pertama kalinya di Chicago. Vivekanada (1863-1902), satu dari para pembicara yang kemudian menjadi bintang, yakin sungguh bahwa, “sektarianisme, sikap keras kepala dan turunan lainnya, fanatisme, telah lama mencengkram Bumi yang indah ini. Mereka telah memenuhi dunia dengan kekerasan, sering dan acapkali membasahinya dengan darah manusia, menghancurkan peradaban dan menyebabkan seluruh bangsa berputus asa. Kalau bukan karena setan-setan yang menakutkan itu, peradaban manusia akan lebih berkembang daripada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap konvensi akan membunyikan “lonceng kematian seluruh fanatisme, dari semua penyiksaan dengan pedang dan pena, dan segenap perasaan tanpa belas kasihan antara orang-orang yang menuju tujuan yang sama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari seabad kemudian, harapannya tetap menjadi harapan dan sebuah mimpi untuk diwujudkan. Konferensi di Melobourne nanti tahun ini, oleh sebab itu, tak hanya tepat pada waktunya, tapi juga mendesak dan imperatif. Kendati demikian, lebih penting ialah pertemuan pikiran dan hati kita. Lebih mendesak ialah kemauan kita untuk menjadi jujur dan tulus dalam apa yang kita katakan dan lakukan. Lebih imperatif ialah perubahan paradigma dari sekedar toleransi. Kita harus belajar mengapresiasi perbedaan-perbedaan di antara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bekerja pada sistem kepercayaan individu dan kompleksitas mental. Dapatkan kita mengubah slogan kita dari “agamaku ialah yang terbaik” atau “agamaku ialah solusi satu-satunya” menjadi “agamaku tak lebih baik darimu?” Ini akan mengakhiri segala konflik berbasis agama dan keagamaan, kompetisi dan tindakan pindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk teman-teman saya yang masih menyokong fanatisme terhadap satu agama, saya harus menggunakan bahasa yang lebih keras kali ini: persetujuanmu bukan hanya tak sehat, tapi juga berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkan para fanatik yang telah, dan masih, menyembunyikan para teroris atas nama agama. Mereka bukan teroris. Mereka hanya fanatik, dan barangkali tak radikal. Kendati demikian mereka tetap membahayakan masyarakat dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama fanatisme dan radikalisme tak dibabat habis, terorisme akan berlanjut. Dan harmoni lintas agama dan kepercayaan akan tetap menjadi impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menanti pertemuan di Melbourne, saya juga mencari keluarannya. Pilihannya terbatas - kita sekedar melanjutkan dialog, atau sungguh bergotong-royong, berkerja bagi perdamaian dunia dan melayani komunitas dunia sebagai satu unit: Satu Bumi, Satu Langit dan Satu Umat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ialah aktivis spiritual, penulis lebih dari 130 buku dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dia dijadwalkan akan berbicara pada konferensi di Melbourne dan mendapat nominasi sebagai duta berdasarkan keterlibatan dan kontribusi pentingnya pada gerakan lintas agama dan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anand Krishna, Jakarta, Minggu, 06/09/2009, Opini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan oleh Nugroho Angkasa dari “Global Interfaith Harmony”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4330611249966821830?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4330611249966821830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/harmoni-lintas-agama-dan-kepercayaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4330611249966821830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4330611249966821830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/09/harmoni-lintas-agama-dan-kepercayaan.html' title='Harmoni Lintas Agama dan Kepercayaan Global'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-7383073968382331467</id><published>2009-08-06T09:04:00.000+07:00</published><updated>2009-08-06T09:07:23.597+07:00</updated><title type='text'>A LIGHT IN A DARKENED WORLD</title><content type='html'>Catatan: seperti yang saya nyatakan dalam Disclaimer, penulis bertindak independent dalam menulis artikel dan hingga saat artikel A Light in a Darkened World ditulis, penulis tidak berafiliasi dengan organisasi manapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel yang saya sajikan kali ini akan mencoba merangkum berbagai sumber sejarah yang mengindikasikan bahwa seseorang yang disebut Isa Al Masih oleh umat Muslim atau Yesus Kristus oleh umat Kristen pernah mengembara sejauh ribuan kilometer ke arah timur menuju daerah di sekitar pegunungan Himalaya. Terdapat banyak dokumen sejarah yang otentik, situs bersejarah, dan tradisi oral yang membenarkan kisah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan artikel ini tidak bermaksud menyerang doktrin agama yang resmi. Penulis tidak memiliki otoritas menentukan kebenaran isi naskah-naskah kuno yang disajikan dalam artikel tersebut. Penilaian benar atau tidaknya isi naskah kuno tersebut diserahkan kembali kepada para pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel yang saya susun dalam format PDF ini dapat didownload dari link berikut&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/5925174/ALightinaDarkenedWorld_haikal.pdf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=SUGGESTED READINGS=&lt;br /&gt;Bersama artikel tulisan tersebut, saya lampirkan pula beberapa naskah yang meskipun bukan rujukan tulisan saya akan tetapi bisa menjadi bahan pembanding bila Anda berminat menyimak lebih jauh. Naskah tersebut antara lain sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaiser, Faber A. 1977. Yesus Wafat di Kashmir. Terjemahan oleh A Syurayuda. Jakarta: Darul Kutubil Islamiyah Gerakan Ahmadiyah Indonesia. Download link: http://www.ziddu.com/download/5925173/yesuswafatdikashmir_faberkaiser.pdf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kashmiri, Aziz. 1998. Christ in Kashmir. Srinagar: Roshni Publications. Download link: http://www.ziddu.com/download/5925172/christinkashmir_azizkashmiri.pdf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad, Hazrat Mirza Ghulam. 1962. Jesus in India. The Lahore Ahmadiyya Movement for the Propagation of Islam, http://aaiil.org/index.shtml. Download link: http://www.ziddu.com/download/5925175/Jesus-in-India_HazratMirzaGhulamAhmad.pdf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giri, Swami Nirmalananda.Tanpa tahun. The Christ of India. Atma Jyoti Ashram. Download link: http://www.ziddu.com/download/5925171/Christ-of-India_SwaminirmalanandaGiri.pdf.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-7383073968382331467?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/7383073968382331467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/08/light-in-darkened-world.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7383073968382331467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7383073968382331467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/08/light-in-darkened-world.html' title='A LIGHT IN A DARKENED WORLD'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6613152754208513844</id><published>2009-07-27T09:04:00.001+07:00</published><updated>2009-07-27T09:04:45.006+07:00</updated><title type='text'>APAKAH ANDA YAKIN TELAH BERAGAMA?</title><content type='html'>Sejak dari usia dini hingga saat ini Anda telah rutin menjalankan solat lima waktu, solat malam, berpuasa di bulan Ramadan, membaca Alquran, memperbanyak dzikir, berkhotbah di berbagai kesempatan pertemuan, dan bahkan mungkin telah berkesempatan berangkat haji ke Mekah. Kemudian setelah menjalankan semua ritual tersebut Anda merasa bahwa diri Anda telah menjadi seorang muslim dan mengaku sebagai umat Muhammad yang kelak akan mendapat tiket masuk surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda berpikir bahwa itu semua hanya halusinasi? Bahwa itu semua mungkin hanya perasaan Anda saja? Benarkah Anda adalah seorang muslim? Benarkah Anda adalah umat Muhammad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Anda tidak berhak sedikitpun untuk mengklaim sebagai seorang muslim. Jangan merasa ge-er dulu bila Anda telah menjalankan solat, zakat, puasa, dan haji lantas Anda telah meraih predikat muslim. Hanya Allah yang berhak dan memutuskan apakah Anda seorang muslim atau tidak. Bahkan di akhirat kelak pun belum tentu Nabi Muhammad memberi syafaat dan menyatakan Anda sebagai umatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja meskipun Anda telah mengamalkan tuntunan agama sesuai Quran dan sunnah (dan bahkan Anda memproklamirkan diri Anda beserta kelompok Anda sebagai pewaris ajaran “murni” agama Islam), tetap saja itu semua tidak lebih sekedar hasil penafsiran Anda sendiri atas Quran dan sunnah yang belum tentu sesuai dengan kehendak Allah dan para utusan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bersikeras bahwa tuntunan yang Anda pegang teguh adalah warisan para ulama dan ustad yang berguru ke negeri timur tengah, tempat lahirnya agama Islam, dimana tuntunan Islam di negeri tersebut diklaim masih “murni” sementara tuntunan Islam yang dijalankan di negeri lain telah terkontaminasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK kalau begitu perhatikan hal berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam yang semula diajarkan untuk menyebarkan nilai-nilai kemuliaan justru dimanfaatkan untuk ideologi ekstrim yang berbahaya. Sejak dini anak-anak muslim di Indonesia telah dididik oleh orang tua, guru, ustad, dan masyarakatnya untuk memusuhi umat non muslim. Otak mereka telah dijejali dengan berbagai programming yang menyatakan bahwa umat non muslim adalah kafir, musuh Allah, bermoral bejat, dan pengkonsumsi barang haram, oleh karena itu sudah selayaknya umat non muslim dimusuhi, disabotase, rumah ibadahnya dirusak, dan bila perlu dicabut nyawanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya kini telah dirasakan, dengan wajah yang dingin seperti zombie para “ksatria jihad” yang tanpa sedikitpun merasa berdosa telah mencabut nyawa ratusan orang yang mereka anggap sebagai musuh Allah. Mereka menyatakan bahwa setiap nyawa musuh Allah yang mereka cabut kelak diganjar dengan nikmatnya susu, anggur, dan gadis perawan di surga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, inikah yang dinamakan agama? &lt;br /&gt;Benarkah Anda sudah beragama? &lt;br /&gt;Benarkah tujuan beragama adalah sekedar masuk surga? &lt;br /&gt;Apakah tuntunan agama yang Anda pegang masih murni?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6613152754208513844?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6613152754208513844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/07/apakah-anda-yakin-telah-beragama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6613152754208513844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6613152754208513844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/07/apakah-anda-yakin-telah-beragama.html' title='APAKAH ANDA YAKIN TELAH BERAGAMA?'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-863275637127493153</id><published>2009-06-17T15:49:00.001+07:00</published><updated>2009-06-17T15:49:21.720+07:00</updated><title type='text'>KEPOLOSAN ANAK-ANAK</title><content type='html'>Hari minggu tanggal 14 Juni 2009 adalah saat dibukanya akses jembatan nasional Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa (tepatnya di Kenjeran Surabaya) dan Pulau Madura (tepatnya di perbatasan Kecamatan Burneh dan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan). Pada sore hari itu saya melakukan perjalanan pulang ke Malang setelah mengikuti acara keluarga di Sampang. Karena saya menggunakan angkutan transportasi umum, maka untuk menyeberang ke Surabaya harus melalui penyeberangan ferry di Kamal, Bangkalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah berada di atas deck penumpang kapal, seperti biasa saya berdiri di tepi kapal untuk melihat pemandangan laut di sore hari. Tidak lama kemudian muncul dua orang bocah laki-laki yang didampingi ayah ibunya. Melihat kulit mereka yang berwarna terang dan bermata sipit mereka jelas nampak berbeda dibandingkan penumpang sekitarnya. Sebagaimana lazimnya anak-anak, bocah-bocah bermata sipit ini dengan penasaran berdiri di tepi kapal untuk menyaksikan aktivitas kendaraan yang keluar masuk kapal di dermaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian muncul pula seorang gadis kecil yang juga ikut-ikutan berdiri di tepi kapal tepat di samping salah satu bocah bermata sipit. Cukup lama anak-anak ini melihat-lihat pemandangan laut dan dermaga, tiba-tiba secara spontan dan tanpa segan bocah bermata sipit mengajak gadis kecil di sampingnya berbicara sebentar seolah-olah ingin mengajaknya berinteraksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pemandangan ini sangat menarik. Kepolosan jiwa anak-anak membuat mereka dapat berinteraksi dengan sesamanya tanpa melihat perbedaan wujud fisik. Sangat berbeda dengan orang-orang dewasa indigenous di sekitarnya yang nampak cukup segan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang bermata sipit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran saya pun menerawang jauh di masa kecil saya dimana saat itu saya juga sering menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak cina tetangga sebelah. Saat itu kami bisa bermain dengan lepas dan riang gembira. Namun tatkala orang tua, guru, dan masyarakat mulai melakukan intervensi dengan memberikan berbagai conditioning, saat itulah mulai terbentuk pola pikir kita dan cara pandang kita terhadap mereka yang nampak berbeda, baik dari segi etnis ataupun agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Injil Perjanjian Baru mengisahkan bahwa Yesus pernah berkata kepada murid-muridnya “Kalau kamu ingin menjadi yang terbesar di dalam kerajaan Allah maka kamu harus merendahkan diri dan mau belajar seperti anak kecil ini”. Tidak salah lagi pengalaman saya adalah contoh nyata yang disampaikan oleh Yesus 2000 tahun yang lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-863275637127493153?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/863275637127493153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/kepolosan-anak-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/863275637127493153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/863275637127493153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/kepolosan-anak-anak.html' title='KEPOLOSAN ANAK-ANAK'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4527898683313694054</id><published>2009-06-17T15:41:00.001+07:00</published><updated>2009-06-17T15:41:24.997+07:00</updated><title type='text'>PELAKU DOSA</title><content type='html'>Seorang yang selama hidupnya tidak pernah berhenti berbuat dosa dikucilkan oleh masyarakat dan dilarang masuk rumah ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkeluh kesah kepada Tuhan, “Wahai Tuhan, aku tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumahMu karena aku banyak berbuat dosa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Tuhan berbicara langsung kepadanya, “Mengapa engkau harus mengeluh? Aku juga tidak boleh masuk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Perkara hidayah adalah wewenang Tuhan. Namun para pemimpin agama malah dengan berani mengambil alih tugas Tuhan. Mereka memutuskan golongan mana yang berada di jalan kebenaran. Mereka memutuskan siapa yang dinyatakan sesat, bid’ah, kafir, dan halal untuk dibunuh. Mereka mengklaim dirinya pemandu jalan menuju sorga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4527898683313694054?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4527898683313694054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/pelaku-dosa_7308.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4527898683313694054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4527898683313694054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/pelaku-dosa_7308.html' title='PELAKU DOSA'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8945593100519818167</id><published>2009-06-12T09:42:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T09:43:52.167+07:00</updated><title type='text'>DI MANAKAH RUMAH TUHAN?</title><content type='html'>Pada zaman dahulu terdapat hutan belantara yang lebat, dimana burung-burung bernyanyi di siang hari dan serangga bernyanyi di malam hari. Pepohonan tumbuh dengan segar, kuncup-kuncup bunga bermekaran, dan segala makhluk hidup berkeliaran dengan bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang masuk dalam hutan tersebut tenggelam dalam keheningan dan kesunyian. Keheningan dan keindahan alam itulah tempat dimana Tuhan bersemayam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian tiba suatu masa dimana setiap orang membangun gedung-gedung pencakar langit, merusak sungai dan hutan dalam waktu yang cepat. Bertebaran rumah-rumah ibadah yang dibangun dari kayu-kayu hutan dan batu-batu di tebing. Kubah dan menara menjulang tinggi di langit. Udara dipenuhi dengan suara lonceng, alunan doa, nyanyian, dan khotbah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Tuhan tidak punya rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Tetapi tetap saja manusia merasa dirinya telah "beragama"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8945593100519818167?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8945593100519818167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/di-manakah-rumah-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8945593100519818167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8945593100519818167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/di-manakah-rumah-tuhan.html' title='DI MANAKAH RUMAH TUHAN?'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5909449630337322907</id><published>2009-06-12T09:41:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T09:42:06.522+07:00</updated><title type='text'>KESUCIAN</title><content type='html'>Anthony De Mello bercerita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang wanita yang saleh dan berbakti kepada Tuhan yang setiap pagi hari rajin pergi ke gereja. Sepanjang jalan menuju gereja wanita tersebut senantiasa memberi bantuan kepada anak-anak gelandangan dan pengemis. Begitu dalam wanita itu tenggelam dalam baktinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu hari ia berjalan seperti biasanya menuju gereja tepat pada saat kebaktian. Tiba di depan pintu ia berusaha membukanya, akan tetapi sungguh aneh pintu tersebut tidak dapat dibuka. Ia mendorong lebih keras dan nampaknya pintunya terkunci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sedihnya bahwa untuk pertama kalinya ia melewatkan kegiatan kebaktian. Tidak tahu harus berbuat apa ia mendongak dan di atas pintu gereja terpasang tulisan, “Aku sedang keluar” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar: &lt;br /&gt;Kesucian dapat terwujud dimanapun. Di tempat suci manapun, baik itu di dalam masjid, gereja, vihara, sungai Gangga, atau Ka’bah sekalipun tidak menjamin seseorang menjadi suci. Kesucian harus terwujud dalam bentuk pelayanan kepada sesama makhluk hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5909449630337322907?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5909449630337322907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/kesucian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5909449630337322907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5909449630337322907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/kesucian.html' title='KESUCIAN'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5911767595941089640</id><published>2009-06-12T09:40:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T09:41:27.505+07:00</updated><title type='text'>DOA SANG RAJA</title><content type='html'>Seorang mistik muslim bernama Farid diminta oleh para tetangganya di kampung agar menghadap Maharaja di Delhi. Hal ini bertujuan agar maharaja bermurah hati kepada rakyat di kampung tempat tinggal Farid. Farid berjalan ke dalam istana untuk menghadap sang maharaja dan kemudian menemukan sang raja sedang berdoa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah maharaja menyelesaikan doanya dan berjalan keluar, Farid bertanya, “Doa apakah yang Maharaja sampaikan kepada Yang Mahakuasa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berdoa agar Yang Maharahim memberikan kejayaan dan kekayaan serta panjang umur kepadaku”, jawab sang Maharaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Farid mohon pamit kepada Maharaja dan segera meninggalkan istana sembari berujar, “Aku datang kemari untuk menghadap Maharaja, sementara yang kutemukan tadi tidak lebih dari seorang pengemis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Surat Al An’aam menyatakan dengan jelas:&lt;br /&gt;6:162. Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita telah menyatakan beriman kepada Tuhan, maka sudah seharusnya salat, ibadah, dan seluruh karya kita semata-mata dijadikan sebagai persembahan kepada Tuhan. Namun selama ini manusia rajin beribadah dan berdoa kepada Tuhan sekedar untuk meminta limpahan harta, mendapatkan jodoh, kenaikan pangkat, lulus ujian, mengusir hantu, dan sebagainya. Hal ini berarti kita menyembah Tuhan dengan pamrih, kita masih belum tunduk dan pasrah di hadapan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab suci yang ribuan tahun lebih tua dari Al Quran yaitu Bhagavad Gita juga menyatakan hal yang serupa: &lt;br /&gt;Berkaryalah dengan demi tugas dan kewajiban, bukan demi surga, apalagi demi kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;Janganlah engkau merisaukan hasil akhir, tak perlu memikirkan kemenangan ataupun kegagalan. &lt;br /&gt;Dengan jiwa seimbang dan tak terikat pada pengalaman suka dan duka, berkaryalah dengan penuh semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya ada sebuah ungkapan sufi yang cukup terkenal, “Bila surga dan neraka tak pernah ada, masihkah engkau menyembahNya?”. Ini adalah pertanyaan yang cukup menggelitik, selama ini kita rajin beribadah untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya agar mendapat kesempatan masuk surga. Mengapa harus surga? Hal ini menunjukkan kita tidak pernah sadar bahwa segalanya berasal dari Allah dan segalanya akan kembali bersatu dengan Allah. Surga adalah ilusi dan surga tidaklah kekal. Sholat ataupun bentuk ritual yang lain seharusnya dilakukan secara ikhlas semata-mata sebagai persembahan kepada Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5911767595941089640?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5911767595941089640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/doa-sang-raja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5911767595941089640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5911767595941089640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/doa-sang-raja.html' title='DOA SANG RAJA'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5555922980628336971</id><published>2009-06-08T10:59:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:00:27.067+07:00</updated><title type='text'>PARA KUDUS</title><content type='html'>Pada zaman dahulu ada orang suci yang kehadirannya senantiasa dirindukan para malaikat. Tetapi dirinya sendiri tidak pernah menyadari bahwa dirinya memiliki derajat mulia. Dia adalah orang yang senantiasa menyebarkan kebaikan laksana bunga yang menebar keharuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah letak kesuciannya? Ternyata dia tidak pernah memandang keadaan latar belakang orang lain, tidak pernah memikirkan keburukan orang lain, serta dia selalu mencintai dan memberkati setiap orang yang dia jumpai. Sesungguhnya hal ini bukanlah hal yang luar biasa karena seperti itulah caranya menjalani kehidupan selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari malaikat menemuinya dan berkata, “Aku diutus oleh Tuhan kepadamu. Mintalah apa yang kamu inginkan dan doamu segera dikabulkan. Apa engkau menginginkan karunia penyembuhan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak”, kata orang suci, “Hanya Tuhan sendiri yang melakukan penyembuhan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau ingin mengembalikan orang yang berdosa kembali ke jalan kebenaran?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak”, kata orang suci, “Saya bukan orang seperti itu. Menyentuh hati manusia adalah pekerjaan malaikat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah engkau menjadi teladan kesucian hingga setiap orang tertarik untuk mengikuti jalanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak”, kata orang suci, “Sebab hal itu akan membuatku menjadi pusat perhatian masyarakat sehingga mereka akan terikat padaku dan melupakanNya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu apa yang engkau inginkan?”, tanya malaikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang suci menjawab, “Aku hanya menginginkan rahmat Tuhan. Satu itu sudah cukup untuk memenuhi semua permintaanku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bisa, engkau harus minta sebuah mukjizat!”, kata malaikat, “Atau mukjizat itu diberikan kepadamu secara paksa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang suci tidak bergeming, “Satu itu sudah cukup untuk memenuhi semua permintaanku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama mereka berdua saling ngotot, merasa tidak ada solusinya, pada akhirnya malaikat memutuskan bahwa bayangan orang suci itu diberi kekuatan penyembuhan. Dimana bayangan tersebut berada akan menyembuhkan orang sakit, menyuburkan tanah, memancarkan mata air, dan menyegarkan kembali tanaman yang layu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua hal yang terjadi tersebut tidak pernah disadari oleh orang suci.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5555922980628336971?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5555922980628336971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/para-kudus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5555922980628336971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5555922980628336971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/para-kudus.html' title='PARA KUDUS'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-904011599580431180</id><published>2009-06-08T10:58:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T10:59:17.549+07:00</updated><title type='text'>MUKJIZAT</title><content type='html'>Anthony De Mello bercerita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika seseorang menemui salah satu murid mistik sufi Baharudin Naqshaband dan berkata “Jelaskan padaku mengapa gurumu tidak pernah mengakui mukjizat-mukjizat yang selama ini ia lakukan. Aku memengumpulkan berbagai bukti yang tidak terbantahkan bahwa gurumu dapat hadir di dua tempat berbeda dalam waktu bersamaan. Gurumu juga mampu menyembuhkan penyakit dengan kekuatan doanya. Namun gurumu mengelak untuk menjelaskan mukjizatnya, dan bahwa ia dapat menyembuhkan orang sakit gurumu berdalih bahwa hal itu dikarenakan kekuatan iman mereka. Mengapa ia berbuat demikian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu betul apa yang kamu maksudkan”, sang murid menjawab, “Sebab aku sendiri juga mengamati hal tersebut. Nampaknya kau bias menjawab pertanyaanmu itu. Pertama, guruku tidak berkeinginan untuk menjadi pusat perhatian orang banyak. Kedua, guruku yakin bahwa bila masyarakat lebih tertarik pada mukjizat mereka tidak akan berminat lagi mempelajari hal-hal yang bersifat ruhani”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Demikianlah yang dilakukan para kekasih Allah. Mereka bukanlah para pesohor yang berkoar-koar meneriakkan ayat suci di depan kamera televisi. Mereka tidak memerlukan popularitas karena hanya dengan kehadiran mereka saja sudah cukup menciptakan perubahan besar di tengah masyarakat. Kehadiran mereka akan senantiasa menyebarkan energi Kasih Ilahi bagi umat manusia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kekasih Allah juga tidak memerlukan pengikut dalam jumlah besar. Orang yang sekedar ingin tahu dan hidup tidak selaras dengan alam semesta akan tersingkir secara alami. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki energi yang harmonis dengan alam semesta yang bisa menjadi murid pada kekasih Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-904011599580431180?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/904011599580431180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/mukjizat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/904011599580431180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/904011599580431180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/06/mukjizat.html' title='MUKJIZAT'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5220151896210068877</id><published>2009-05-13T09:03:00.000+07:00</published><updated>2009-05-13T09:04:22.777+07:00</updated><title type='text'>MENGGUGAT SEMBOYAN RAHMATAN LIL ALAMIN</title><content type='html'>Semboyan Rahmat Bagi Semesta Alam yang biasa digembor-gemborkan oleh umat islam selama ini merujuk pada Surah Al Anbiya sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu dipertanyakan adalah apakah umat islam mampu menjalankan perannya sebagai rahmat bagi semesta alam? Sudahkah semboyan ini diamalkan atau hanya sekedar lip service belaka? Coba Anda cermati cerita ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah orang jawa yang menetap di Malang dan bekerja sebagai tenaga kontrak di FMIPA Universitas Negeri Malang, sementara istri saya bekerja sebagai guru SMP di Torjun, Sampang, Madura. Kami berdua untuk sementara menjalani hidup secara terpisah karena istri saya menghendaki saya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Negeri Malang. Oleh karena itu umumnya dalam interval satu atau dua minggu saya jadualkan untuk mengunjungi istri saya di Madura pada hari sabtu dan minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Isuzu Elf adalah jenis kendaraan yang lazim dijadikan transportasi umum antar kota di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di pulau Madura. Saya biasa menggunakan kendaraan ini untuk perjalanan dari Dermaga Kamal Bangkalan menuju tempat tinggal istri saya di Pamekasan, atau sebaliknya dari Pamekasan menuju Kamal untuk perjalanan kembali ke Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari minggu sore tanggal 10 Mei 2009 saya berpamitan untuk pulang ke Malang setelah mampir sejenak di rumah kerabat di Sampang. Seperti biasa saya menggunakan angkutan Isuzu Elf untuk bertolak menuju Kamal. Kondisi saya saat itu agak lelah dan mengantuk sehingga saya tidak terlalu memperhatikan ponsel yang saya letakkan di saku celana. Saya tidak sadar bahwa selama perjalanan ponsel saya melorot dan terjatuh dari saku celana. Pada saat di atas kapal yang bertolak dari Dermaga Kamal ke Dermaga Ujung Surabaya saya baru sadar bila ponsel saya sudah hilang. Saya tidak terlalu kecewa akan hal ini karena ponsel saya yang bermerk Nokia generasi kuno memang kondisinya sudah butut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diusut istri saya berhasil menghubungi orang yang menemukan ponsel saya yang berbicara dalam dialek Madura. Apa yang dibicarakan tidak terlalu penting dan memang bukan hal itu yang perlu saya sampaikan. Mengetahui istri saya berbicara dalam bahasa Madura, selanjutnya coba perhatikan yang diucapkan si penemu ponsel saya, kira-kira dia berbicara seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, kalau tahu ini hape-nya orang Madura, sudah pasti saya kembalikan. Coba kalau hape-nya orang CINA, gak bakal saya kembalikan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini segalanya menjadi jelas. Anda mungkin bisa menangkap makna dari perkataan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah orang Jawa yang mewarisi darah Jawa, Madura, dan Cina dari leluhur saya. Materi genetik leluhur Chinese saya nampaknya terekspresi lebih dominan daripada materi genetik leluhur saya yang lain. Akibatnya saya memiliki penampilan fisik atau phenotype yang memang cenderung khas Timur Jauh.  Hal ini membuat saya nampak berbeda di antara orang Madura yang rata-rata berkulit lebih gelap.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etnis Madura selain terkenal oleh wataknya yang temperamental, mereka juga dikenal memiliki rasa solidaritas dan persaudaraan yang sangat kuat terhadap sesama orang Madura. Etnis Madura juga memiliki fanatisme yang kuat terhadap agama Islam seperti halnya orang Betawi atau Aceh. Namun sisi jeleknya mereka sejak kecil tumbuh di lingkungan yang RASIS, terutama terhadap orang CINA (yang mayoritas non muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari ucapan si penemu ponsel saya bisa dipastikan hal sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Si penemu sebenarnya sudah mengetahui bahwa ponsel yang dia temukan adalah milik saya.&lt;br /&gt;2. Berhubung saya memiliki penampilan seperti orang CINA dan si penemu bersikap RASIS terhadap orang CINA, maka si penemu memutuskan untuk tidak mengembalikan ponsel tersebut kepada saya. &lt;br /&gt;3. Seandainya saya dilahirkan memiliki phenotype khas Madura, besar kemungkinan karena solidaritas sesama orang Madura, ponsel saya langsung dikembalikan kepada saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran saya mulai menerawang ke masa lampau, di masa kecil saya. Saat itu pun ayah saya yang memang orang Madura selalu bercerita bahwa orang kafir yang tidak menyembah Allah, tidak melakukan solat, dan makan daging babi kelak akan disiksa Allah di dalam neraka. Jelas yang dimaksud orang kafir oleh ayah saya adalah orang Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan non-muslim lainnya. Ayah saya pun secara terang-terangan menyatakan kebenciannya terhadap kakek saya yang merupakan jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (ayah dari Ibu saya). Betapa bencinya ayah saya terhadap kakek saya yang non-muslim hingga berani mengatakan “Dasar anjing!” terhadap mertuanya ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk anak-anak yang beruntung bahwa conditioning ini tidak merasuk ke dalam jiwa saya karena saya memiliki Ibu yang berpandangan moderat dan senantiasa memfilter indoktrinasi ayah saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas orang tua muslim di Indonesia mengkondisikan jiwa anaknya untuk membenci non-muslim atau non-pribumi seperti saya. Bukan hanya saya yang mengalami conditioning ngawur ini, dan bukan hanya orang Madura saja yang mengalami ini. Bila saya mengingat tragedi Mei 1998, saya mulai bisa melihat bahwa penjarahan properti milik keturunan Cina dan perkosaan yang dialami para perempuan Cina jelas dianggap wajar oleh para pelakunya. Apa yang dipikirkan para pelaku kerusuhan sangat jelas, “Orang Cina adalah kaum kafir, sudah sewajarnya mereka dihabisi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan diskriminatif yang disebabkan tampang Timur Jauh saya seperti ini bukan yang pertama saya alami. Sering terjadi tarif angkutan umum yang dikenakan kepada saya lebih mahal daripada orang Madura sendiri atau bahkan mereka memberi uang kembalian seenaknya. Saya memutuskan untuk tidak bereaksi terhadap perlakuan ini, lebih baik tidak bikin ribut dengan orang-orang yang masih melestarikan tradisi Carok (duel dengan memakai celurit) ini. Menyadari bahwa tampang saya yang cenderung mengakibatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang rasis, memang sejak lama saya mendalami berbagai fighting arts untuk mengantisipasi skenario yang paling buruk yang bisa menimpa saya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semboyan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam tidak lebih dari wacana omong kosong. Islam hanyalah rahmat bagi sesama muslim sendiri. Umat muslim di Indonesia belum bisa membawa keselamatan bagi umat non-muslim atau non-pribumi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5220151896210068877?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5220151896210068877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/05/menggugat-semboyan-rahmatan-lil-alamin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5220151896210068877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5220151896210068877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/05/menggugat-semboyan-rahmatan-lil-alamin.html' title='MENGGUGAT SEMBOYAN RAHMATAN LIL ALAMIN'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-7844085109614669494</id><published>2009-04-29T08:35:00.002+07:00</published><updated>2009-04-29T08:44:56.304+07:00</updated><title type='text'>Legenda Nabi Khidr di Asia Selatan</title><content type='html'>Sosok nabi Khidr tidak hanya dikenal di wilayah Timur Tengah. Wilayah di sekitar Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan sekitarnya juga memiliki berbagai kisah mengenai penampakan sang nabi misterius ini. Kitab suci Alquran tidak memberi informasi yang jelas tentang nabi Khidr, baik tentang asal-usulnya maupun akhir dari kisah hidupnya. Nabi ini muncul secara tiba-tiba dan melakukan interaksi dengan nabi Musa, selanjutnya tidak diceritakan bagaimana kelanjutannya. Secara misterius nabi ini menghilang begitu saja dari Alquran. Nabi ini sering dibicarakan menampakkan diri sebagai sosok orang tua berjubah hijau dan kemunculannya sering terjadi di sekitar perairan seperti sungai besar atau laut. Penampilan seseorang berjubah hijau jelas sangat menarik perhatian karena sepertinya jubah warna hijau tidak lazim dikenakan masyarakat timur tengah ataupun asia selatan. Oleh karena itu sang nabi sering disebut sebagai "The Green Man".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan 25 nabi dalam Alquran, nabi Khidr tidak bisa dipandang remeh. Surah Al-Kahfi mengisyaratkan bahwa tokoh ini bukan tokoh biasa. Perhatikan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18:65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah selanjutnya telah sering kita dengarkan dari para ustad. Nabi Musa saja terpaksa harus di-training oleh nabi yang satu ini. Saya yakin nabi Muhammad mengenal dengan baik tokoh yang satu ini. Tetapi entah mengapa kisah nabi ini dalam Alquran dirasa terlalu pendek dan bikin penasaran. Sesuatu yang disembunyikan pastilah menyimpan rahasia besar yang bukan konsumsi kalangan awam. Nabi Khidr jelas memiliki tingkatan yang advanced dibandingkan nabi-nabi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar akhir tahun 2008 saya mendapatkan buku berjudul “Christ of Kashmiris” yang ditulis oleh Anand Krishna dan diterbitkan oleh Anand Ashram Foundation. Salah satu bab dalam buku berbahasa Inggris ini menguraikan berbagai kisah penampakan nabi Khidr di sekitar wilayah India dan Pakistan. Saya akan mencoba membuat ringkasan dari bab tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mistik sufi yang pernah berhadapan langsung dengan nabi Khidr adalah Muhyiddin Ibnu Arabi. Ibn Arabi mengisahkan bahwa pada suatu malam dalam perjalanan laut menuju pelabuhan Tunisia dirinya merasa tidak enak badan. Saat itu penumpang kapal yang lain sedang terlelap tidur dan dirinya berjalan menuju tepi kapal. Tiba-tiba secara mengejutkan sesosok laki-laki dari kejauhan permukaan laut berjalan ke arah dirinya di bawah temaram bulan purnama. Tidak salah lagi sosok tersebut berjalan di atas air. Tidak lama kemudian sosok tersebut naik ke atas kapal dan sungguh ajaib kakinya tidak basah sama sekali. Sosok laki-laki itu sempat berbicara dengan Ibnu Arabi dan tidak lama kemudian laki-laki ini meninggalkan Ibnu Arabi, kembali ke permukaan laut dan berjalan menuju mercu suar sejauh dua mil. Hanya dengan dua atau tiga langkah laki-laki tersebut telah sampai di mercu suar tersebut. Saat Ibnu Arabi berada di kota secara misterius dirinya bertemu dengan seseorang yang mengungkapkan bahwa laki-laki di atas kapal yang ditemui Ibnu Arabi malam itu adalah nabi Khidr. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi misteri. Bisa jadi orang di kota yang ditemui Ibnu Arabi tidak lain adalah nabi Khidr sendiri. Misteri pun masih bisa berlanjut.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain yang menunjukkan penampakan nabi Khidr dikisahkan oleh seorang sufi bernama Hazrat Madho Lal Hussain yang juga dikenal sebagai Shah Hussain (1538-1599 SM). Tokoh ini tinggal di Lahore, Pakistan, dan mungkin satu-satunya sufi yang diberkahi kesempatan bertemu dengan nabi Khidr pada usia belasan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuannya dengan sang nabi telah diatur oleh Murshidnya yang bernama Shaikh Bahlol. Dalam hal ini bisa ditebak sebenarnya sang guru pun punya hubungan yang khusus dengan sang nabi. Sang guru memerintahkan Hussain untuk mengambil air di sungai dan mengisi tempat air hingga penuh. Sang guru juga berpesan bahwa nanti dia akan bertemu dengan seseorang yang berjubah hijau dan bila orang tersebut memerintahkan sesuatu Hussain harus mematuhinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah tersebut dilaksanakan Hussain dan tiba saat dirinya selesai mengambil air, seseorang berjubah hijau benar-benar muncul di hadapannya. Mereka berdua saling mengucapkan salam dan selanjutnya berbicara untuk sejenak. Hussain dapat merasakan bahwa sosok di hadapannya bukanlah manusia biasa. Berdasarkan kisah-kisah yang pernah  ia dengar dan jubah hijau yang dikenakan, dirinya dapat memastikan bahwa sosok tersebut adalah nabi Khidr. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dirinya memohon sesuatu dari nabi Khidr sebagai berkah. Nabi Khidr pun mengabulkan permohonan Hussain dan meminta Hussain menuangkan air yang dia bawa ke telapak tangan sang nabi. Selanjutnya sang nabi menuangkan kembali air tersebut ke dalam mulut Hussain. Seperti biasa sang nabi misterius ini mendadak lenyap dari pandangan Hussain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Hussain pun merasakan perubahan yang terjadi pada dirinya. Tanpa dia sadari dia mampu menghafal ayat-ayat Alquran dengan mudahnya, padahal sebelumnya Hussain masih kesulitan menghafal teks Alquran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Sindh di Pakistan juga memiliki tradisi oral tentang penampakan nabi Khidr. Umat muslim dan Hindu di wilayah ini hidup berdampingan dengan cara yang unik. Seorang Sufi muslim terkadang memiliki murid dari kalangan Hindu, sebaliknya seorang pertapa Hindu pun terkadang juga memiliki murid dari kalangan muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Hindu di Sindh memuja sosok yang bernama Jind Pir. Jind Pir ini bagi kalangan muslim tidak lain adalah nabi Khidr. Sebutan Jind Pir ini kurang lebih dapat diartikan sebagai “Manusia Abadi” atau Immortal. Bagi umat Hindu di Sindh, nabi Khidr dianggap sebagai Sang Penebus dan Juru Selamat. Tradisi oral di Sindh mengisahkan bahwa nabi Khidr pernah menampakkan diri sebagai sosok bernama Uderolal atau Jhulelal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kuil Hindu didirikan di tepi sungai Indus di Sindh. Kuil Hindu ini dibangun untuk memuja sosok yang disebut nabi Khidr oleh kalangan muslim dan disebut sebagai Uderolal oleh kalangan Hindu. Warga di sekitar Sindh pada waktu tertentu melaksanakan sebuah tradisi meletakkan sebuah perahu kecil yang diberi pelita untuk diletakkan di permukaan kolam atau sungai. Tradisi unik ini dilakukan sebagai penghormatan kepada nabi Khidr. Sang nabi memang digambarkan sebagai orang tua yang berpakaian seperti fakir sufi dan berjalan di atas permukaan air dengan seekor ikan besar sebagai kendaraannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kisah nabi Khidr dari tradisi Sindhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JHULELAL BERA PAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu Sindhi disebut sebagai Negeri Tujuh Sungai. Masyarakatnya memuja air sebagai manifestasi kasih Tuhan. Meskipun dilahirkan sebagai kaum ksatria bangsa Sindhi tidak pernah melakukan invasi militer ke negara lain. Kekuatan militer digunakan sebatas untuk kepentingan pertahanan. Dalam waktu yang cukup lama bangsa Sindhi berhasil mempertahankan wilayahnya dari invasi bangsa Arabia/Arvasthan yang haus akan air dan sumber alam lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagalnya serangan militer membuat bangsa Arab mengubah strategi serangannya yang semula menggunakan kekuatan militer, kini berubah menjadi infiltrasi agama dan budaya. Warga Sindhi dipengaruhi untuk melawan penguasa Hindu yang dianggap kafir. Taktik ini terbukti berhasil dan penguasa Sindhi dari kalangan Hindu dipaksa turun tahta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun transisi ini tidak berjalan mulus. Berbagai kelompok muslim saling berperang berebut kekuasaan. Hal ini pada akhirnya diakhiri setelah Dinasti Soomra berhasil menyatukan Sindhi. Dinasti Soomra adalah warga Sindh yang memeluk agama Islam, penguasa Sindh ini bersikap toleran terhadap warga Hindu dan memberikan kelonggaran bagi mereka untuk menjalankan ritual Hindu tanpa tekanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum radikal dan fanatik mulai mencium gelagat tidak baik seperti ini. Mereka mulai mempengaruhi para penguasa daerah untuk melawan Dinasti Soomra atas nama agama Islam. Salah satu yang berhasil dipengaruhi adalah Mirkshah dari wilayah Thatta. Mirkshah meyakini bahwa dirinya mengemban tugas suci untuk mengkonversi seluruh populasi Sindh menjadi muslim. Tugas suci ini pun dilakukan demi mendapat jaminan kenikmatan surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Mirkshah memanggil seluruh pemimpin agama dari berbagai daerah dan memberi perintah yang tegas. Beralih memeluk agama Islam atau dijatuhi hukuman mati. Oleh karena ancaman tersebut para pemimpin agama lokal memohon kepada Mirkshah untuk berunding dan menentukan keputusan. Mirkshah pun memberi kesempatan kepada mereka sampai 40 hari ke depan dan seraya sinis berkata “Cobalah minta perlindungan dari tuhanmu” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat ancaman seperti itu warga Sindh berkumpul di tepi sungai Sindhu. Sungai Sindhu bagi warga Sindh dipuja sebagai wujud Tuhan, Sang Pemberi Kehidupan dan Sang Pemelihara. Mereka berkumpul di tepi sungai untuk berdoa memohon petunjuk kepada Sang Kuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara mengejutkan, seolah-olah langit terkoyak dan mengeluarkan suara yang jelas sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah takut...Seorang anak akan lahir sebagai Juru Selamat bagi kalian”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ajaib itu sungguh nyata dan terdengar amat jelas. Siapapun dapat mendengar suara ajaib itu. Warga yang berdoa di tepi sungai dapat merasakan bahwa itu adalah suaraNya. Mereka pun meyakini datangnya keselamatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir hari ke-40 para pemimpin agama lokal menemui Mirkshah dan menyatakan tidak akan melakukan konversi agama. Konversi agama di bawah tekanan tidak akan mengubah keyakinan warga Sindh. Mirkshah Tercengang mendengar bahwa hanya karena sebuah suara warga Sindh tidak goyah keyakinannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya karena sebuah suara dan dentang lonceng? Kalian pasti berhalusinasi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tokoh warga berkata, “Suara itu sungguh nyata Tuanku, begitu pula dengan dentang lonceng. Suara itu memang disertai alunan musik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirkshah menjadi murka, “Pasti seorang pemusik meracuni otak kalian! Dasar sinting. Bagaimana bisa seorang anak menjadi Juru Selamat bagi kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang telah mendengar Suara itu tetap tidak tergoyahkan, “Kami yakin akan Suara itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirkshah mengajukan tantangan bagi warga Sindh, “Kalau begitu coba buktikan, kita semua bergerak menuju sungai dimana suara itu berasal. Kita buktikan apakah seorang ada anak yang muncul dari dalam air sungai dan menyelamatkan kalian!”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan warga Sindhi tetap tidak tergoyahkan. Belakangan seorang bawahan Mirkshah mengingatkan bahwa tuannya dahulu pernah bermimpi melihat seorang anak yang duduk di atas dadanya. Mirkshah pun membalas, “Cih! Itu cuma mimpi. Aku sendiri sudah lupa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bawahan Mirkshah yang lain juga berusaha memperingatkan dirinya, “Hamba mohon tuanku tidak perlu memaksakan konversi agama pada mereka. Keyakinan bersifat sangat pribadi. Mengapa kita harus memaksa mereka memeluk Islam?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bawahan juga menambahkan, “Semalam pun saya bermimpi aneh melihat orang tua berjubah hijau muncul dari sungai dan berdiri di atas punggung ikan besar bergerak menuju tepi sungai Sindhu. Orang tua itu tiba-tiba berubah menjadi ksatria yang menghunuskan pedangnya di hadapan tuan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirkshah semakin senewen, “Mimpi ini, mimpi itu, ..........sudah hentikan! Otak tua bangka kalian makin ngaco”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian mimpi itu menjadi kenyataan, tiba-tiba dari tengah sungai muncul seorang anak. Mirkshah dan para anggota kelompok radikal dibuat kaget setengah mati. Anak itu pun berubah wujud menjadi orang tua berjubah hijau berdiri di atas ikan besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok inilah yang disebut umat muslim sang nabi Khidr dan Uderolal oleh umat Hindu. Uderolal bermakna “Dia yang Muncul dari Dalam Air” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Sindh yang menyaksikan kehadiran Sang Juru Selamat segera menggemakan pujian, “Daryashah,  Daryashah....!, Sang Penguasa Air telah tiba!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara warga yang lain segera bersimpuh untuk melantunkan dan mengulangi zikir &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Jhulelal Bera Par”&lt;br /&gt;Wahai Tuanku, bimbinglah kami melintasi lautan kepedihan dunia” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirkshah semakin ketakutan, dirinya tidak berbuat apa-apa dan segera menyadari kesalahannya. Sang putra langit pun telah mencapai tepian sungai dan berubah wujud kembali menjadi seorang ksatria penunggang kuda yang membawa pedang dan sebuah bendera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa penampakan gaib ini membuatnya menyadari bahwa yang di hadapannya bukanlah manusia biasa. Tubuh Mirkshah bergetar keras, bersimpuh di hadapan sang ksatria, mulutnya tidak mampu berucap apapun. Mirkshah berpikir pastilah dirinya akan segera ditebas dengan pedang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah takut, wahai Mirkshah”, sang ksatria lantas berbicara, “Aku datang kemari untuk menyadarkan dirimu. Dengarkan dengan baik... Bahwa Allah, Tuhan yang engkau sembah, tidak lain adalah Ishwara yang disembah umat Hindu. Tuhan tidak dapat dinyatakan sebagai apapun. Tuhan melampaui di atas segala konsep”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Mirkshah, Tuhanmu, Tuhanku, dan Tuhan mereka.... Tidakkah engkau melihat bahwa kita memuja Tuhan yang satu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirkshah semakin menyadari kekeliruannya. Dirinya bersimpuh di hadapan sang ksatria dan turut serta melantunkan zikir bersama rakyatnya, “Jhulelal, Bera Par...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini pun rakyat Sindh, baik muslim maupun Hindu, memuja sosok nabi Khidr sebagai Sang Juru Selamat, Sang Messiah. Rakyat Sindh memiliki kepercayaan bahwa apabila seseorang menyebut namanya-dengan nama apapun,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi Khidr, Jhulelal, Uderolal, Jind Pir, Zindah Pir, Daryashah, atau Maharishi Kripacharya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan keyakinan penuh, hati yang murni, dan secara intens...., maka Dia akan hadir..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda heran melihat nama terakhir yang saya tulis tetapi belum saya singgung, Kripacharya. Untuk yang satu ini ceritanya lain lagi. Mungkin lain kesempatan. Insya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-7844085109614669494?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/7844085109614669494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/legenda-nabi-khidr-di-asia-tengah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7844085109614669494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7844085109614669494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/legenda-nabi-khidr-di-asia-tengah.html' title='Legenda Nabi Khidr di Asia Selatan'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5207692920240396570</id><published>2009-04-28T11:13:00.002+07:00</published><updated>2009-04-28T11:18:19.184+07:00</updated><title type='text'>Human Strength</title><content type='html'>Pernahkah Anda berpikir sejauh mana manusia (khususnya kaum lelaki) mampu menciptakan kekuatan otot? Kita sering mendengar berbagai kisah menakjubkan tentang para manusia yang mendemonstrasikan kekuatan fisik yang luar biasa. Salah satu kisah legenda Judo menyebutkan bahwa Masahiko Kimura menjalani latihan fisik hingga melampaui batas ukuran atlet judo pada umumnya. Kimura mengisahkan dalam otobiografinya bahwa dia mampu melakukan latihan push-up hingga 1000 repetisi. Kekuatan yang luar biasa semacam itu menjadikan dirinya menjuarai turnamen judo All Japan hingga berkali-kali. Kimura mendapat gelar Ghost of Judo karena kekuatan bantingannya yang luar biasa hingga lawannya terhempas tidak sadarkan diri. Nama Kimura hingga kini tetap dikenang karena pada tahun 1950-an dia mematahkan lengan Helio Gracie, salah satu perintis Jiu Jitsu Brasil dalam sebuah single fight. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda karate Masutatsu Oyama juga dikisahkan menjalani latihan karate yang tidak wajar dan melampaui porsi latihan karateka pada umumnya. Oyama menjalani latihan memukul benda keras (tameshiwari) dengan semangat yang luar biasa. Dirinya terkenal dengan pukulan tinjunya yang mampu merobohkan sapi jantan dan sabetan tangannya yang dapat memotong batu kali. Legenda karate lain yang bernama Choki Motobu dikisahkan mampu merobohkan tiang telepon dari kayu dengan pukulan tinjunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain yang diceritakan oleh Matt Furey, penulis buku Combat Conditioning, yang mengisahkan bahwa Furey memiliki pelatih gulat yang bernama Karl Gotch yang memiliki kekuatan tungkai yang luar biasa. Karl Gotch mampu melakukan latihan hindu squat sebanyak 9000 repetisi dan diselesaikan dalam waktu sekitar 4 jam. Furey sendiri menjalani porsi latihan yang berupa 500 hindu pushup dan 2000 hindu squat tanpa jeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri iseng mencoba melakukan pushup biasa dan free squat, hasilnya ternyata belum mampu menyamai rekor tokoh-tokoh di atas. Rekor yang saya miliki hingga artikel ini ditulis hanya mencapai 500 free squat dan 230 pushup, itupun dengan catatan dilakukan secara bertahap, tidak secara maraton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah bertemu dan berbicara dengan seorang bapak pensiunan yang di usianya yang sekitar 70 tahun masih memiliki kekuatan prima, bahkan melebihi kemampuan fisik saya yang masih muda. Kulit keriput dan rambut putihnya tidak menunjukkan bahwa dirinya menua. Usia 70-an bagi lelaki biasanya ditandai dengan tubuh yang ringkih, asam urat, dan aroma minyak angin. Bapak pensiunan ini justru menghabiskan waktu di hari minggu dengan bersepeda menempuh rute Malang menuju Kecamatan Ngantang yang terletak di daerah perbukitan. Saya sendiri belum bisa menempuh jarak sejauh itu dengan sepeda. Entah bapak ini cuma membual atau tidak, tetapi yang jelas dilihat dari tungkainya yang masih berotot dan lengannya cukup kokoh menunjukkan fisiknya masih prima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya mulai berpikir bahwa manusia masa kini tidak memiliki kekuatan fisik sebagaimana manusia era tempo doeloe, tentunya hal ini bersifat multifaktor.&lt;br /&gt;Anak muda jaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau laptop mendownload materi ilegal, ngobrol lewat facebook, melakukan hacking, dan memainkan game-game kelas berat hingga seharian. Ada pula yang lebih banyak menghabiskan waktu hangout di tempat keramaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula anak muda yang memang sering datang ke gym untuk latihan beban, tetapi motivasinya lebih ke arah keindahan tubuh. Matt Furey menyatakan bahwa otot besar yang dihasilkan dari latihan bodybuilding tidaklah fungsional. Furey menambahkan kekuatan fisik manusia dapat dibangun secara alami tanpa alat bantu apapun, hanya dengan latihan bodyweight training saja sudah memadai. Seorang atlet bodybuilding bertubuh monster belum tentu sanggup melakukan porsi latihan Matt Furey. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk makanan masa kini yang tidak alami dan tidak selaras dengan tubuh manusia nampaknya berpengaruh juga terhadap kondisi fisik manusia masa kini. Anak-anak pedesaan yang terampil memanjat pohon akan membangun kekuatan lengan secara alami, berbeda dengan anak-anak di perkotaan yang lengannya lebih banyak dipakai untuk menekan keyboard dan mouse komputer. Pekerja kantor bagian kebersihan dan kebun akan memiliki lengan yang lebih besar dan kekar dibanding pekerja yang seharian duduk di depan komputer. Duduk berjam-jam di depan komputer terbukti secara ilmiah justru berakibat buruk bagi kesehatan. Seorang pencari rumput mampu mengangkat tumpukan rumput dengan bobot mencapai satu kuintal dan berjalan kaki menanjak di daerah perbukitan tanpa lelah, luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak dibuktikan bahwa orang yang masih aktif berolahraga memiliki tubuh yang fungsional walapun telah memasuki usia senja. Kini terserah Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5207692920240396570?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5207692920240396570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/human-strength.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5207692920240396570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5207692920240396570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/human-strength.html' title='Human Strength'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6379515807809044952</id><published>2009-04-28T09:11:00.002+07:00</published><updated>2009-04-28T09:12:29.503+07:00</updated><title type='text'>Mekanisme Kerja Komputer Mirip dengan Tubuh Manusia</title><content type='html'>Anda masih belum percaya bila manusia dapat sembuh dari penyakit flu atau pilek tanpa obat? Awalnya saya pun skeptis dengan pernyataan tersebut. Sering saya mendengar teman-teman saya bahwa mereka menyembuhkan diri dari flu dengan cara minum air yang banyak. Saat di bangku SMA pun guru bahasa Inggris saya menganjurkan terapi minum air di pagi hari. Caranya setelah bangun di pagi hari segera menakar air matang sebanyak 1,5 liter dan meminumnya sampai habis, baik sekaligus ataupun secara bertahap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat itu saya tidak menganggap serius tentang terapi air itu. Seperti biasa saat terkena pilek saya mengkonsumsi obat, terkadang tidak segera sembuh dan malah semakin parah sampai terkena batuk. Melihat kenyataan bahwa mengkonsumsi obat tidak segera meredakan gejala penyakit maka saya mulai mencoba terapi air ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan pertama, meminum air dalam jumlah banyak bukanlah hal mudah. Orang yang belum terbiasa dengan terapi air akan mengalami mual dan ingin muntah. Berat rasanya menghabiskan air sebanyak 1,5 liter dalam waktu singkat. Nampaknya tubuh bereaksi dengan ekstrim. Reaksi yang terjadi dalam terapi air ini tentu buang air kecil lebih banyak dan lebih sering. Bila Anda melakukan terapi air ini pada pagi hari maka Anda akan segera mengalami buang air besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama saya menjalani terapi air ini dan hingga saat ini saya sudah terbiasa dengan terapi air. Rasa mual saat meminum air dalam jumlah besar tidak lagi mengganggu. Hasilnya pun luar biasa, saat saya mengalami flu, cukup dengan melakukan terapi air ini penyakit flu akan sembuh dengan cepat dan alami. Saat ini saya sudah benar-benar meninggalkan obat flu. Tentu terdapat perkecualian, bila dalam perjalanan jauh ke luar kota saya mengalami flu rasanya tidak mungkin minum air banyak dan menahan kebelet pipis hingga berjam-jam, dari Malang sampai terminal Bungurasih, atau dari Bungurasih sampai Pamekasan. Jadi ya tetap minum obat flu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan ilmiah yang sederhana yang bisa diberikan adalah bahwa air bekerja membilas limbah/elemen yang tidak selaras dengan tubuh manusia dan membuangnya keluar melalui urine, tinja, dan keringat. Terlepasnya limbah dan  elemen tidak selaras tersebut membuat organ internal tubuh bekerja dengan optimal. Performa organ internal yang meningkat jelas meningkatkan sistem sekuriti dalam tubuh manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analogi yang tepat adalah bila kipas pada motherboard atau PSU jarang dibersihkan maka komputer akan kesulitan melepas energi panas. Kipas yang sangat berdebu membuat energi panas terakumulasi dan akibatnya kipas terdengar bising saat komputer dinyalakan karena bekerja lebih keras mengeluarkan panas. Performa komputer jelas terganggu. Oleh karena itu Anda harus mencari obeng untuk membuka sekrup penutup casing CPU dan membersihkan debu dalam jeroan komputer Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan debu juga belum cukup, terkadang Anda juga harus membuang file-file sampah (temporary files) pada harddisk, membersihkan registry Windows, mengatur program yang berjalan pada startup, membuang semua aktivitas history, defragmentasi harddisk, scan terhadap malware, uninstall program yang tidak perlu, check disk, dan banyak lagi yang harus rutin dikerjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda sudah melakukan semua hal tersebut, maka komputer akan mengalami peremajaan dan menjadi lebih fresh! Perhatikan, ternyata mekanisme kerja komputer mirip dengan tubuh manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6379515807809044952?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6379515807809044952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/mekanisme-kerja-komputer-mirip-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6379515807809044952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6379515807809044952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/mekanisme-kerja-komputer-mirip-dengan.html' title='Mekanisme Kerja Komputer Mirip dengan Tubuh Manusia'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-519237506939405804</id><published>2009-04-27T10:58:00.000+07:00</published><updated>2009-04-27T10:59:34.318+07:00</updated><title type='text'>Konsep “Hero”</title><content type='html'>Pada tanggal 26 April 2009 kemarin seorang teman lama menghubungi saya lewat sms, namanya Rachmat Adhani, alumnus FE Universitas Brawijaya Malang yang kini menetap di Jakarta. Dia adalah teman sebangku saya saat sekolah di SMP 3 Malang sejak kelas 2 sampai kelas 3. Kami sudah tidak berjumpa selama 12 tahun. Kami berdua cukup akrab karena punya hobi yang sama, yaitu menggambar dan mencorat coret buku pelajaran. Semua ilustrasi yang ditampilkan di buku teks pelajaran kami “permak” habis-habisan hingga menyimpang jauh dari pesan asli gambar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya yang berusaha cari dia lewat facebook dan akhirnya bisa ketemu dan dia menghubungi saya lewat sms. Kami berdua saling menanyakan kabar dan bercerita tentang pasangan. Cukup lama tinggal di Ibukota telah benar-benar merubah mindsetnya. Dulu dia adalah anak pemalu dan polos yang sering diisengi teman-teman sekelas, tetapi kini dia banyak berubah. Satu hal yang tidak pernah berubah adalah cintanya terhadap seni gambar yang hingga kini tidak pernah luntur. Berbeda dengan saya, hobi gambar sudah tidak saya tekuni sejak kuliah hingga bekerja saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa prihatinnya terhadap putra putri Indonesia yang tergila-gila terhadap tokoh superhero dari komik/animasi asing yang belum tentu sesuai dengan nilai budaya Nusantara, membuat dirinya bertekad untuk menciptakan graphic novel yang menampilkan karakter bangsa dan kearifan lokal Indonesia. Harapannya adalah membuat novel grafis yang konsepnya heroisme dan tidak terlalu cengeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini sungguh menarik bagi saya. Selama ini bangsa kita disuguhi tayangan sinetron di televisi swasta yang banyak menampilkan cerita yang cengeng dan serba tragis. Walaupun banyak meraup keuntungan, tayangan seperti itu jelas meracuni mindset bangsa Indonesia sehingga bangsa ini cenderung melempem dan cengeng. Sudah saatnya bangsa ini disuguhi tayangan yang membakar semangat, inspiratif, dan membangkitkan kebanggan akan identitas Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya ini juga meminta saya urun rembug untuk konsep novel grafisnya ini. Oleh karena itu saya mulai berpikir tentang konsep ”Hero” yang dia ajukan. Untuk menciptakan karakter hero tidaklah mudah. Hero dapat berupa seorang/sekelompok orang yang memiliki kekuatan super sehingga disebut superhero. Karakter seperti ini jelas merupakan tipikal karakter hero bangsa barat. Bangsa barat primitif memuja dewa-dewi yang memiliki kekuatan supranatural yang menakjubkan. Hal ini tanpa disadari merasuk ke dalam mindset dan DNA bangsa barat, oleh karena itu jangan heran bila karakter DC Comics atau Marvel sesungguhnya merupakan gambaran dewa-dewi bangsa barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kita juga mengenal karakter hero dari komik atau animasi Jepang. Karakter hero bangsa Jepang memiliki ciri sangat ahli dalam berkelahi. Hal ini terkait dengan sejarah bangsa Jepang yang terfokus pada sosok kaum ksatria/samurai. Seorang samurai adalah kasta ksatria yang memiliki keahlian berkelahi tangan kosong dan bersenjata (Bujutsu). Ciri yang berbasis martial arts seperti ini nampak jelas dalam produk Jepang seperti Street Fighter, King of Fighter, Samurai Shodown, Fatal Fury, Bleach, dan Naruto. Satu hal yang agak mengkhawatirkan adalah bangsa Jepang yang menganggap erotisme dan pornografi bukanlah hal tabu. Sehingga nampak beberapa karakter hero perempuan digambarkan berpakaian minim dan menonjolkan bagian payudaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bagaimana cara mengeksplorasi kekayaan budaya Nusantara agar dapat menghasilkan karakter hero yang unik? Saya berpikir bila membuat karakter dari kisah Mahabarata nampaknya hanya bisa diterima di kalangan masyarakat pulau Jawa. Karakter seperti Gajah Mada pun jelas dikecam etnis Sunda. Gatotkaca jelas tidak dikenal masyarakat Papua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bangsa Indonesia membutuhkan karakter hero yang bisa diterima masyarakat yang plural dan bisa membangkitkan kebanggan akan identitas Indonesia. Karakter yang jago berkelahi atau memiliki kekuatan super mungkin akan tetap kalah populer dengan karakter produk asing. Definisi pahlawan toh tidak harus seperti itu. Beberapa orang pun memiliki hero sendiri-sendiri. Bagi para aktivis keadilan almarhum Munir adalah hero, bagi kaum nasionalis Soekarno adalah hero, bagi warga NU dan kelompok spiritual lintas agama Gus Dur adalah hero, dan Trio Bali Bombers bagi kelompok Islam garis keras adalah hero. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya membuat graphic novel ini jelas menantang. Kita lihat saja perkembangannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-519237506939405804?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/519237506939405804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/konsep-hero.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/519237506939405804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/519237506939405804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/konsep-hero.html' title='Konsep “Hero”'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5791324873010082577</id><published>2009-04-23T13:50:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T09:14:13.559+07:00</updated><title type='text'>BIG CHALLENGE</title><content type='html'>Beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada Desember 2008, saya diminta membuatkan sebuah buku oleh pimpinan saya. Buku tersebut akan digunakan beliau untuk keperluan kenaikan pangkat. Perlu dimaklumi karena peran beliau sebagai pejabat sekaligus staf pengajar membuat beliau sangat disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang sangat padat, bahkan seringkali harus meninggalkan sesi kuliah yang beliau bina. Oleh karena itu beliau benar-benar tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan bahan keperluan kenaikan pangkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan saya meminta saya membuatkan 2 buku yang berjudul Fertilisasi dan Oogenesis dalam format sederhana. Untuk keperluan kenaikan pangkat memang hanya diperlukan beberapa judul buku dengan ketebalan minimal  40 halaman. Saya sendiri tidak keberatan dengan permintaan beliau karena menulis adalah hal yang menyenangkan bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk buku berjudul Fertilisasi saya ambil bahannya dan saya terjemahkan dari buku Developmental Biology 8th Edition, Chapter 7: Fertilization, Beginning a New Organism. Buku ini ditulis Scott F. Gilbert dan diterbitkan oleh Sinauer Associates pada tahun 2006. Untuk buku kedua yang berjudul Oogenesis, materinya saya ambil dan saya terjemahkan dari Essential Reproduction 5th Edition, Chapter 5: Adult Ovarian Function. Buku ini ditulis oleh Martin H. Johnson dan Barry J. Everitt, diterbitkan pada tahun 2000 oleh Blackwell Science Ltd. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan membuat buku ini bukan yang pertama bagi saya. Sebelumnya saya telah menerjemahkan buku Lesson Study: A Handbook of Teacher-Led Instructional Change yang ditulis oleh Catherine C. Lewis, diterbitkan pada tahun 2002, dan diterbitkan oleh Research for Better Schools, Inc.  Buku tersebut tidak terlalu tebal dan bahasa Inggrisnya yang simpel membuat saya mampu menerjemahkan keseluruhan buku tersebut. Namun di sisi lain saya kurang puas dengan hasil terjemahan saya. Buku yang saya terjemahkan adalah buku hasil fotokopian yang banyak terdapat halaman yang hilang dan cetakan yang tidak jelas. Sampai saat ini saya belum pernah melihat naskah asli buku tersebut. Nampaknya naskah buku yang asli disimpan oleh pengelola JICA (Japan International Cooperation Agency) di FMIPA Universitas Negeri Malang. Status saya sebagai tenaga kontrak tidak memungkinkan saya untuk mengakses arsip mereka. Namun biarlah, hasil karya pertama ini saya anggap sebagai pemanasan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak merasa keberatan dengan permintaan pimpinan saya. Sebaliknya dengan pekerjaan menulis dan menerjemahkan buku adalah ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Tentu saja kemampuan bahasa Inggris saya akan semakin terasah dan saya punya banyak kesempatan untuk belajar menulis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kedua yang saya kerjakan adalah buku Fertilisasi yang saya terjemahkan dari buku Developmental Biology. Buku ini yang membuat saya berdecak kagum. Buku ini betul-betul menimbulkan kekaguman saya terhadap sang penulis buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kepentingan pekerjaan dari Jurusan Biologi, pekerjaan membuat buku seringkali tertunda-tunda hingga berbulan-bulan. Pada akhirnya saya mulai mendekati penyelesaian buku Fertilisasi. Momen terakhir inilah yang membuat saya terpesona, yaitu mencantumkan daftar rujukan yang digunakan Gilbert dalam menyusun Chapter 7. Oleh karena keterbatasan tempat, Gilbert tidak mencantumkan daftar rujukan yang dia gunakan dalam teks buku. Daftar rujukannya dilampirkan dalam bentuk digital (PDF) dalam CD-ROM berjudul Vade Mecum 2. Awalnya saya pikir ini cukup merepotkan bila terlebih dahulu mencari-cari bagian yang saya perlukan di tempat terpisah. Namun saya segera berubah pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chapter 7 yang disusun Gilbert merujuk pada 255 sumber baik yang berupa jurnal ilmiah atau buku teks. Sungguh luar biasa, 255 rujukan digunakan hanya untuk menyusun sebuah bab. Makin penasaran saya mencoba melihat daftar rujukan untuk bab-bab yang lain. Tidak berbeda dengan Chapter 7, bab-bab lain pun juga merujuk pada sumber yang tidak kalah banyaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin penasaran saya coba buat kalkulasi kasar. Buku Developmental Biology 8th Edition tersusun atas 23 bab. Kita asumsikan setiap bab memiliki jumlah rujukan seperti Chapter 7 yang memiliki 255 rujukan. Kita ratakan saja tiap bab memiliki 250 rujukan, maka keseluruhan buku memiliki 23 (bab) x 250 (rujukan) = 5750 rujukan. Sebuah buku yang memiliki sekitar 5750 rujukan adalah buku yang luar biasa yang sekaligus juga menunjukkan tingkat penguasaan sains oleh sang penulis buku tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama mengungkapkan kekaguman, saya pun mulai merenung. Secara umum hal ini juga menunjukkan betapa besarnya jurang pemisah perbedaan tingkat penguasaan sains bangsa Indonesia dibandingkan dengan bangsa lain, bahkan dibandingkan dengan bangsa di negara tetangga. Bahkan sistem pendidikan bangsa ini masih belum bisa melahirkan tokoh-tokoh yang sekaliber Soekarno atau Gus Dur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi mahasiswa di Indonesia masih suka tawuran. Di sisi lain ada sebagian tokoh yang menawarkan konsep pendidikan Islam, hal ini bisa dimaklumi karena sebagian besar dari mereka adalah penganut paham Wahabi. Namun cara Wahabi yang keras yang sedikit-sedikit main tinju dan pentungan (seperti pada kasus Monas) membuat saya ragu dengan konsep yang mereka bawa. Jangan-jangan mereka akan memproduksi siswa atau mahasiswa yang juga hobi main tinju dan pentungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Islam garis keras yang tidak pernah lelah menghujat bangsa barat sebagai bangsa kafir ternyata juga kumpulan orang-orang yang tidak begitu cerdas. Selama ini penguasaan mereka di bidang sains tidak menonjol. Bahkan teknologi yang mereka gunakan untuk menyebarkan ideologi garis keras mereka sebenarnya adalah produk barat yang kafir. Mestinya bila mereka menghujat bangsa barat yang kafir mereka juga harus konsisten untuk tidak memakai produk teknologi barat. Sebaliknya mereka seharusnya memiliki produk sains yang bisa diadu dengan produk barat. Anda bisa lihat sendiri saat bulan bulan Ramadan anggota FPI berpatroli dengan sepeda motor buatan Jepang yang kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat bangsa barat terus menelurkan inovasi teknologi yang tiada habisnya, bangsa Indonesia masih ribut-ribut sendiri dengan masalah ideologi tanpa disadari kita sudah kalah start. Tanpa disadari bahwa ada kekuatan asing yang sengaja menciptakan kondisi seperti ini, entah barat atau timur tengah. Staf pengajar yang ingin meneruskan studi ke jenjang magister atau doktor saja masih pusing dengan biayanya yang selangit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5791324873010082577?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5791324873010082577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/big-challenge.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5791324873010082577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5791324873010082577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/big-challenge.html' title='BIG CHALLENGE'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-415971575990790306</id><published>2009-04-21T12:46:00.000+07:00</published><updated>2009-04-21T12:48:33.694+07:00</updated><title type='text'>WHEN EAST MEETS WEST</title><content type='html'>Apa yang akan terjadi bila spiritualitas timur bersatu dengan dinamika sains barat? Hal ini dapat digambarkan pada Jagadis Chandra Bose dari India dan Luther Burbank dari Amerika Serikat. Kisah tentang kedua tokoh ini dapat Anda baca pada buku berjudul “Autobiography of a Yogi” yang ditulis oleh Paramhansa Yogananda dan diterbitkan pada tahun 1946. Terjemahan buku tersebut dalam bahasa Indonesia dapat Anda baca pada buku berjudul “Meniti Kehidupan Bersama Para Yogi, Fakir, dan Mistik” yang ditulis oleh Anand Krishna dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan “Jaringan Saraf” pada Tanaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagadis Chandra Bose adalah seorang ilmuwan India yang mendapatkan pendidikan di Cambridge, Inggris. Pada mulanya ia melakukan penelitian dalam bidang fisika, terutama dalam hal wireless connection. Setelah mendalami sains barat dan spiritualitas timur Bose menciptakan alat yang bernama “crescograph”. Melalui alat yang ia rancang ini Bose membuktikan bahwa tumbuhan juga memiliki jaringan saraf yang sensitif seperti halnya pada hewan dan manusia. Bose menyatakan bahwa tumbuhan pun memiliki emosi. tumbuhan juga mengenali rasa cinta, takut, sakit, suka, duka, dan lain sebagainya. mereka pun tanggap terhadap rangsangan-rangsangan dari luar diri seperti halnya binatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Bose pernah bertemu dengan seorang pertapa yang seumur hidupnya tidak pernah memetik bunga. Pertapa tersebut selalu mengatakan bahwa bunga pun memiliki kehidupan dan manusia tidak berhak melukai mereka. Selanjutnya Bose membuktikan kebenaran perkataan pertapa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang bernama crescograph tersebut dapat menunjukkan adanya getaran kehidupan yang dipancarkan tumbuhan. Bose mendemonstrasikan bahwa bila sebuah besi batangan ditempelkan pada sebuah tanaman, maka getaran kehidupan pada tanaman tersebut akan berhenti. Getaran kehidupan pada tanaman akan kembali terpancar bila besi batangan dijauhkan dari tanaman. Hal serupa juga terjadi bila tanaman diberi paparan chloroform. Getaran kehidupan tanaman kembali terpancar bila tanaman diberi antidote untuk chloroform. Sebuah tangkai tanaman tidak menunjukkan getaran kehidupan sama sekali bila dipotong, tangkai tersebut benar-benar sudah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bose meramalkan pada suatu saat nanti para ahli medis tidak perlu menggunakan binatang percobaan untuk mengukur pengaruh sebuah obat. Cukup dengan menggunakan tanaman karena tanaman memiliki persamaan dengan manusia. Untuk melihat pengaruh sebuah obat cukup dengan menguji cobanya pada tanaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Kaktus Tidak Berduri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luther Burbank saat bertemu dengan Paramhansa Yogananda berkata bahwa selain ilmu pengetahuan, yang dibutuhkan oleh dunia pertanian adalah rasa Kasih. Burbank adalah ahli pertanian dan menyukai tanaman kaktus. Kepada kaktusnya Burbank suka mengajak tanaman tersebut berbicara seolah-olah tanaman tersebut dapat berbicara. Burbank berupaya meyakinkan tanaman kaktusnya supaya tidak perlu menumbuhkan duri, ia terus meyakinkan kaktus tersebut bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dan Burbank berjanji untuk selalu melindungi kaktus tersebut. Bagi orang kebanyakan akan menganggap Luther Burbank sebagai orang tidak waras. Sebaliknya sungguh ajaib bahwa kaktus tersebut ternyata benar-benar tumbuh tanpa duri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam eksperimennya yang lain Burbank mengisahkan bahwa dengan cara mengajak tanaman berbicara pun mampu mempercepat pertumbuhannya. Luther Burbank mengisahkan bahwa memang dirinya tumbuh di lingkungan religius, banyak belajar tentang spiritualitas timur, dan diberkati dengan kemampuan supranatural sehingga mampu menyembuhkan orang sakit dan menyegarkan kembali tanaman yang telah layu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas sumbangannya yang luar biasa bagi dunia sains nama Burbank diabadikan dalam Kamus Webster’s New International Dictionary sebagai kata kerja. Burbank diartikan sebagai penyilangan tanaman yang bertujuan menambah kualitas yang baik dan membuang sifat yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haikal &lt;br /&gt;April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-415971575990790306?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/415971575990790306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/when-east-meets-west.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/415971575990790306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/415971575990790306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/when-east-meets-west.html' title='WHEN EAST MEETS WEST'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-3911269676243542377</id><published>2009-04-16T08:33:00.001+07:00</published><updated>2009-04-16T08:36:05.742+07:00</updated><title type='text'>THE UNKNOWN LIFE OF BODHIDHARMA</title><content type='html'>Bodhidharma dikenal dengan nama Da Mo di China dan Daruma Daishi di Jepang. Tokoh yang satu ini sangat dikenal oleh para praktisi seni bela diri, terutama seni bela diri yang bersumber dari China dan Jepang. Beliau dinyatakan sebagai peletak dasar-dasar kungfu Shaolin yang tersohor, dimana kungfu Shaolin juga memiliki sejarah yang panjang. Nama beliau juga dikenang karena ajaran spiritualnya yang saat ini dikenal sebagai Zen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya referensi tentang Bodhidharma hanya menceritakan sejarah hidup beliau dimulai saat tiba di biara Shaolin. Jarang sekali kita temukan naskah yang menceritakan kehidupan beliau secara lengkap sebelum tiba di biara Shaolin. Dalam tulisan ini akan saya rangkum sejarah hidup Bodhidharma berdasarkan buku yang ditulis Anand Krishna berjudul “Bodhidharma” dan “Soul Quest” yang diterbitkan Gramedia. Buku yang ditulis Anand Krishna tersebut menceritakan sejarah hidup beliau jauh sebelum tiba di biara Shaolin dan ajaran-ajaran beliau yang dinamakan zen. Saya menganggap tulisan Anand Krishna cukup menarik untuk diikuti karena dikisahkan dalam perjalanan menuju China, Bodhidharma sempat berkunjung di kepulauan Sumatera dan Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhidharma dilahirkan dengan nama Jayavarman, putra seorang raja yang bernama Simhavarman yang memerintah di kota Kanchi di India. Sumber lain menyatakan bahwa ayahnya bernama raja Sugandha. Walau dibesarkan di dalam keluarga Hindu, Jayavarman sangat terkesan dengan ajaran dan jalan hidup Siddharta Gautama. Jayavarman terkesan dengan Siddharta Gautama yang meninggalkan kemewahan istana demi mencari kebenaran. Ia berpikir apakah ia juga dapat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Varman di India memiliki anggota keluarga yang memerintah di Sumatera dan memimpin kerajaan bernama Sriwijaya. Di kota Kanchi terdapat kuil yang senantiasa dikunjungi peziarah dari berbagai negeri, termasuk dari Svarnabhumi (Sumatera). Jayavarman menghabiskan banyak waktu berinteraksi dengan para peziarah tersebut dan mendapat informasi tentang negeri dan kebudayaan asing, termasuk di Sumatera dan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Simhavarman memberi kesempatan kepada putera-puteranya untuk berkompetisi meraih tahta kerajaan. Jayavarman sebagai putera ke-3 sebenarnya diharapkan oleh sang ayah dan keluarga Varman di Sriwijaya untuk menempati tahta kerajaan. Akan tetapi Jayavarman tidak tertarik dan lebih suka menghabiskan waktunya untuk belajar berbagai pengetahuan dari para peziarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana saudara-saudara Jayavarman justru berpikir yang bukan-bukan tentang Jayavarman, mereka mengintimidasi dan memata-matai kegiatan sang pangeran. Sikap tersebut membuat Jayavarman mengasingkan diri dari keluarganya ke hutan dan menghabiskan waktu dengan berburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sang raja wafat, terjadi upaya saling membunuh di antara saudara-saudara Jayavarman untuk berebut mahkota kerajaan. Melihat aksi tersebut Jayavarman meninggalkan istananya dan berguru pada seorang bijak penganut ajaran Buddha bernama Prajnatara. Setelah diterima sebagai murid Jayavarman diberi nama baru, yaitu Anomadassi, artinya ”Sang Bijak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama berguru pada Prajnatara, sang guru menerima undangan dari Kaisar Wu untuk berkunjung ke negeri China. Saat menerima undangan tersebut Prajnatara justru mengutus Anomadassi untuk berangkat memenuhi undangan Kaisar Wu. Sang guru rupanya telah menangkap skenario dari Yang Mahakuasa bahwa di masa mendatang memang ada tugas yang harus dipenuhi oleh Anomadassi di negeri China. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju negeri China, Anomadassi berkunjung ke Sumatera dan terpaksa tinggal dalam waktu lama di Kerajaan Sriwijaya. Hal ini terkait dengan menghilangnya Jayavarman menyebabkan penguasa Kanchi beranggapan bahwa Jayavarman mengasingkan diri dan menyusun kekuatan merebut tahta Kanchi. Penguasa Sriwijaya menyadari bahwa hal tersebut adalah rekayasa. Agar tidak terlibat konflik dengan penguasa Kanchi maka Anomadassi disembunyikan di Sriwijaya dan dinyatakan sebagai tamu negara dari Kashmir. Anand Krishna menyebut bahwa ada catatan sejarah yang membuktikan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tinggal di Sumatera, Anand Krishna menyatakan Anomadassi sempat berkunjung ke pulau Jawa dan bahkan bertemu dengan Raja Sanjaya (raja kerajaan Mataram). Nampaknya Bodhidharma sempat tinggal di Indonesia dalam waktu lama. Setelah sekian lama tinggal di Nusantara Anomadassi bertolak menuju China dan berlabuh di Guangzhou. Di sana Anomadassi telah disambut kedatangannya oleh kaisar Wu. Walau undangan kaisar ditujukan kepada Prajnatara rupanya kaisar tidak keberatan bila yang memenuhi undangan adalah Anomadassi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tinggal di China Anomadassi mulai dikenal sebagai Bodhidharma. Bodhidharma sering berdiskusi dengan Kaisar tentang esensi ajaran Buddha dan dikisahkan sebenarnya saat itu kaisar telah mendapatkan pencerahan dari Bodhidharma. Para pemuka agama Buddha yang ada saat itu merasa gerah dengan kehadiran Bodhidharma. Mereka berpendapat bahwa ajaran Bodhidharma dapat meruntuhkan sendi-sendi ajaran Buddha yang selama ini berkembang di China. Maka mereka mempengaruhi kaisar untuk segera mencampakkan Bodhidharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tidak lagi diperlukan oleh Kaisar, Bodhidharma mengembara ke beberapa wilayah di China selama bertahun-tahun. Hingga tibalah beliau di pegunungan Song San dan menetap di biara Shaolin. Biara ini merupakan biara yang paling dihormati di China. Biara ini sering dikunjungi para kaisar dan panglima perang untuk bersembahyang. Di biara ini Bodhidharma mengajarkan ajaran spiritual untuk para biarawan yang kini dikenal dengan nama zen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara biarawan Shaolin adalah mantan panglima perang dan perwira militer yang jenuh dengan kekerasan dan memutuskan untuk menyepi di biara Shaolin. Akan tetapi kebiasaan berperang membuat jiwa mereka tetap keras dan kasar. Bodhidharma berupaya menghilangkan kekerasan jiwa mereka dengan latihan-latihan fisik. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat menerima ajaran zen yang yang diajarkan Bodhidharma. Ajaran zen memang menuntut kelembutan hati untuk menekuninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan latihan-latihan fisik Bodhidharma inilah yang menjadi cikal bakal kungfu shaolin di masa mendatang. Anand Krishna menyebutkan bahwa latihan-latihan Bodhidharma saat itu lebih mirip Tai Chi ketimbang Kungfu Shaolin yang kita saksikan saat ini. Hanya saja Anand Krishna tidak menyebutkan asal muasal Seni Mengubah Otot (Yi Gin Ching) dan Seni Mencuci Sumsum Tulang (Shi Shui Ching) yang dikatakan juga berasal dari Bodhidharma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya setelah sekian lama menetap di biara shaolin dan mengajarkan zen, Bodhidharma memutuskan untuk pergi meninggalkan biara dan menghabiskan sisa hidupnya di pegunungan Himalaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;moch. haikal &lt;br /&gt;April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-3911269676243542377?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/3911269676243542377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/unknown-life-of-bodhidharma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/3911269676243542377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/3911269676243542377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/unknown-life-of-bodhidharma.html' title='THE UNKNOWN LIFE OF BODHIDHARMA'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-7475957770544271951</id><published>2009-04-16T08:20:00.002+07:00</published><updated>2009-04-16T08:21:01.825+07:00</updated><title type='text'>KUTIPAN DARI INJIL MATIUS</title><content type='html'>Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke dalam telingamu, beritakanlah itu dari atap rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak dapat membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan, baik jiwa maupun tubuh, di dalam neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagiKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;Krishna, Anand. 2004. Sabda Pencerahan, Ulasan Khotbah di Atas Bukit. Jakarta: Gramedia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-7475957770544271951?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/7475957770544271951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/kutipan-dari-injil-matius.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7475957770544271951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7475957770544271951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/kutipan-dari-injil-matius.html' title='KUTIPAN DARI INJIL MATIUS'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-5070596474494176446</id><published>2009-04-16T08:20:00.001+07:00</published><updated>2009-04-16T08:20:41.779+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Benua Atlantis Yang Hilang Berada di Indonesia?</title><content type='html'>Artikel ini saya suplik dari www.oneearthmedia.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu terlalu serius membaca tulisan ini, anggaplah sebagai suatu fiksi kalau anda tidak suka. Tapi, kalau anda mau serius dan sedikit membuka pikiran terhadap berbagai kemungkinan, ya, silahkan saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkonsultasi dengan “pakar” soal Atlantis dari Indonesia, saya dapat jawaban sebagai berikut: “Ada banyak versi tentang Atlantis, E. Cayce bilang bahwa Lemuria itu nama benuanya, dan Atlantis itu nama negaranya (diperkirakan eksis 24.000 - 10.000 SM.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negara Atlantis itu terbagi dalam beberapa daerah atau pulau atau kalau sekarang istilahnya mungkin provinsi atau negara bagian. Daerah kekuasaan Atlantis terbentang dari sebelah barat Amerika sekarang sampai ke Indonesia. Atlantis menurut para ahli terkena bencana alam besar paling sedikit 3 kali sehingga menenggelamkan negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, kemungkinan besar Atlantis itu tenggelam tidak sekaligus, tetapi perlahan-lahan, dan terakhir yang meluluh lantakkan negara itu terjadi sekitar tahun 12.000 - 10.000 SM. Pada masa itu es di kutub mencair dan menenggelamkan negara itu. Terjadi banjir besar yang dahsyat, dan penduduk Atlantis pun mengungsi ke dataran-dataran yang lebih tinggi yang tidak tenggelam oleh bencana tersebut. Itulah sebabnya di beberapa kebudayaan mulai dari timur sampai barat, terdapat mitos-mitos yang sejenis dengan kisah perahu Nabi Nuh. Kenapa bisa ada berbagai mitos sejenis dengan kisah perahu Nabi Nuh pada berbagai peradaban di dunia pada masa lalu? Kemungkinan besar karena memang mitos itu berasal satu “kejadian yang sama” dari satu kebudayaan dan tempat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah negeri Atlantis tenggelam, maka penduduk Atlantis itu pun mengungsi ke daerah yang lebih tinggi yang sekarang kita kenal dengan Amerika, India, Eropa, Australia, Cina, dan Timur Tengah. Mereka membawa ilmu pengetahuan-teknologi dan kebudayaan Atlantis ke daerah yang baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan para Spiritualis, termasuk Madame Blavitszki — pendiri Teosofi — yang mengklaim bahwa ajarannya berasal dari seorang “bijak” dari benua Lemuria di India. Di dalam kebudayaan Lemuria, spiritualitasnya didasari oleh sifat feminin, atau mereka lebih memuja para dewi sebagai simbol energi feminin, ketimbang memuja para dewa sebagai simbol energi maskulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini cocok dengan spiritualitas di Indonesia yang pada dasarnya memuja dewi atau energi feminin, seperti Dwi Sri dan Nyi Roro Kidul (di Jawa) atau Bunda Kanduang (di Sumatera Barat, Bunda Kanduang dianggap sebagai simbol dari nilai-nilai moral dan Ketuhanan). Bahkan di Aceh pada masa lalu yang dikenal sebagai Serambi Mekkah pernah dipimpin 5 kali oleh Sultana (raja perempuan) sebelum masuk pengaruh kebudayaan dari Arab yang sangat maskulin. Sebelum itu di kerajaan Kalingga, di daerah Jawa Barat/Jawa Tengah sekarang, pernah dipimpin oleh Ratu Sima yang terkenal sangat bijak dan adil. Di dalam kebudayaan lain, kita sangat jarang mendengar bahwa penguasa tertinggi (baik spiritual atau politik adalah perempuan), kecuali di daerah yang sekarang disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masa Atlantis (Lemuria) ada 5 ras yang berkuasa, yaitu: kulit kuning, merah, coklat, hitam, dan pucat. Pada masa itu kebudayaan yang menonjol adalah kulit merah, jadi kemungkinan besar kebudayaan Indian/Aztec/Maya juga berasal dari Atlantis. Tetapi, kemudian kebudayaan itu mengalami kemunduran dan selanjutnya kebudayaan kulit hitam/coklat di India yang mulai menguasai dunia. Inilah kemungkinan besar jaman kejayaan yang kemudian dikenal menjadi Epos Ramayana (7000 tahun lalu) dan Epos Mahabarata (5000 tahun lalu). Tetapi, kemudian kebudayaan ini pun hancur setelah terjadi perang Baratayuda yang amat dahsyat itu, kemungkinan perang itu menggunakan teknologi laser dan nuklir (sisa radiasi nuklir di daerah yang diduga sebagai padang Kurusetra sampai saat ini masih bisa dideteksi cukup kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kebudayaan itu mulai menyebar ke Mesir, Mesopotamia (Timur Tengah), Cina, hingga ke masa sekarang. Kemungkinan besar setelah perang Baratayuda yang meluluhlantakkan peradaban dunia waktu itu, ilmu pengetahuan dan teknologi (baik spiritual maupun material) tak lagi disebarkan secara luas, tetapi tersimpan hanya pada sebagian kecil kelompok esoteris yang ada di Mesir, India Selatan, Tibet, Cina, Indonesia (khususnya Jawa) dan Timur Tengah. Ilmu Rahasia ini sering disebut sebagai “Alkimia”, yaitu ilmu yang bisa mengubah tembaga menjadi emas (ini hanyalah simbol yang hendak mengungkapkan betapa berharganya ilmu ini, namun juga sangat berbahaya jika manusia tidak mengimbanginya dengan kebijakan spiritual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok esoteris ini mulai menyadari bahwa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tanpa mengembangkan kebajikan spiritual, akan sangat berbahaya bagi peradaban dunia. Itulah sebabnya kelompok-kelompok esoteris ini memulai kerjanya dengan mengembangkan ilmu spiritual seperti tantra, yoga, dan meditasi (tentu saja dengan berbagai versi) untuk meningkatkan Kesadaran dan menumbuhkan Kasih dalam diri manusia. Ajaran-ajaran spiritual inilah yang kemudian menjadi dasar dari berbagai agama di dunia. Sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi disimpan dahulu dan hanya diajarkan kepada orang-orang yang dianggap telah mampu mengembangkan Kesadaran dan Kasih dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, manusia memang mahluk paling ironik dari berbagai spesies yang ada di bumi. Berabad kemudian, ilmu spiritual ini justru berkembang menjadi agama formal yang bahkan menjadi kekuatan politik. Agama justru berkembang menjadi pusat konflik dan pertikaian di mana-mana. Sungguh ironik, ilmu yang tadinya dimaksudkan untuk mencegah konflik, justru menjadi pusat konflik selama berabad-abad. Tetapi, itu bukan salah agama, melainkan para pengikut ajaran agama itulah yang tidak siap memasuki inti agama: spiritualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad pertengahan di Eropa, masa Aufklarung dan Renaissance, kelompok-kelompok esoteris ini mulai bergerak lagi. Kali ini mereka mulai menggunakan media yang satunya lagi — ilmu pengetahuan dan teknologi — untuk mengantisipasi perkembangan agama yang sudah cenderung menjadi alat politis dan sumber konflik antar bangsa dan peradaban. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini disimpan mulai diajarkan secara lebih luas. Kita mengenal tokoh-tokoh seperti Leonardo Da Vinci, Dante Alegheri, Copernicus, Galelio Galilae, Bruno, Leibniz, Honore de Balzac, Descartes, Charles Darwin bahkan sampai ke Albert Einstein, T.S. Elliot, dan Carl Gustave Jung adalah tokoh-tokoh ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni modern yang berhubungan — kalau tidak bisa dikatakan dididik — oleh kelompok-kelompok esoteris ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sejarah ironik kembali berkembang, kebudayaan dunia saat ini menjadi sangat materialistis. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang seharusnya digunakan untuk “menyamankan” kehidupan sehari-hari manusia, sehingga manusia punya lebih banyak waktu untuk mengembangkan potensi spiritualitas di dalam dirinya, justru menjadi sumber pertikaian dan alat politik. Konflik terjadi di mana-mana. Ribuan senjata nuklir yang kekuatannya 10 - 100 kali lebih kuat dari bom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945, kini ada di bumi, dan dalam hitungan detik siap meluluhlantakkan spesies di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi eksploitasi secara membabi buta terhadap alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemanasan global di mana-mana. Menurut para ahli, hutan di bumi saat ini dalam jangka seratus tahun telah berkurang secara drastis tinggal 15%. Ini punya dampak pada peningkatan efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global, diperkirakan kalau manusia tidak secara bijak bertindak mengatasi kerusakan lingkungan ini, maka 30 sampai 50 tahun lagi, sebagian besar kota-kota di dunia akan tenggelam, termasuk New York City, Tokyo, Rio De Jenero, dan Jakarta. Dan sejarah tenggelamnya negeri Atlantis akan terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman ini adalah jaman penentuan bagi kebudayaan “Lemuria” atau “Atlantis” yang ada di bumi. Pada saat ini dua akar konflik, yaitu “agama” dan “materialisme” telah bersekutu dan saling memanfaatkan satu sama lain serta menyebarkan konflik di muka bumi. Agama menjadi cenderung dogmatik, formalistik, fanatik, dan anti-human persis seperti perkembangan agama di Eropa dan timur tengah sebelum masa Aufklarung. Esensi agama, yaitu spiritualitas yang bertujuan untuk mengembangkan Kesadaran dan Kasih dalam diri manusia, malah dihujat sebagai ajaran sesat, bid’ah, syirik, dll. Agama justru bersekutu kembali dengan pusat-pusat kekuasaan politik, terbukti pada saat ini begitu banyak “partai-partai agama” yang berkuasa di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan pada paham materialisme juga sudah terlanjur menguasai dunia. Persekutuan antara kaum agama dan materialisme, atau “agama-materialistik” ini mulai menggejala di mana-mana, berwujud dalam bentuk-bentuk teror yang mengancam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya, para spiritualis di “Lemuria” mulai bersatu kembali. Segala pertikaian remeh-temeh tentang materialisme-spiritualistik atau spiritualisme-materialistik harus diselesaikan sekarang. Tugas yang sangat penting tengah menanti, bukan tugas profetik, tetapi tugas yang benar-benar menyangkut keberlangsungan eksistensi seluruh spesies di “Lemuria”, di bumi yang amat indah ini. Tugas ini tidak bisa dikerjakan oleh satu dua orang Buddha atau Nabi atau Wali atau Resi atau Avatar seperti pada masa lalu. Tetapi, seluruh “manusia-biasa” juga harus terlibat di dalam tugas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hipotesis Prof. Santos*) memang benar, bahwa Atlantis pada masa lalu itu berada di Indonesia, maka hal itu berarti kita yang tinggal di sini punya tugas yang penting. Ini bukan suatu kebetulan. Kita yang tinggal di Indonesia harus bangkit kembali, bangkit Kesadarannya, bangkit Kasihnya, bangkit sains dan teknologinya untuk mengubah jalannya sejarah Lemuria yang selama ini sudah salah arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejayaan masa lalu bukan hanya untuk dikenang, atau dibanggakan, tetapi harus menjadi “energi-penggerak” kita untuk mengambil tanggung jawab dan tugas demi kejayaan Indonesia dan keberlanjutan peradaban Lemuria beserta seluruh spesies yang ada di bumi ini. Seperti kata Bapak Anand Krishna, dalam bukunya yang bertajuk Indonesia Jaya, “Masa depanmu jauh lebih indah dan jaya daripada masa lalumu, wahai putra-putri Indonesia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Jaya!&lt;br /&gt;ahmad yulden erwin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN:&lt;br /&gt;*) Prof. Arysio Nunes Santos is a Nuclear Physicist with a Ph. D. in Nuclear Physics and a Free-Docency in Physical-Chemistry. In the course of his protracted professional career as a scientist, Prof. Santos also worked as a geologist and climatologist, disciplines he came to master, making substantial contributions to Ice Age Theory, particularly in what concerns Catastrophism and the reality of the Flood, the cataclysm which ultimately led to the demise of Atlantis-Eden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Santos also wrote several other books and articles on Science and Engineering, as well as on arcane subjects such as Symbolism, Alchemy, the Holy Grail, Comparative Mythology and Religion, etc.. Pursuing these studies with a multi-disciplinary approach based on both the Exact and the Human Sciences, as well as the more traditional disciplines, the author finally managed to discover Atlantis’ true location; to prove its identity with Eden and the other traditional Paradises, and to reconstruct in detail the secret history of the Lost Continent described by Plato and several other ancient sages.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A gifted amateur linguist, Prof. Santos masters several tongues, including Greek, Latin, Sanskrit and Dravida, which are essential for the understanding of the ancient myths on Paradise and its destruction by the Universal Flood. This knowledge has enabled him to decipher Etruscan and Pelasgian, the languages of the predecessors of the Greeks and the Romans in the Mediterranean region. Prof. Santos traced these languages back to Sanskrit and Dravida, establishing an ineluctable connection with the East Indies, the true site of Atlantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-5070596474494176446?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/5070596474494176446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/benarkah-benua-atlantis-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5070596474494176446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/5070596474494176446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/benarkah-benua-atlantis-yang-hilang.html' title='Benarkah Benua Atlantis Yang Hilang Berada di Indonesia?'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8327373368885324763</id><published>2009-04-16T08:19:00.002+07:00</published><updated>2009-04-16T08:20:00.831+07:00</updated><title type='text'>SUFI TUA PENJUAL BARANG BEKAS</title><content type='html'>Ada seorang sufi tua yang mendapat penghasilan dengan berdagang barang-barang aneh dan bekas. Melihat keadan sufi tua ini para pembelinya menganggap dirinya rendah, seringkali para pembeli membayar dengan uang yang sudah jelek atau mengatakan sudah membayar meskipun mereka belum membayar. Sufi tua ini menerima perlakuan tersebut begitu saja dan tidak pernah mengeluh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ajalnya telah tiba ia memandang ke atas berdoa “Ya Tuhan saya telah menerima perlakuan buruk dari orang-orang, tetapi tidak pernah sekalipun saya menghakimi mereka di dalam hati. Mereka hanyalah orang-orang yang tidak sadar akan apa yang mereka perbuat. Ampunilah mereka Ya Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan terdengar Suara berkata, “Bagaimana mungkin menghakimi seseorang yang tidak pernah menghakimi orang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;“Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”&lt;br /&gt;Kalimat itu adalah doa yang diucapkan Yesus Kristus saat dirinya disalibkan. Sudah jelas Yesus mendapatkan siksaan yang luar biasa. Namun Yesus tidak sedikitpun berpikir tentang pembalasan dendam ataupun mendoakan turunnya siksaan dari Tuhan. Yesus justru memohon ampunan bagi mereka yang telah menyakitinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanjeng Nabi Muhammad SAW pernah dihujani batu dan dilempari tahi kala mendakwahkan ajaran Islam. Pernahkah beliau mendoakan balasan adzab bagi mereka yang telah menyakitinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siddharta Gautama juga sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang yang tidak memahaminya. Beliau pun tidak bereaksi keras terhadap situasi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki sifat binatang dalam jiwanya. Saat diserang binatang bereaksi keras dengan mencakar, menggigit, atau menanduk. Sifat binatang seperti itu menjadikan manusia memiliki sifat buas. Yesus Kristus, Siddharta Gautama, dan Muhammad SAW adalah puncak evolusi jiwa manusia. Mereka adalah manusia sampurna yang telah menghilangkan unsur kebinatangan dalam jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenakan atribut agama, sekelompok orang yang mengaku “Pembela Agama” menghajar sekelompok orang yang dianggap menyimpang dari ajaran agama hingga berdarah-darah. Fakta menunjukkan tidak sedikit perempuan yang juga dihajar oleh para pembela agama tersebut. Mereka bukanlah pembela agama, mereka adalah kumpulan binatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal Anda yang memilih. Bergabung dengan kumpulan “tukang kepruk” atau bergabung bersama Yesus, Siddharta, dan Kanjeng Nabi. Asal Anda tahu saja resikonya. Di dunia ini berlaku hukum karma yang tercantum jelas dalam Alquran sebagaimana ayat berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99:7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.&lt;br /&gt;99:8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang namanya penghapusan dosa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8327373368885324763?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8327373368885324763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/sufi-tua-penjual-barang-bekas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8327373368885324763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8327373368885324763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/sufi-tua-penjual-barang-bekas.html' title='SUFI TUA PENJUAL BARANG BEKAS'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8943927162206069063</id><published>2009-04-16T08:19:00.001+07:00</published><updated>2009-04-16T08:19:39.913+07:00</updated><title type='text'>HUKUM KARMA</title><content type='html'>Konon Prabu Duryudana bertanya kepada Prabu Kresna, mengapa ia yang buta dan tak pernah membunuh bisa mengalami kejadian 100 putranya dibunuh. Prabu Kresna menjawab, bahwa dalam ‘past lifes’, kehidupan-kehidupan sebelumnya dia pernah membunuh 100 anak burung yang berada dalam sarangnya, dan juga pernah menusuk mata burung sehingga menjadi buta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh lainnya adalah Resi Bhisma yang Agung yang konon dalam kehidupan sebelumnya pernah menusuk tubuh semut dengan jarum dan itulah sebabnya dia harus tidur di atas panah selama beberapa hari sebelum meninggal. Bahkan Prabu Kresna sendiri harus mati terbunuh oleh pemburu yang memanah  kakinya yang terjuntai yang terlihat sebagai binatang. Konon Prabu Kresna pun harus menyelesaikan hukum sebab akibat dalam kehidupan sebelum nya sewaktu  menjadi Sri Rama yang memanah Raja Kera Subali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon beberapa orang selamat dari karma kejahatan dalam satu masa kehidupannya, karena dia diselamatkan sejumlah karma baiknya. Akan tetapi ibarat senjata cakra yang mengejar siapa pun yang ditujunya, maka pelaku perbuatan tersebut pada suatu saat akan menerima akibatnya pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kebaikan yang kau lakukan pasti kembali padamu. Begitu jua dengan kejahatan. Kau dapat menentukan hari esokmu, penuh dengan kebaikan atau sebaliknya’. ‘Kenapa mesti menangisi nasib? Kau adalah penentu nasibmu sendiri. Apa yang kau alami saat ini adalah akibat dari perbuatanmu di masa lalu. Apa yang kau buat hari ini menentukan nasibmu esok’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.oneearthmedia.net/ind&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8943927162206069063?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8943927162206069063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/hukum-karma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8943927162206069063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8943927162206069063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/hukum-karma.html' title='HUKUM KARMA'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6322690102099455112</id><published>2009-04-15T12:45:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T12:46:28.035+07:00</updated><title type='text'>“TAUHID-KASIH” DARI SYEIKH HAMZAH FANSURI</title><content type='html'>Artikel diambil dari http://www.oneearthmedia.net/ind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Sufi dari Aceh pada Abad 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah perkembangan agama Islam di Nusantara, ada beberapa tokoh Islam yang dikenal sangat dipengaruhi oleh ajaran sufi dari Al Hallaj. Di tanah Jawa kita mengenal tokoh sufi yang bernama Syeikh Siti Jenar, atau sering juga dikenal dengan panggilan Syeikh Lemah Abang. Syeikh Siti Jenar ini dalam beberapa penelitian para ahli dikatakan salah satu wali dari sembilan wali yang dianggap menjadi penyebar agama Islam di Nusantara. Tetapi, dalam beberapa penelitian ahli lainnya, Syeikh Siti Jenar dianggap bukan salah seorang dari sembilan wali tersebut. Namun, yang jelas, kisah hidup Syeikh Siti Jenar hampir mirip dengan Al Hallaj di tanah Persia. Syeikh Siti Jenar juga dihukum mati oleh para wali karena dianggap telah menyesatkan umat dengan ajaran “Manunggaling Kawulo Gusti”, atau paham kesatuan antara mahluk dengan Tuhan. Ajaran “Manunggaling Kawulo Gusti” dari Syeikh Siti Jenar ini mirip dengan ajaran “Wahdatul Al Wujud” yang dikembangkan dan dipraktekkan oleh Al Hallaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam perkembangan berikutnya, juga ada seorang tokoh sufi lain di Nusantara yang juga dipengaruhi sangat kuat oleh paham Wahdatul Wujud dari Al Hallaj ini, yaitu seorang putra Aceh yang bernama Syeikh Hamzah Fansuri. Beliau adalah seorang sufi dari Aceh yang hidup pada abad ke-17. Menurut para peneliti dan ahli sejarah Aceh, waktu dan tempat kelahiran Hamzah Fansuri tidaklah diketahui. Ada sebagian ahli mengatakan ia lahir di negeri Barus yang waktu itu masuk dalam kerajaaan Aceh (sekarang termasuk salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara). Tetapi Prof. A. Hasjmy dari Aceh berpendapat bahwa Hamzah Fansuri lahir di daerah Fansur, yaitu suatu kampung yang terletak di antara Kota Singkel dengan Gosong Telaga (Aceh Selatan). Dalam jaman kerajaan Aceh Darusalam, kampung Fansur ini dikenal sebagai pusat pendidikan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali di Aceh sendiri, Syeikh Hamzah Fansuri juga belajar di berbagai tempat dalam pengembaraannya seperti di Jawa, India, Parsia, Arabia dan lain sebagainya. Beliau dikenal sebagai seorang sufi yang zuhud dan banyak menguasai ilmu seperti ilmu fiqih, tasauf, logika, filsafat, sastra, dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari pengembaraan, beliau mulai mengajar di Barus, kemudian di Banda Aceh, dan terakhir beliau mendirikan Dayah (Madrasyah) di daerah tempat lahirnya, dekat Rundeng (Singkel). Di tempat kelahirannya ini pula kemudian beliau wafat sekitar tahun 1607-1610. Beliau memiliki banyak murid, tetapi yang paling terkenal adalah Syeikh Syamsudin Sumatrani yang berasal dari Samudra/Pase, yang menjadi qadi (penasehat agama) Sultan Iskandar Muda yang wafat pada tahun 1630.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hal taswuf atau ilmu kesufian, Syeikh Hamzah Fansuri menganut paham Wahdat Al Wujud, yaitu paham kesatuan antara Mahluk dan Tuhan. Dalam hal ini beliau sangat dipengaruhi oleh para sufi seperti Muhyidin Ibnu Arabi, Abdul Karim Jili, Al Hallaj, Bayazid Al Bistami, Fariduddin Attar, Jalaluddin Rumi, Al Ghazali dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu di Sumatera, khususnya di Aceh, tengah terjadi perdebatan sengit tentang paham Wahdat Al Wujud yang melibatkan ahli-ahli tasawuf, ushuludin, dan fiqih pada saat itu. Perdebatan ini dibicarakan antara lain oleh Syeikh Nuruddin Ar-Raniri di dalam buku Bustan Al-Salatin, yang menentang paham Wahdat Al-Wujud dari Syeikh Hamzah Fansuri dan para muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan itu akhirnya memuncak menjadi perseteruan bernuansa politik. Pada masa Sultan Iskandar Tsani (1937-1641), Syeikh Nuruddin Ar-Raniri diangkat menjadi qadi Sultan. Pada masa itu pula, Syeikh Nuruddin Ar-Raniri kerap menyatakan di dalam khutbah-khutbahnya bahwa ajaran tasawuf Syeikh Hamzah Fansuri dan Syeikh Syamsudin Sumatrani telah sesat, karena termasuk ajaran kaum zindiq dan pantheis. Kemudian atas saran Syeikh Nuruddin Ar-Raniri dan ulama istana Aceh pada waktu itu, Sultan Iskandar Tsani memerintahkan pembakaran ribuan buku karangan penulis penganut paham Wahdat Al Wujud di halaman masjid Raya Kutaraja. Karya-karya Syeikh Hamzah Fansuri juga termasuk yang dibakar. Bahkan, para murid dan pengikut Syeikh Hamzah Fansuri banyak yang dikejar-kejar dan dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya Hamzah Fansuri yang selamat dari pembakaran buku di halaman masjid Raya Kutaraja tersebut tidaklah banyak. Di antaranya, buku yang berjudul Asrarul Arifin, Syarabul Asyikin, serta beberapa puisi sufi seperti Rubai, Syair Perahu, Syair Burung Pingai, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa hidupnya, Syeikh Hamzah Fansuri bukan hanya seorang ulama tasawuf dan sastrawan terkemuka, tetapi juga seorang perintis dan pelopor keilmuan dan kebudayaan Melayu. Kritik-kritiknya yang tajam terhadap prilaku politik dan moral raja-raja, bangsawan dan orang-orang kaya menempatkannya sebagai seorang sufi yang berani pada jamannya. Karena itu tidaklah mengherankan apabila kalangan istana Aceh tidak menyukai kegiatan Syeikh Hamzah Fansuri dan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang keilmuan Syeikh Hamzah Fansuri telah mempelopori penulisan risalah tasawuf dan keagamaan secara sistematis dan bersifat ilmiah di dalam bahasa Melayu. Sebelum karya-karya Syeikh Hamzah Fansuri muncul, masyarakat muslim Melayu mempelajari masalah keagamaan, tasawuf, dan sastra melalui kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab dan Persia. Di bidang sastra, Syeikh Hamzah Fansuri telah mempelopori penulisan puisi-puisi sufistik yang bercorak Melayu. Bahkan menurut sebagian ahli sasta Indonesia saat ini, Syeikh Hamzah Fansuri adalah orang pertama yang menuliskan puisi berbentuk pantun dalam bahasa Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang kebahasaan, sumbangsih Syeikh Hamzah Fansuri juga sangat besar. Sebagai penulis pertama kitab keilmuan dan sastra dalam bahasa Melayu, beliau telah berhasil mengangkat naik martabat bahasa Melayu dari sekedar bahasa lingua franca (bahasa pergaulan sehari-hari), menjadi suatu bahasa intelektual dan ekspresi seni sastra yang modern. Tak mengherankan jika pada abad ke-17, bahasa Melayu dijadikan bahasa pengantar di berbagai lembaga pendidikan Islam, disusul dengan penggunaannya oleh para misionaris Kristen untuk penyebaran agama, kemudian digunakan pula oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai bahasa administrasi dan pengantar di sekolah-sekolah pemerintah. Inilah yang memberi peluang besar kepada bahasa Melayu untuk dipilih serta ditetapkan menjadi bahasa persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang paling penting, dan sering luput dari perhatian para ahli sejarah dan agama tentang Aceh, adalah ajaran sufi atau tasawuf dari Syeikh Hamzah Fansuri yang sangat universal dan masih tetap relevan bagi bangsa Indonesia bahkan dunia saat ini. Ajaran sufi dari Syeikh Hamzah Fansuri sangat spiritual, humanis, dan mampu melintasi sekat-sekat kemanusiaan yang tercipta akibat pandangan sempit kesukuan, ras, serta agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Sufi adalah Jalan Menemukan Jati Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syeikh Hamzah Fansuri, seseorang yang hendak memasuki jalan sufi, jalan spiritual, jalan untuk bertemu Tuhan yang abdi, haruslah memulai perjalanannya dengan mengenal Jati Dirinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah syair yang ditulis beliau berjudul “Sidang Ahli Suluk” pada bagian I di bait 1:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sidang Faqir empunya kata,&lt;br /&gt;Tuhanmu Zahir terlalu nyata.&lt;br /&gt;Jika sungguh engkau bermata,&lt;br /&gt;lihatlah dirimu rata-rata”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Syeikh Hamzah Fansuri, kehadiran Tuhan itu sangatlah Maha Nyata (Zahir). Karena itu sang sufi, atau disebut sebagai Faqir, adalah orang yang telah meninggalkan keterikatannya pada segala sesuatu di luar dirinya, dan memulai perjalanan ruhaninya dengan “melihat” atau mengenali dirinya sendiri setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Syeikh Hamzah Fansuri menegaskan bahwa untuk mengenal Jati Diri, seorang sufi harus memulai dengan suatu metode tafakur tertentu, suatu latihan tertentu. Suatu metode atau latihan yang sebenarnya juga banyak digunakan oleh berbagai aliran mistik keagamaan atau spiritual di berbagai belahan dunia, yang lebih dikenal dengan istilah meditasi. Selama ini pengertian meditasi atau tafakur sering disalahtafsirkan hanya sebagai latihan pernapasan, atau berzikir, atau merapal mantra.&lt;br /&gt;Tetapi Syeikh Hamzah Fansuri menjelaskan dengan tepat esensi dari tafakur atau meditasi atau latihan sufi di dalam syair berjudul “Sidang Ahli Suluk” pada bagian I di bait 9:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hapuskan akal dan rasamu,&lt;br /&gt;lenyapkan badan dan nyawamu.&lt;br /&gt;Pejamkan hendak kedua matamu,&lt;br /&gt;di sana kaulihat permai rupamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Hamzah Fansuri dengan sangat jelas menyatakan bahwa setiap tafakur atau metode latihan sufi apa pun harus dimulai dengan “hapuskan akal dan rasamu”, yang berarti suatu cara untuk menuju kepada kondisi “No-Mind”, kondisi berada dalam Kesadaran Murni atau Kesadaran Ilahi. Untuk mencapai kondisi “No-Mind” tersebut, maka seorang sufi harus “lenyapkan badan dan nyawamu”, yang berarti melepaskan keterikatan terhadap tubuh dan berbagai pemikiran atau nafsu (nyawa). Setelah itu, barulah sang sufi memejamkan kedua mata inderawinya, untuk mengaktifkan “mata-ruhaninya”, guna melihat rupa dari Jati Dirinya yang senantiasa berada dalam kondisi permai, kondisi “bahagia yang abadi”. Inilah sesungguhnya inti dari tafakur atau meditasi menurut Syeikh Hamzah Fansuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Syeikh Hamzah Fansuri mengisahkan pengalamannya mencari dan menemukan Tuhan, menemukan Allah yang lebih dekat dari urat lehernya sendiri, menemukan Jati Dirinya sendiri. Simak syair berjudul “Sidang Ahli Suluk” pada bagian 3 di bait 14:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamzah Fansuri di dalam Mekkah,&lt;br /&gt;mencari Tuhan di Bait Al-Ka’bah.&lt;br /&gt;Dari Barus ke Qudus terlalu payah,&lt;br /&gt;akhirnya dijumpa di dalam Rumah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang Guru Sufi atau Murshid, Syeikh Hamzah Fansuri memang mendidik para muridnya berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri. Seorang Murshid hanya membagi pesan atau memberi contoh berdasarkan pengalaman yang pernah dilakoninya. Begitu pula dengan Syeikh Hamzah Fansuri, beliau dengan jujur mengungkapkan bahwa selama ini ia telah bersusah payah mencari Tuhan di luar dirinya, hal ini disimbolkan dengan Ka’bah atau pun Qudus (nama mesjid di Yerusalem tempat kiblat sholat pertama umat Islam sebelum Ka’bah di Mekkah). Proses pencarian Tuhan di luar dirinya tersebut telah membawanya mengembara ke mana-mana meninggalkan kampung halamannya yang bernama Barus di Aceh. Tetapi, akhirnya beliau tersadar, bahwa Tuhan yang selama ini dicarinya di luar diri, ternyata “dijumpa” di dalam “Rumah”, di dalam dirinya sendiri. Proses “perjumpaan” dengan Tuhan di dalam dirinya sendiri ini telah mengakhiri “pencarian” yang meletihkan dari seorang Hamzah Fansuri, sehingga beliau layak disebut sebagai seorang Syeikh, seorang Guru Sufi, seorang Murshid yang mendidik para muridnya berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang sufi sejati, penemuan Tuhan sebagai Jati Dirinya sendiri akan membuat hidupnya benar-benar bebas dari segala keterikatan apa pun, ia berada dalam “Kemiskinan Ilahiah”, kemiskinan yang membebaskannya dari segala kemelekatan pada kesementaraan benda-benda, pada ilusi dunia yang tercipta dari pikirannya sendiri. Ia bersiap sedia mengurbankan dirinya demi melayani Kehendak Ilahi. Ia tidak lagi tersekat-sekat dalam pandangan sempit kesukuan atau fanatisme agama, karena ia telah menyadari bahwa keberadaannya yang sementara selalu berada dalam Keberadaan Sang Maha Abadi. Ia sadar bahwa fungsinya di dalam dunia hanyalah menjadi perantara atau pembawa pesan dari Keabadian, dari Allah yang senantiasa bersemayam dalam hatinya. Itulah yang diungkapkan oleh Syeikh Hamzah Fansuri, yang saya kutip secara bebas, di dalam syair yang berjudul “Sidang Ahli Suluk” pada bagian 1 di bait 11:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamzah miskin orang terbebaskan,&lt;br /&gt;seperti Nabi Ismail menjadi qurban.&lt;br /&gt;Fansuri bukannya Persia lagi Arabi,&lt;br /&gt;selalu menjadi perantara dengan yang Baqi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan Hamba dan Tuhan di dalam Kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan kesufian Hamzah Fansuri memang sangat universal. Bagi Hamzah Fansuri, ketika seorang manusia mencari hakekat Tuhan di dalam dirinya, maka ia pasti akan menemukan bahwa Tuhan dan hamba tiadalah berbeda. Simak salah satu bait dari “Syair Perahu” yang ditulis oleh Beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“La Ilaha Il Allah itu kesudahan kata,&lt;br /&gt;Tauhid ma’rifat semata-mata,&lt;br /&gt;Hapuskan kehendak sekalian perkara,&lt;br /&gt;Hamba dan Tuhan tiada berbeda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, ungkapan Syeikh Hamzah Fansuri ini sangat berani pada masanya. Beliau dengan berani mengungkapkan hijab atau tirai yang menutupi pandangan sempit atau ketidaksadaran umat Islam pada masa itu. “La Ilaha Il Allah itu kesudahan kata,” benar sekali pandangan Syeikh Hamzah Fansuri dalam syair ini. Kalimat tauhid yang menjadi inti ajaran Islam ini, La Ilaha Il Allah, Tiada Tuhan Selain Allah, adalah sesungguhnya akhir dari setiap perkataan, akhir dari pikiran, akhir dari segalah ilusi, untuk menuju keadaan: “Tauhid ma’rifat semata-mata,” suatu keadaan ketika seluruh pikiran dan pengalaman telah terlampaui, suatu Keadaan Murni yang dikenal dengan istilah “No-Mind”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tentu saja, untuk mencapai Keadaan Murni ini, seorang sufi harus mampu untuk “hapuskan kehendak sekalian perkara,” untuk melampaui setiap kehendak yang masih terikat kepada berbagai perkara yang digerakkan oleh nafsu-nafsu rendah, oleh kepicikan pikiran yang egoistik, sehingga tercapailah suatu kondisi ketika “Hamba dan Tuhan tiada berbeda.” Inilah sesungguhnya makna dari tauhid, makna dari ungkapan La Ilaha Il Allah, Tiada Tuhan Selain Allah, yaitu suatu Keadaan Murni ketika seluruh kehendak telah terlampaui, maka hamba dan Tuhan tiada berbeda. Namun, dalam hal apa hamba dan Tuhan itu tiada berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak pandangan Syeikh Hamzah Fansuri yang lain dalam kutipan berikut ini dari buku Zinat Al Wahidin (Tentang Keesaan Allah) pada Bab Kelima:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“……..Alam ini seperti ombak. Keadaan Allah seperti Laut. Sungguh pun ombak lain daripada laut, pada hakikatnya tiada lain daripada laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi Muhammad pernah bersabda: Allah menjadikan Adam atas RupaNya………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain itu Rasullah juga pernah bersbada: Allah menjadikan Adam atas Rupa-Rahman. Karena Rahman disebutkan sebagai Laut, maka Adam disebutkan sebagai buih…………..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian dalam bukunya di atas, dapatlah disimpulkan pandangan Syeikh Hamzah Fansuri tentang ketauhidan universal punya dasar yang cukup kokoh dalam ajaran Islam berdasarkan sabda Rasul Muhammad SAW sendiri. Syeikh Hamzah Fansuri menggunakan satu permisalan yang sudah cukup dikenal di dalam ajaran sufi dan mistikisme di dunia, yaitu ombak dan laut. Bagi Syeikh Hamzah Fansuri, alam dan segala isinya ini merupakan “Gerak Ilahi” yang termanifestasi, dan ia ibaratkan sebagai ombak dari lautan. Sedangkan “Keadaan Allah”, suatu kondisi ketika manusia mengalami Kesadaran Ilahiah atau Kesadaran Murni, seperti lautan itu sendiri. Ombak hanyalah bentuk lain dari laut. Pada hakekatnya, ombak dan laut itu satu bentuk, yaitu air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Hamzah Fansuri dengan pengetahuannya yang luas dan mendalam juga menambahkan kutipan dari sabda Rasul yang mungkin tidak cukup populer di kalangan umat Islam saat ini. Di dalam hadis itu diungkapkan bahwa Allah juga menjadikan Adam menurut Rupa Rahman (Yang Maha Pengasih). Bagi Syeikh Hamzah Fansuri, wujud “Lautan Ilahiah” itu adalah sifat Yang Maha Pengasih, adalah “Kasih” itu sendiri. Maka, sesuai dengan sabda Rasul, jika Allah adalah Kasih itu sendiri, sudah tentu Manusia adalah buih dari Kasih itu sendiri. Inilah inti dari ajaran kesufian dari Syeikh Hamzah Fansuri, yaitu: Tauhid-Kasih, bahwa hakekat manusia dan seluruh alam ini adalah Kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal apa hamba dan Tuhan tiada berbeda? Menurut Syeikh Hamzah Fansuri, Tuhan dan Hamba tiada berbeda dalam perwujudannya sebagai Kasih. Kemudian Syeikh Hamzah Fansuri memperluas definisi Cinta Ilahi ini menjadi “pelayanan tanpa pamrih” kepada sesama manusia dan mahlukNya. Seperti kutipan berikut dalam kitab yang sama: “Barangsiapa cinta akan Allah, maka hendaknya ia melakukan kebaktian pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relevansi Ajaran Syeikh Hamzah Fansuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan yang dibawa Syeikh Hamzah Fansuri masih sangat relevan dengan kondisi kehidupan beragama di Indonesia saat ini. Syeikh Hamzah Fansuri sangat menekankan agar manusia selalu beusaha untuk menemukan Jati Diri yang Ilahi di dalam diri manusia sendiri. Jati Diri manusia itu sesungguhnya “berada” dengan kenyataan yang sama, kesatuan umat manusia dan seluruh mahluk-Nya di dalam Kasih. Seperti yang terungkap dalam terjemahan bebas saya atas salah satu syairnya yang berjudul “Minuman Para Pencinta” pada bagian 5 di bait 3 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rahman itulah yang bernama semesta,&lt;br /&gt;Keadaan Tuhan yang wajib disembah dan dipuja.&lt;br /&gt;Kenyataan Islam, Nasrani, dan Yahudi sebenarnya sama:&lt;br /&gt;dari Rahman itulah sekalian menjadi nyata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita bayangkan, seorang sufi dan ulama pada abad ke 17 di Aceh telah memiliki pandangan “Tauhid-Kasih” seperti ini. Kalau pandangan Syeikh Hamzah Fansuri ini disebarluaskan di dunia Islam saat ini, maka selesailah berbagai pertentangan atas nama agama yang disebabkan oleh fanatisme sempit. Bagi Syeikh Hamzah Fansuri, hakikat semua agama itu sama, yaitu sifat Rahman dari Allah, sifat Yang Maha Pengasih dari Allah, atau bisa juga disebut Allah sebagai Yang Maha Kasih itu sendiri. Karena Kasih itu sendiri menjelma manjadi semesta, maka Allah dan wujudNya sebagai Kasih itu pula sesungguhnya yang wajib disembah dan dipuja oleh semua agama. Esensi agama Islam adalah Kasih. Esensi agama Nasrani adalah Kasih. Esensi agama Yahudi adalah Kasih. Jadi, apa gunanya melakukan peperangan atas nama agama? Demikianlah kira-kira menurut pemahaman saya tentang pesan Syeikh Hamzah Fansuri dalam salah satu syairnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sungguh sangat ironi, jika saat ini yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya. Pertikaian atas nama agama justru semakin berkembang di Indonesia. Makin lama justru makin menajam. Segelintir orang yang mengklaim dirinya sebagai ahli agama justru menebarkan bibit permusuhan antar agama di kalangan umatnya. Toleransi antar umat beragama yang dikembangkan selama ini, sekarang menjadi toleransi semu. Toleransi ditafsirkan seperti suatu masa jeda perdamaian, untuk bersiap-siap kembali berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh yang terjadi di Indonesia, paham pertikaian politis dan ekonomis yang dibalut sebagai pertikaian antara agama Islam dengan Yahudi di negara-negara Timur Tengah dan Arab, saat ini telah diekspor ke umat Islam di Indonesia. Tiba-tiba saja, saat ini begitu banyak umat Islam di Indonesia yang begitu membenci orang Yahudi, tanpa tahu sejarah politik dan ekonomi yang mendasari pertikaian di negara-negara Timur Tengah dan Arab. Kita telah terkena propaganda dari kaum fanatisme sempit untuk memecah belah bangsa Indonesia. Kebencian yang sangat tidak sehat ini, sekarang berkembang lebih jauh kepada umat beragama yang lainnya, seperti agama Nasrani, Buddha atau Hindu. Begitu juga sebaliknya. Sungguh sangat memprihatinkan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia pada saat ini. Jika kita sebagai bangsa tidak segera sadar, maka kita berada dalam satu situasi kritis menuju pertikaian antar umat beragama yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita sudi mengimpor peperangan berlatar politik dan ekonomi yang dibumbui istilah “perang agama” di Timur Tengah dan Arab ke tubuh Ibu Pertiwi yang tercinta ini? Lantas apa solusinya? Coba kembali kita tengok pesan Syeikh Hamzah Fansuri dalam salah satu syairnya yang berjudul “Burung Pingai” pada bagian 4 di bait 12:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ilmunya ilmu yang pertama,&lt;br /&gt;mazhabnya mazhab ternama,&lt;br /&gt;cahayanya cahaya yang lama,&lt;br /&gt;ke dalam surga bersama-sama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam syair ini, Syeikh Hamzah Fansuri membuat permisalan Jati Dirinya sebagai “Unggas Ruhani” yang bernama Burung Pingai (Burung Yang Berkilau Keemasan). Di dalam syair yang terdiri dari empat bagian ini, Syeikh Hamzah Fansuri tetap menekankan pada soal Rahman, atau Kasih. Bagi Syeikh Hamzah Fansuri ilmu tentang Kasih ini adalah ilmu yang pertama. Mazhab atau aliran keagamaannya atau jalan kesufiannya juga adalah “Mazhab Kasih”. Cahaya sebagai simbol Kesadaran Murni juga adalah cahaya yang lama telah ada sejak pencipataan manusia yaitu “Cahaya Kasih”. Jadi, kesimpulan Syeikh Hamzah Fansuri, jika ilmu dan agama atau kesadaran manusia selalu didasari oleh Kasih, maka sudah pasti surga atau “keadaan bahagia abadi” akan terwujud. Namun, surga itu milik bersama, milik semua umat manusia, tanpa membedakan suku atau agama, pandangan politik atau ideologinya, status sosial atau jumlah hartanya. Bagi Syeikh Hamzah Fansuri, surga atau keadaan bahagia abadi itu adalah hak dasar setiap manusia yang telah menyatu dengan Kasih, dengan Allah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ajaran “Sang Sufi Cinta” dari tanah Aceh ini bisa bergema kembali di bumi nusantara, khususnya di bumi Nangroe Aceh Darussalam. Dan marilah kita sebagai bangsa Indonesia berjuang bersama mewujudkan “Surga-Kasih” dari Syeikh Hamzah Fansuri di negeri Ibu Pertiwi ini. Semoga Kebahagiaan Ilahi selalu menyinari bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia beserta seluruh mahluk-Nya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ahmad Yulden Erwin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Hasjmy, Ruba’I Hamzah Fansuri: Karya Sastra Sufi Abad XVII, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajar Malaysia, 1976.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hadi W.M., Hamzah Fansuri: Risalah Tasawuf dan Puisi-puisinya, Bandung: Penerbit Mizan, 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hadi W.M., Sastra Sufi, Bandung: Penerbit Mizan, 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6322690102099455112?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6322690102099455112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/tauhid-kasih-dari-syeikh-hamzah-fansuri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6322690102099455112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6322690102099455112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/tauhid-kasih-dari-syeikh-hamzah-fansuri.html' title='“TAUHID-KASIH” DARI SYEIKH HAMZAH FANSURI'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-1131887330310618025</id><published>2009-04-15T11:44:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:45:42.364+07:00</updated><title type='text'>PENGARUH MUSIK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA</title><content type='html'>Artikel ini saya ambil dari situs ww.oneearthmedia.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Makhluk Tuhan yang Paling Seksi dan Padamu Negeri&lt;br /&gt;Setelah dilantik Mendagri Mardiyanto pada tanggal 25 Agustus 2008, pada saat apel pagi, Pak Bibit, Gubernur Jawa Tengah yang baru, mengungkapkan rasa prihatin atas lunturnya nasionalisme bangsa Indonesia. Anak-anak sekarang lebih menyukai tembang populer “Makhluk Tuhan yang paling Seksi”dari Mulan Jameela atau “Lelaki Buaya Darat” dari Maia dari pada lagu-lagu perjuangan. Pak Gubernur berencana setiap sekolah mulai SD, SMP sampai SMA di Jawa Tengah akan memperdengarkan lagu perjuangan “Halo-Halo Bandung”, “Padamu Negeri” dan yang lainnya setiap pagi. Para tukang kebon nantinya diberi tugas khusus untuk menyetel kaset atau kompak disk setiap pagi. Setiap Senin di seluruh instansi juga wajib mengadakan upacara bendera untuk menanamkan jiwa nasionalisme. Ada tiga kekuatan yang menjaga NKRI tetap tegak, yakni TNI, Polri dan Korps Pegawai Negeri. Faktanya Provinsi Jawa Tengah merupakan benteng Pancasila dan kenyataan itu harus dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh lagu terhadap kehidupan manusia&lt;br /&gt;Lagu mempunyai sifat universal dan dapat merasuk ke dalam hati sanubari. Kalau lagu “Makhluk yang paling Seksi” diulang-ulang dan diterima diri, lagu itu akan masuk bawah sadar dan menjadi bagian permanen di dalamnya. Informasi bahwa diri makhluk terseksi ini akan mewarnai kehidupan pendengar setianya. Untungnya kita ini mempunyai sifat jenuh dan lagu populer akan terdesak kedalam rak pengingat oleh lagu-lagu populer baru. Repotnya, kalau lagu yang baru pun selalu bernuansa sama dan penampilan penyanyi di televisi hampir sama, atau bahkan semakin “berani”. Informasi yang tersimpan semakin menebal, dan jelas hal tersebut akan mempengaruhi diri kita. Mereka yang puritan, tidak akan mau mendengarkan lagu, sehingga menutup diri dari pengaruh luar. Tetapi kalau di sumbernya, di pikirannya masih belum jernih, masih dipenuhi nafsu, maka dalam situasi kondusif nafsunya akan meledak juga. Sebetulnya kita itu penguasa pikiran, karena kita bisa menolak merekam informasi yang akan merugikan diri. Tetapi karena “iklan” itu begitu lihai, merasuk pelan-pelan, kita tunduk juga pada “iklan” dan menjadikan “iklan” sebagai penguasa. Dan, kita menjadi budaknya serta patuh terhadap pesannya. Begitulah caranya kebudayaan luar merembes ke dalam masyarakat kita. Sudah seharusnya para profesional pembuat “iklan” menyadari dan membuat “iklan” yang membangkitkan kecintaan pada Indonesia. Kata “iklan” di sini adalah sesuatu hal yang menarik perhatian pemirsa, yang didukung oleh sponsor untuk meresapkan suatu produk ke dalam bagian bawah sadar. Iklan pun sesuatu yang netral, tidak selalu negatif tergantung kesadaran si pembuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangkitkan potensi kejuangan di dalam diri&lt;br /&gt;Dalam DNA kita, terdapat potensi genetik yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Genetik nenek moyang kita di zaman Sriwijaya dan Majapahit yang penuh kejuangan masih ada dalam DNA kita. Lagu-lagu perjuangan “Halo-Halo Bandung” dan “Padamu Negri” yang berulang-ulang merasuk diri, dapat membangkitkan semangat kejuangan. Upacara bendera secara rutin dapat memunculkan potensi genetik nenek moyang, ketika leluhur kita mengibarkan bendera dan umbul-umbul “Gula Kelapa”. Jati diri kita adalah Indonesia, potensi keindonesiaan ada dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu juga mempunyai berbagai irama yang dapat mempengaruhi diri kita. Setelah mendengar lagu klasik yang meditatif selama 5 menit dicoba untuk mengukur detak nadi, dan hasilnya detak nadi menjadi tenang. Kemudian setelah mendengar lagu cadas yang keras selama 5 menit diukur detak nadinya, dan ternyata nadinya berdetak lebih cepat. Lagu mars perjuangan membuat semangat pengabdian terhadap bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa pikiran&lt;br /&gt;Setelah kita sadar adanya pengaruh luar terhadap diri, maka kita harus selektif dalam menerima informasi. Jangan biarkan “iklan” luar menguasai kita, juga jangan biarkan nafsu indera, yang penuh keserakahan dan kemalasan mempengaruhi kita. Biarlah hati nurani tenang yang menguasainya. Sudah menjadi sifat alam: ada yang tenang; ada yang agresif; dan ada yang malas-malasan yang sifat-sifat tersebut terkandung dalam segala bentuk manifestasi alam. Pikiran dan perasaan termasuk wadah yang bersifat alami. Diri sejati bukan identitas wadah yang bersifat alami. Diri sejati bersemayam di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Berjuang putera-putera Indonesia. Indonesia Jaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-1131887330310618025?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/1131887330310618025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/pengaruh-musik-terhadap-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/1131887330310618025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/1131887330310618025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/pengaruh-musik-terhadap-kehidupan.html' title='PENGARUH MUSIK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-7279018251195574238</id><published>2009-04-15T11:42:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:43:59.685+07:00</updated><title type='text'>Salah Satu Penyebab Anak Bangsa Kurang Cerdas</title><content type='html'>Artikel ini saya ambil dari situs www.oneearthmedia.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu hari minggu, pulang dari jalan sehat Pakdhe Jarkoni lewat di depan rumah Bu Guru Nana dan Pakdhe jarkoni diajak diskusi Bu Guru Nana di depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru Nana: Tindak-tindak, jalan-jalan Pakdhe? Kelihatan segar sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakdhe Jarkoni: Iya, sejak Sekolah Dasar Pakdhe sudah suka olah raga. Bagaimana murid-murid sekarang Bu Guru? Tambah kritis ya pemikirannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru Nana: Memang tambah kritis Pakdhe, tetapi kayaknya kelebihan energi, tidak dapat tenang, dibanding dulu mungkin gizinya lebih baik ya Pakdhe? Memang tak ada yang lebih efektif untuk membangun suatu bangsa kecuali lewat pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang prima dan input makanan yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakdhe Jarkoni: Dibanding gizi zaman saya dulu iya. Akan tetapi bila dibandingkan dengan negara-negara lain, kondisi kita kalah jauh dengan mereka. Diperlukan perbaikan konsumsi protein hewani yang terdapat dalam telur, susu, daging dan ikan yang sangat penting bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan. Pada waktu ini, konsumsi susu/kapita/th rakyat Indonesia baru 5.60 liter, lebih rendah dari Kamboja yang 12,97 liter dan Bangladesh 31,55 liter dan  jauh di bawah India yang 60 liter. Rata-rata konsumsi susu rakyat Indonesia hanya satu sendok makan susu per hari. Kasihan deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru Nana: Wah konsumsi protein hewani masih rendah sekali ya pakdhe. Bagaimana dengan konsumsi daging dan telornya? Kan bukan hanya susu to Pakdhe? Katanya kita yang berkulit coklat kadang-kadang agak tinggi lacto intolerance, kepekaan terhadap susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakdhe Jarkoni: Pengaruh diare sebentar, itu hanya di awal saja, apalagi kalau hanya 1 gelas, tidak apa-apa. Dalam hal daging, konsumsi perkapita/tahun bangsa kita baru 7 kg, jauh di bawah Malaysia yang 48 kg dan Filipina yang 18 kg. Konsumsi telur ayam per kapita/tahun rakyat Indonesia baru 51 butir, sementara Malaysia telah mencapai 279 butir. Sebagai negara yang 75% wilayahnya berupa lautan yang luasnya 5,8 juta km², konsumsi ikan rakyat kita juga masih rendah, baru 26 kg/kapita/tahun, di bawah Malaysia yang 45 kg dan jauh di bawah Jepang yang 70 kg/kapita/tahun. Apa kita nggak prihatin to Bu Guru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru Nana: Apakah karena daging masih impor ya Pakdhe? Sehingga mahal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakdhe Jarkoni: Teman saya pegawai Dinas Peternakan bilang bahwa negara kita masih impor 1 juta ekor sapi dari Australia per tahun, baik dalam bentuk daging maupun sapi. Menurut teman saya, subsidi pupuk kita sudah Rp.15 Trilyun per tahun. Kalau anggaran 1 tahun subsidi pupuk untuk mengembangkan peternakan, kita tidak akan tergantung impor lagi. Mungkin saja pendapatnya berlebihan, tetapi potensi untuk swasembada sapi bisa dilaksanakan. Susu murni pun bisa dikembangkan. Teman Pakdhe bilang di luar negeri orang selalu mencari susu murni, kita yang mencari susu kalengan diketawain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru Nana: Apakah karena kurang protein hewani ya pakdhe bangsa kita kurang cerdas menangkap peluang-peluang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakdhe Jarkoni: Bangsa Indonesia ini kebanyakan makan nasi yang malah banyak memunculkan penyakit diabetes. Kalau saja dalam satu minggu ada satu hari kita tidak mengonsumsi nasi kita akan lebih sehat dan konsumsi beras berkurang 1,18 juta ton per tahun. Ini bisa mengurangi impor beras juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Guru Nana: Wah, karena kebanyakan karbohidrat dari nasi, bangsa Indonesia kebanyakan energi. Akan tetapi karena kurang protein hewani sehingga kurang cerdas. Kombinasi banyak energi dan tidak cerdas, pantas saja mahasiswa saja banyak yang tawuran. Semoga bangsa kita cepat sadar!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-7279018251195574238?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/7279018251195574238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/salah-satu-penyebab-anak-bangsa-kurang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7279018251195574238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/7279018251195574238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/salah-satu-penyebab-anak-bangsa-kurang.html' title='Salah Satu Penyebab Anak Bangsa Kurang Cerdas'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8592885384790437455</id><published>2009-04-15T11:40:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T09:14:34.164+07:00</updated><title type='text'>AWAS</title><content type='html'>Pada suau hari di Belfast, Irlandia, terjadi pertemuan antara imam Katolik, pendeta Protestan, dan rabbi Yahudi. Ketiganya terlibat dalam perdebatan teologi yang sengit. Tiba-tiba malaikat menampakkan diri di hadapan mereka dan berkata “Kalian semua telah diberkati Tuhan. Ajukanlah sebuah permohonan dan permohonan itu akan segera dikabulkan olehNya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Protestan berkata “Semoga semua orang Katolik lenyap dan terwujud kedamaian di pulau indah ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Katolik berkata “Jangan sampai ada seorang Protestan hidup di bumi Irlandia ini. Ini akan mendatangkan damai kepada pulau ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bagaiman engkau rabbi?” kata malaikat, “Permohonan apa yang ingin engkau sampaikan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak perlu” kata rabbi. “Hanya dengan mendengar permohonan imam dan pendeta ini saja aku sudah senang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar: &lt;br /&gt;Beberapa orang muslim merasa bangga akan dirinya yang pernah memenangkan debat masalah agama dengan orang Kristen. Mereka pun merasa dirinya telah berjihad menegakkan kebenaran di jalan Allah. Ratusan orang diundang untuk mengikuti acara debat tersebut, meneriakkan kebesaran Allah, dan meluapkan kegembiraan saat menyaksikan para “musuh Allah” dikalahkan dalam debat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mereka sadari ada pihak ketiga di balik acara tersebut yang mengatur skenario “divide and conquer”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8592885384790437455?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8592885384790437455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/awas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8592885384790437455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8592885384790437455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/awas.html' title='AWAS'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-6113978519997734348</id><published>2009-04-15T11:39:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:40:36.069+07:00</updated><title type='text'>MAHATMA GANDHI</title><content type='html'>Anthony De Mello berkisah bahwa selama menjalani studi di Afrika, Gandhi sangat tertarik dengan Injil, terutama tentang Khotbah di atas Bukit. Gandhi yakin bahwa agama Kristen adalah jawaban bagi sistem kasta yang selama ini membelenggu India selama berabad-abad dan ia mempertimbangkan sungguh-sungguh untuk menjadi penganut Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ia pergi ke gereja untuk mengikuti misa dan pelajaran. Gandhi dihentikan di depan pintu masuk dan diberi tahu  kalau ia ingin mengikuti misa, ia bisa melakukannya di gereja khusus untuk kulit hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Gandhi pergi menjauh dan tidak pernah kembali lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Anda jangan tertawa bila membaca kisah ini. Penyimpangan ajaran agama oleh institusi agama yang resmi juga terjadi pada tradisi agama lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-6113978519997734348?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/6113978519997734348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/mahatma-gandhi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6113978519997734348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/6113978519997734348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/mahatma-gandhi.html' title='MAHATMA GANDHI'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4513989123309376346</id><published>2009-04-15T11:38:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:39:30.029+07:00</updated><title type='text'>BERMAIN DI PANTAI</title><content type='html'>Sebuah keluarga sedang berekreasi di pantai. Anak-anak bermain dengan riang di tepi pantai sepanjang hari. Anak-anak bermain air dan membuat berbagai benda dari pasir pantai. Seketika dari kejauhan muncul perempuan tua bongkok, rambut putihnya terurai tebawa angin, dan pakaiannya kumal sobek-sobek. Ia bergumam sendirian, sambil memungut berbagai benda dari pasir pantai memasukkannya ke dalam sebuah kantong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan ibu dari keluarga tersebut memanggil anak-anaknya dan menasihati supaya menjauh dari nenek tua tersebut. Saat sedang memungut sebuah benda nenek tua itu membungkuk dan tersenyum ke arah keluarga tersebut. Tetapi senyuman itu tidak ditanggapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian keluarga tersebut mendengar bahwa nenek tua bongkok itu sepanjang hidupnya memunguti pecahan kaca atau benda tajam lain agar tidak melukai anak-anak yang bermain di pantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Hanya dengan memakai jubah dan memelihara jenggot bukanlah ciri kekasih Allah. Menjadi kekasih Allah berarti ketulusan hati untuk melayani sesama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4513989123309376346?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4513989123309376346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/bermain-di-pantai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4513989123309376346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4513989123309376346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/bermain-di-pantai.html' title='BERMAIN DI PANTAI'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-1267101652487633892</id><published>2009-04-15T11:37:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:38:37.219+07:00</updated><title type='text'>PENGADILAN AGAMA</title><content type='html'>Sang hakim berkata “Terdakwa, anda dituduh menganjurkan umat untuk melanggar hukum dan tradisi agama kita yang suci. Bagaimana pengakuanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bersalah, Yang Mulia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kerap berkumpul dengan orang-orang bidah, para pelacur, para pendosa, para preman, pendek kata para sampah masyarakat. Bagaimana pengakuanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bersalah, Yang Mulia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya engkau dituduh berupaya meninjau kembali, mengubah, dan mempertanyakan dasar-dasar suci agama kita. Bagaimana pengakuanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bersalah, Yang Mulia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terdakwa, siapa namamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yesus Kritus, Yang Mulia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Anda kira Nabi Muhammad SAW akan begitu saja memberikan syafaatnya untuk Anda di akhirat kelak ? Yang benar saja. Sebaliknya beliau akan mempertanyakan praktik agama yang telah Anda jalankan selama ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-1267101652487633892?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/1267101652487633892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/pengadilan-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/1267101652487633892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/1267101652487633892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/pengadilan-agama.html' title='PENGADILAN AGAMA'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-758207462382862685</id><published>2009-04-15T11:36:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:37:48.916+07:00</updated><title type='text'>KUNJUNGAN MALAIKAT</title><content type='html'>Setan yang menyamar sebagai malaikat berniat menggoda seorang pertapa suci berkata kepada sang pertapa “Aku adalah malaikat Gabriel dan aku diutus kepadamu atas perintah Yang Mahakuasa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pertapa menjawab “Coba pikir-pikir dulu, mungkin Anda salah orang, Anda tentu diutus untuk orang lain. Aku tidak berbuat sesuatu yang membuat aku layak dikunjungi malaikat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setan menghilang dan sejak saat itu tidak pernah berani lagi menggoda sang pertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Para kekasih Allah bukanlah mereka yang tampil di depan umum menyampaikan khotbah dengan busana dan tata rias yang mahal beserta ribuan baris ayat suci yang mereka hafal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tidak populer di muka bumi ini bisa jadi sangat populer di langit. Bisa jadi para kekasih Allah inilah yang selama ini dihujat, dinyatakan sesat atau kafir atau bid'ah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-758207462382862685?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/758207462382862685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/kunjungan-malaikat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/758207462382862685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/758207462382862685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/kunjungan-malaikat.html' title='KUNJUNGAN MALAIKAT'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-2738535112828416424</id><published>2009-04-15T11:25:00.001+07:00</published><updated>2009-04-15T11:36:10.423+07:00</updated><title type='text'>KISAH DARI UPANISHAD</title><content type='html'>Alkisah seorang bijak memberikan pelajaran untuk anaknya agar dapat melihat Yang Esa di balik semua perwujudan Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ia berkata kepada anaknya “Masukan garam ini ke dalam air dan perhatikan kembali saat esok hari”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak melakukan apa yang diperintahkan ayahnya eso harinya, kemudian sang ayah berkata “Bawalah garam yang kaumasukkan kemarin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Garamnya sudah tidak ada” kata sang anak, “garamnya telah melebur ke dalam air”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasakanlah air di piring sebelah sini” kata sang ayah. “Rasanya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba cicipi di bagian tengah piring. Seperti apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba cicipi di sebelah kanan. Rasanya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba buang airnya” kata sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak melakukan yang diperintahkan ayahnya, dan saat air menguap garam yang tersisa mengkristal kembali. Lalu sang ayah berkata “Engkau memang tidak melihat Allah, anakku, tetapi nyatanya Dia ada di sini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar: &lt;br /&gt;Kisah dari Upanishad ini dibenarkan oleh Al Quran&lt;br /&gt; 2:186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-2738535112828416424?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/2738535112828416424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/kisah-dari-upanishad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/2738535112828416424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/2738535112828416424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/kisah-dari-upanishad.html' title='KISAH DARI UPANISHAD'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4476995016677053429</id><published>2009-04-15T11:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-15T11:25:40.069+07:00</updated><title type='text'>KATAK DALAM SUMUR</title><content type='html'>Seekor katak selama hidupnya tinggal di sebuah sumur. Suatu hari ia terkejut karena melihat ada katak lain di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari manakah asalmu?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari laut, Di sanalah aku tinggal” kata katak kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti apakah laut itu? Apakah sebesar sumur saya ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak dari laut itu tertawa, “Sungguh tidak ada bandingnya” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak sumur pura-pura tertarik akan apa yang dikatakan katak pendatang itu tentang laut. Tetapi ia berpikir “Dari semua pembohong yang pernah aku kenal selama ini, dialah satu-satunya pembohong terbesar dan tak tahu malu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar: &lt;br /&gt;Bila Anda para pemuka agama menganggap diri Anda yang paling benar, merasa telah mendapat jaminan masuk surga, mengklaim sebagai pewaris ajaran para nabi, dan merasa berwenang untuk menentukan predikat sesat bagi mereka yang tidak sejalan dengan Anda, maka Anda adalah katak dalam sumur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Allah sungguh luas, alam semesta ini berada dalam genggaman-Nya, betapa tidak tahu diri mereka yang mengklaim telah beramal saleh, taat beribadah, rajin mengunjungi rumah ibadah, dan merasa berhak menafsirkan kitab suci, namun di suatu tempat mereka mengayunkan tinju dan pentungan kepada mereka yang dianggap sesat hingga berlumuran darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 107:4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam bekerja sesuai Hukum Allah dan tidak pernah keliru. Terjangan tsunami dan jebolnya tanggul menghantam sebuah negeri yang telah melahirkan jutaan ahli agama, jutaaan orang berpredikat haji, jutaan penghafal kitab suci, dan jutaan “tentara Tuhan” Jelas ada yang tidak beres dengan para “pewaris nabi” ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4476995016677053429?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4476995016677053429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/katak-dalam-sumur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4476995016677053429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4476995016677053429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/katak-dalam-sumur.html' title='KATAK DALAM SUMUR'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-8575503925118642756</id><published>2009-04-15T11:22:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:23:51.346+07:00</updated><title type='text'>SANG PENEMU</title><content type='html'>Sesudah bertahun-tahun bekerja, seorang perintis ilmu menemukan seni membuat api. Ia membawa alat-alatnya menuju ke daerah utara yang penuh salju dan mengajar kepada suku di sana seni membuat api dan berbagai keuntungannya. Orang menjadi begitu senang akan hal baru ini hingga mereka tidak berpikir untuk berterima kasih kepada sang penemu yang pada suatu hari pergi dengan diam-diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang penemu yang memiliki jiwa yang besar sehingga ia tidak punya keinginan untuk dipuja dan dihormati. Yang ia cari hanyalah kepuasan karena tahu bahwa ada orang yang diuntungkan oleh penemuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian sang penemu mengunjungi suku yang lain. Suku kedua ini juga memiliki keinginan besar untuk belajar seperti halnya suku pertama. Akan tetapi imam setempat menjadi iri hati terhadap sang penemu. Para imam menganggap sang penemu berupaya merebut umat. Akhirnya para imam memutuskan untuk membunuh sang penemu. Untuk menyingkirkan dugaan tentang semua kejahatan ini, para imam membuat gambar Sang Penemu Agung yang dipasang di altar kuil. Sejak saat itu ditetapkan suatu upacara untuk menghormati sang penemu dan kenangannya. Perhatian besar dicurahkan agar ritual upacara ini tidak pernah berubah atau terlewatkan. Alat untuk membuat api disimpan dalam peti dan dikatakan memberi kesembuhan kepada semua yang menyentuhnya dengan penuh keyakinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Imam Agung sendiri bertindak untuk menyusun sebuah buku tentang riwayat hidup Sang Penemu. Dalam buku suci ini sifat-sifat sang Penemu yang penuh kasih disajikan sebagai teladan untuk ditiru oleh semua. Para imam menjaga agar buku suci ini diwariskan kepada generasi mendatang dan mereka menyatakan berkuasa untuk menafsirkan arti ucapan dan perbutan Sang Penemu. Para imam dengan tanpa ampun akan menghukum mati atau mengucilkan mereka yang menyimpang dari ajaran Sang Penemu. Terpancang pada tugas agama tersebut, umat pun lupa sama sekali akan seni membuat api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar: &lt;br /&gt;Agama yang sesungguhnya bertujuan melembutkan jiwa manusia, menjadi rahmat bagi alam semesta, kini tidak lebih menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan. Beberapa kelompok yang mengklaim diri mereka sebagai tentara Tuhan, pembela agama (atau apapun sebutannya), dengan meneriakkan kebesaran Tuhan, berkeliaran di berbagai tempat dengan membawa senjata pentungan untuk menghabisi siapa saja yang tidak setuju dengan paham yang mereka anut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang dikisahkan oleh Anthony De Mello ini punya nuansa tertentu yang kuat sekali dan cerita ini jelas tidak ditujukan pada tradisi agama tertentu. Cerita ini universal dan dapat terjadi pada tradisi agama manapun. Banyak sekali yang bisa diungkapkan dari cerita ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-8575503925118642756?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/8575503925118642756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/sang-penemu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8575503925118642756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/8575503925118642756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/sang-penemu.html' title='SANG PENEMU'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6887256028648394910.post-4373114710049006316</id><published>2009-04-15T11:20:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T11:22:24.216+07:00</updated><title type='text'>WAJAH ALLAH</title><content type='html'>Cerita berikut dikisahkan oleh seorang mistik Kristen bernama Anthony De Mello. Kisah ini saya kutip dari buku beliau “Doa Sang Katak I” yang diterbitkan oleh Kanisius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi pergi berziarah ke Mekah. Di luar kota ia berbaring di pinggir jalan, letih karena perjalanannya. Ia baru saja tertidur, ketika ia dibangunkan secara kasar oleh seorang peziarah yang marah. “Ini sudah waktunya semua orang beriman menundukkan kepala ke Mekah dan engkau menelentangkan kakimu menuju ke tempat suci. Muslim macam apa engkau ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sufi tidak bergerak, hanya dengan membuka mata dan berkata “Saudara, silahkan, aku minta tolong, aturlah kakiku supaya tidak menunjuk kepada Tuhan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah Anda menangkap makna tersembunyi dari kisah ini? Kalau begitu coba perhatikan ayat suci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2:115. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila selama ini Anda terpaku bahwa Allah bersemayam suatu tempat, maka Anda masih terhijab dan belum dapat merasakan kehadiran-Nya dimana-mana. Ke manapun Anda menghadap Anda takkan melihat apapun kecuali Allah itu sendiri. Mungkin Anda masih belum sadar bahwa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 50:16. Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6887256028648394910-4373114710049006316?l=mohaikal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohaikal.blogspot.com/feeds/4373114710049006316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/wajah-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4373114710049006316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6887256028648394910/posts/default/4373114710049006316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohaikal.blogspot.com/2009/04/wajah-allah.html' title='WAJAH ALLAH'/><author><name>Administrator</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11147318547154825011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
